Pengertian Maulid Nabi, Sejarah dan Keutamaannya
Kamis, 28 September 2023 - 06:05 WIB
loading...
A
A
A
1. Al-Hafizh Ibn Dihyah (abad 7 H)
2. Al-Hafizh Al-Iraqi (wafat 806 H)
3. Al-Hafizh As-Suyuthi (wafat 911 H)
4. Al-Hafizh Al-Sakhawi (wafat 902 H)
5. Syaikh Ibn Hajar Al-Haitami (wafat 974 H)
6. Al-Imam Al-Nawawi (wafat 676 H)
7. Al-Imam Al-Izz ibn Abd Al-Salam (wafat 660 H)
8. Mantan Mufti Mesir Syaikh Muhammad Bakhit Al-Muthi'i (wafat 1354 H)
9. Mantan Mufti Beirut (Lebanon) yaitu Syaikh Mushthafa Naja (wafat 1351 H), dan terdapat banyak lagi para ulama besar lainnya.
Para ahli sejarah, seperti Ibn Khallikan, Sibth Ibn Al-Jauzi, Ibn Kathir, Al-Hafizh Al-Sakhawi, Al-Hafizh Al-Suyuthi dan lainnya telah sepakat jika orang yang pertama kali mengadakan perayaan Maulid Nabi Adalah Sultan Al-Muzhaffar.
Imam Al-Suyuthi juga menulis karya khusus yang berisi tentang perayaan Maulid Nabi itu berjudul "Husn Al-Maqsid Fi Amal Al-Maulid". Karena itu, perayaan Maulid Nabi kini menjadi tradisi umat Islam di seluruh dunia, dari masa ke masa.
Keutamaan Perayaan Maulid Nabi Muhammad
1. Menjadi Sahabat Abu Bakar di Surga
Sayyidina Abu Bakar radhiyallahu 'anhu berkata:
من أنفق درهما على قراءة مولد النبي صلى الله عليه وسلم كان *رفيقي في الجنة
"Barangsiapa membelanjakan satu Dirham (uang emas) untuk mengadakan pembacaan Maulid Nabi Muhammad, maka ia akan menjadi temanku di surga."
2. Telah Menghidupkan Islam
Sayyidina Umar radhiyallahu 'anhu berkata:
من عظم مولد النبي صلى الله عليه وسلم فقد أحيا الإسلام
"Barangsiapa mengagungkan Maulid Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, maka sesungguhnya ia telah menghidupkan Islam."
3. Dimasukkan ke Surga Tanpa Hisab
Sayyidina 'Ali radhiyallahu 'anhu berkata:
2. Al-Hafizh Al-Iraqi (wafat 806 H)
3. Al-Hafizh As-Suyuthi (wafat 911 H)
4. Al-Hafizh Al-Sakhawi (wafat 902 H)
5. Syaikh Ibn Hajar Al-Haitami (wafat 974 H)
6. Al-Imam Al-Nawawi (wafat 676 H)
7. Al-Imam Al-Izz ibn Abd Al-Salam (wafat 660 H)
8. Mantan Mufti Mesir Syaikh Muhammad Bakhit Al-Muthi'i (wafat 1354 H)
9. Mantan Mufti Beirut (Lebanon) yaitu Syaikh Mushthafa Naja (wafat 1351 H), dan terdapat banyak lagi para ulama besar lainnya.
Para ahli sejarah, seperti Ibn Khallikan, Sibth Ibn Al-Jauzi, Ibn Kathir, Al-Hafizh Al-Sakhawi, Al-Hafizh Al-Suyuthi dan lainnya telah sepakat jika orang yang pertama kali mengadakan perayaan Maulid Nabi Adalah Sultan Al-Muzhaffar.
Imam Al-Suyuthi juga menulis karya khusus yang berisi tentang perayaan Maulid Nabi itu berjudul "Husn Al-Maqsid Fi Amal Al-Maulid". Karena itu, perayaan Maulid Nabi kini menjadi tradisi umat Islam di seluruh dunia, dari masa ke masa.
Keutamaan Perayaan Maulid Nabi Muhammad
1. Menjadi Sahabat Abu Bakar di Surga
Sayyidina Abu Bakar radhiyallahu 'anhu berkata:
من أنفق درهما على قراءة مولد النبي صلى الله عليه وسلم كان *رفيقي في الجنة
"Barangsiapa membelanjakan satu Dirham (uang emas) untuk mengadakan pembacaan Maulid Nabi Muhammad, maka ia akan menjadi temanku di surga."
2. Telah Menghidupkan Islam
Sayyidina Umar radhiyallahu 'anhu berkata:
من عظم مولد النبي صلى الله عليه وسلم فقد أحيا الإسلام
"Barangsiapa mengagungkan Maulid Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, maka sesungguhnya ia telah menghidupkan Islam."
3. Dimasukkan ke Surga Tanpa Hisab
Sayyidina 'Ali radhiyallahu 'anhu berkata:
Lihat Juga :