Munculnya Ruwaibidhah di Akhir Zaman, Satu di Antara Tanda-tanda Kecil Kiamat
Jum'at, 22 September 2023 - 05:10 WIB
loading...
A
A
A
Sang Imam menjawab tegas: "Sungguh aku malu kepada Allah, jika orang-orang di muka bumi ini beragama dengan pendapatku."
Hal sama pernah terjadi pada Imam Malik rahimahullah. Beliau ditanya tentang sebuah permasalahan fiqih, namun beliau menjawab belum menguasai masalah tersebut. Sang penanya terus mendesak, hingga berkata: "Tolonglah aku wahai imam, aku telah melakukan perjalanan jauh agar bisa bertanya kepadamu tentang masalah ini. Apa jawabanku jika aku kembali ke negeriku dan orang-orang bertanya tentang masalah itu."
Imam Malik pun menegaskan: "Jika engkau kembali ke negerimu, kabarkan pada masyarakat di sana bahwa aku berkata kepadamu: 'aku tidak mengerti masalah tersebut dengan baik."
Dalam riwayat lain pernah diajukan kepada Imam Malik 100 pertanyaan, dan beliau hanya menjawab sebagian kecilnya saja. Lalu ada yang berkata kepadanya: "Engkau tidak menjawab semuanya, padahal hanya pertanyaan ringan lagi mudah?"
Beliau menjawab: "Tidak ada ilmu agama yang ringan. Tidakkah Anda mendengar firman Allah 'Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat (QS Al-Muzzammil: 5)."
Kata Ustaz Ahmad Syahrin, semua ilmu agama adalah berat, terlebih yang akan ditanya pada hari Kiamat. Lalu bandingkan dengan fenomena hari ini, sangat jauh berbeda. Di mana syahwat orang untuk bicara agama begitu kuat. Tak perlu ilmu, apalagi ketakwaan.
Di zaman ini banyak orang berbicara urusan agama dengan berkata: "Menurut saya, menurut hemat saya, menurut pengamatan saya. Kalau saya melihatnya itu haram, saya sih melihatnya boleh-boleh saja."
Subhanallah. Sudahlah fakir ilmu, miskin rasa malu. Pantaslah sebagian ulama mengatakan, "Orang yang paling nekad berfatwa, adalah yang paling berani untuk masuk neraka."
Inilah fenomena Ruwaibidhah yang terjadi hari ini sebagaimana dinubuwahkan Baginda Nabi ﷺ. Akhir zaman ini hendaknya umat Islam menjaga lisan, memperbanyak istighfar dan beramal saleh untuk bekal di hari kemudian.
Wallahu A'lam
Baca Juga: Zaman Terasa Ringkas dan Munculnya Banyak Fitnah Tanda Kiamat Makin Dekat
Hal sama pernah terjadi pada Imam Malik rahimahullah. Beliau ditanya tentang sebuah permasalahan fiqih, namun beliau menjawab belum menguasai masalah tersebut. Sang penanya terus mendesak, hingga berkata: "Tolonglah aku wahai imam, aku telah melakukan perjalanan jauh agar bisa bertanya kepadamu tentang masalah ini. Apa jawabanku jika aku kembali ke negeriku dan orang-orang bertanya tentang masalah itu."
Imam Malik pun menegaskan: "Jika engkau kembali ke negerimu, kabarkan pada masyarakat di sana bahwa aku berkata kepadamu: 'aku tidak mengerti masalah tersebut dengan baik."
Dalam riwayat lain pernah diajukan kepada Imam Malik 100 pertanyaan, dan beliau hanya menjawab sebagian kecilnya saja. Lalu ada yang berkata kepadanya: "Engkau tidak menjawab semuanya, padahal hanya pertanyaan ringan lagi mudah?"
Beliau menjawab: "Tidak ada ilmu agama yang ringan. Tidakkah Anda mendengar firman Allah 'Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat (QS Al-Muzzammil: 5)."
Kata Ustaz Ahmad Syahrin, semua ilmu agama adalah berat, terlebih yang akan ditanya pada hari Kiamat. Lalu bandingkan dengan fenomena hari ini, sangat jauh berbeda. Di mana syahwat orang untuk bicara agama begitu kuat. Tak perlu ilmu, apalagi ketakwaan.
Di zaman ini banyak orang berbicara urusan agama dengan berkata: "Menurut saya, menurut hemat saya, menurut pengamatan saya. Kalau saya melihatnya itu haram, saya sih melihatnya boleh-boleh saja."
Subhanallah. Sudahlah fakir ilmu, miskin rasa malu. Pantaslah sebagian ulama mengatakan, "Orang yang paling nekad berfatwa, adalah yang paling berani untuk masuk neraka."
Inilah fenomena Ruwaibidhah yang terjadi hari ini sebagaimana dinubuwahkan Baginda Nabi ﷺ. Akhir zaman ini hendaknya umat Islam menjaga lisan, memperbanyak istighfar dan beramal saleh untuk bekal di hari kemudian.
Wallahu A'lam
Baca Juga: Zaman Terasa Ringkas dan Munculnya Banyak Fitnah Tanda Kiamat Makin Dekat
(rhs)
Lihat Juga :