Profesor Denmark Ini Bilang Operasi Badai Al-Aqsa Bagian dari Perjuangan Mengusir Penjajah
Senin, 09 Oktober 2023 - 16:00 WIB
loading...
A
A
A
Hal ini pada gilirannya menyebabkan masalah parah pada penyediaan air dan sanitasi. Pemadaman listrik yang terus-menerus telah membuat instalasi pengolahan air tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya, limbah yang tidak diolah mengalir begitu saja ke Laut Mediterania.
Akuifer Gaza, sumber utama airnya, juga hampir habis dan terkontaminasi oleh air laut dan air limbah. Sebagian besar penyakit yang dilaporkan di Gaza disebabkan oleh buruknya akses terhadap air bersih.
Baca juga: Komandan Militer Israel Ditangkap Hamas dalam Operasi Badai Al-Aqsa
Blokade ini juga berdampak buruk pada fasilitas medis di wilayah tersebut. Rumah sakit kekurangan persediaan dasar, peralatan dan infrastruktur serta tidak mampu menangani kasus-kasus parah atau memberikan perawatan yang tepat bagi mereka yang sakit kronis.
Lalu ada kampanye militer rutin Israel. Israel membenarkan serangan di daerah kantong tersebut dengan mengklaim bahwa mereka sedang mengejar para pejuang Palestina. Namun serangan ini secara sistematis menargetkan warga sipil dan infrastruktur sipil non-militer seperti bangunan tempat tinggal, rumah sakit, sekolah, instalasi pengolahan air, dan lain-lain, sehingga membuat kehidupan di Gaza semakin tak tertahankan.
Namun tragedi dan penderitaan selama bertahun-tahun tidak mematikan semangat perlawanan Palestina.
Somdeep Sen mengatakan pembenaran formal atas operasi yang dilakukan Hamas adalah penodaan yang dilakukan oleh warga Israel terhadap Masjid Al-Aqsa , situs tersuci ketiga umat Islam, dan meningkatnya kekerasan pemukim terhadap warga Palestina. Namun mengingat betapa terencananya operasi ini, kemungkinan besar Operasi Badai Al-Aqsa telah dilakukan sejak sebelum kejadian baru-baru ini di Yerusalem dan Tepi Barat.
Kenyataannya, kata Somdeep, apa yang tampaknya merupakan respons militer terbesar yang dilakukan oleh warga Palestina dalam beberapa dekade terakhir adalah sebuah perkembangan yang tak terelakkan, sebuah tindakan perlawanan dan reaksi terhadap penderitaan rakyat Gaza di bawah blokade dan pendudukan yang brutal.
"Hal ini merupakan bagian dari perjuangan rakyat Palestina untuk mendapatkan kebebasan, dan memperkuat posisi Gaza sebagai pusat perjuangan kemerdekaan," tuturnya.
Baca juga: Ganasnya Operasi Badai Al-Aqsa Dinilai Bisa Didihkan Harga Minyak
Akuifer Gaza, sumber utama airnya, juga hampir habis dan terkontaminasi oleh air laut dan air limbah. Sebagian besar penyakit yang dilaporkan di Gaza disebabkan oleh buruknya akses terhadap air bersih.
Baca juga: Komandan Militer Israel Ditangkap Hamas dalam Operasi Badai Al-Aqsa
Blokade ini juga berdampak buruk pada fasilitas medis di wilayah tersebut. Rumah sakit kekurangan persediaan dasar, peralatan dan infrastruktur serta tidak mampu menangani kasus-kasus parah atau memberikan perawatan yang tepat bagi mereka yang sakit kronis.
Lalu ada kampanye militer rutin Israel. Israel membenarkan serangan di daerah kantong tersebut dengan mengklaim bahwa mereka sedang mengejar para pejuang Palestina. Namun serangan ini secara sistematis menargetkan warga sipil dan infrastruktur sipil non-militer seperti bangunan tempat tinggal, rumah sakit, sekolah, instalasi pengolahan air, dan lain-lain, sehingga membuat kehidupan di Gaza semakin tak tertahankan.
Namun tragedi dan penderitaan selama bertahun-tahun tidak mematikan semangat perlawanan Palestina.
Somdeep Sen mengatakan pembenaran formal atas operasi yang dilakukan Hamas adalah penodaan yang dilakukan oleh warga Israel terhadap Masjid Al-Aqsa , situs tersuci ketiga umat Islam, dan meningkatnya kekerasan pemukim terhadap warga Palestina. Namun mengingat betapa terencananya operasi ini, kemungkinan besar Operasi Badai Al-Aqsa telah dilakukan sejak sebelum kejadian baru-baru ini di Yerusalem dan Tepi Barat.
Kenyataannya, kata Somdeep, apa yang tampaknya merupakan respons militer terbesar yang dilakukan oleh warga Palestina dalam beberapa dekade terakhir adalah sebuah perkembangan yang tak terelakkan, sebuah tindakan perlawanan dan reaksi terhadap penderitaan rakyat Gaza di bawah blokade dan pendudukan yang brutal.
"Hal ini merupakan bagian dari perjuangan rakyat Palestina untuk mendapatkan kebebasan, dan memperkuat posisi Gaza sebagai pusat perjuangan kemerdekaan," tuturnya.
Baca juga: Ganasnya Operasi Badai Al-Aqsa Dinilai Bisa Didihkan Harga Minyak
(mhy)
Lihat Juga :