Pandangan Ulama Sunni tentang Riwayat Pembid'ah Menurut Mahmud az-Zaby

Sabtu, 23 September 2023 - 19:28 WIB
loading...
Pandangan Ulama Sunni...
Para ulama membagi pembidah ke dalam dua kelompok. Ilustrasi: SINDOnews
A A A
Para ulama membagi pembid'ah ke dalam dua kelompok. Pertama, pembid'ah yang menjadi kafir akibat bid'ahnya. Kedua, pembid'ah yang tidak menjadi kafir karena bid'ahnya.

Demikian disampaikan Mahmud az-Zaby dalam buku berjudul "Al-Bayyinat, fi ar-Radd' ala Abatil al-Muraja'at" yang dalam edisi Indonesia diterjemahkan Ahmadi Thaha dan Ilyas Ismail menjadi "Sunni yang Sunni, Tinjauan Dialog Sunnah-Syi'ahnya al-Musawi" (Pustaka, 1989).

Menurutnya, pembid'ah yang pertama terbagi pula ke dalam beberapa golongan, yaitu: (1) Pembid'ah yang memperbolehkan cara berdusta atau berbohong untuk menguatkan pendapatnya. (2) Pembid'ah yang tak membolehkan cara berdusta. (3) Pembid'ah yang mempromosikan sikap bid'ahnya. (4) Pembid'ah yang tidak mempromosikan hasil bid'ahnya.

"Ada sejumlah pembid'ah yang meriwayatkan hadis," katanya. "Menghadapi hal ini, sikap para ulama berlainan. Para ulama bersepakat untuk menolak dan tidak menerima hadis riwayat pembid'ah yang pertama, yaitu yang menjadi kafir karena bid'ahnya."

Baca juga: Mushaf Al-Qur'an: Benda Paling "Bid'ah"

Mereka bersepakat pula untuk menolak riwayat pembid'ah yang membolehkan cara berdusta untuk menguatkan pendapatnya sendiri dan pendukungnya. Dan sebagian besar ulama, meskipun tak semua, bersepakat untuk menolak riwayat pembid'ah yang mempromosikan bid'ahnya, yang tidak mempedulikan para pengecam pendapatnya, karena argumentasinya lemah.

Namun, para ulama berbeda pendapat mengenai pembid'ah yang tidak melakukan kebohongan untuk menguatkan pendapatnya.

Berikut ini, sejumlah pendapat sebagian ulama Sunni tentang masalah tersebut:

Imam Muslim , di dalam kitab Sahih-nya, menulis:

"Ketahuilah, sesungguhnya setiap orang harus mengetahui perbedaan antara riwayat yang sahih dan riwayat yang lemah (dha'if), antara perawi yang terpercaya (tsiqat) dan perawi yang suka berdusta. Ingatlah, Anda tak usah menerima riwayat, kecuali dari para perawi yang adil dan tsiqat. Anda perlu waspada, siapa tahu ada riwayat datang dari para pembid'ah, yang suka berdusta dan menentang perintah Tuhan."

Imam Nawawi, di kitab Syarah Muslim (Komentar atas Kitab Sahih Muslim), menulis:

"Para ahli hadis, fiqih dan ushul berpendapat bahwa riwayat yang dibawakan seorang pembid'ah, yang kafir karena bid'ahnya, tidak dapat diterima sama sekali. Adapun pembid'ah yang tidak kafir, maka ada orang yang mutlak menolak riwayatnya, karena ia dipandang fasik dan tak tertolong oleh takwil.

Namun sebagian ulama ada yang menerimanya, dengan syarat ia tidak biasa berdusta untuk memperkuat mazhabnya atau mazhab kliennya, baik ia mempromosikan ajaran bid'ahnya, atau tidak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
10 Cara Memuliakan Orang...
10 Cara Memuliakan Orang Tua, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Jenis Perceraian yang...
Jenis Perceraian yang Diharamkan dalam Islam
11 Kaidah Islam yang...
11 Kaidah Islam yang Bisa Mempersempit Perceraian
Fakta-fakta Keindahan...
Fakta-fakta Keindahan Akhlak Rasulullah SAW Terhadap Non Muslim
Bagaimana Hukum Transfusi...
Bagaimana Hukum Transfusi Darah dari Non Muslim? Begini Penjelasannya
Bagaimana Hukum Menyantuni...
Bagaimana Hukum Menyantuni Anak Yatim Nonmuslim?
Rekomendasi
2 Gletser Besar yang...
2 Gletser Besar yang Jika Mencair Menjadi Ancaman Nyata Penduduk Bumi
Terletak di Indonesia,...
Terletak di Indonesia, Patahan Banda Bisa Picu Bencana Melebihi Gempa Turki
Suhu Permukan Laut Samudra...
Suhu Permukan Laut Samudra Atlantik Terdeksi Terendah, Ada Apa?
Artikel Terkini
Doa Memasuki Awal Bulan...
Doa Memasuki Awal Bulan Safar, Yuk Amalkan!
3 Amalan Bulan Safar...
3 Amalan Bulan Safar 1448 Hijriyah yang Jangan Dilewatkan, Pahalanya Berlipat-lipat
Keutamaan Bulan Safar:...
Keutamaan Bulan Safar: Meski Tak Seagung Muharram, Tetap Penuh Hikmah
Mengapa Bulan Safar...
Mengapa Bulan Safar Dianggap Membawa Kesialan? Ini Penjelasan Islam dan Asal Usul Mitosnya
Matahari Tepat di Atas...
Matahari Tepat di Atas Kakbah pada 1516 Juli, Menag Ajak Pastikan Ketepatan Arah Kiblat
Siap-siap Menyambut...
Siap-siap Menyambut Bulan Safar : Sejarah, Kedudukan, Mitos hingga Amalan Sunahnya
Infografis
Ilmuwan Ungkap Teori...
Ilmuwan Ungkap Teori Baru tentang Asal-usul Terbentuknya Bumi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved