Kisah Perseteruan Yahudi dengan Nasrani di Era Imperium Romawi
Rabu, 11 Oktober 2023 - 15:10 WIB
loading...
A
A
A
Hal ini menyebabkan penganut Yahudi bertambah kesal karena tidak rela Kristen yang menyeru kasih sayang, persamaan, cinta kasih dan persaudaraan tersebut mendapat momentum perkembangannya yang mudah dan pesat di kalangan bangsa-bangsa Eropa. Karenanya, orang-orang Yahudi tidak tinggal diam, kecuali itu mencari jurus-jurus licik, seperti mempengaruhi penguasa Eropa yang pagan. Markus Urulius, kaisar Romawi pengganti pamannya (Antonius Mulia) yang amat kesohor salah satunya.
Baca juga: 5 Perkara: Tugas Nabi Yahya untuk Disampaikan kepada Bani Israil
Seorang Rabi Yahudi sukses membisik dan menakut-nakuti Markus Urulius dengan mengatakan bahwa orang-orang Nasrani mengindap penyakit menular yang membahayakan rakyat. Karenanya, Markus Urulius sebagai penguasa Roma yang berhasil terperdaya dengan bisikan fitnah tersebut mengeluarkan perintah untuk membunuh semua penduduk Roma yang beragama Nasrani.
Dapat dipahami bahwa penderitaan yang dialami oleh Kristen atau Nasrani pada periode awal amatlah berat, akibat kebijakan penguasanya yang termakan isu fitnah dari orang-orang Yahudi. Keadaan yang tidak menguntungkan Nasrani berlangsung hingga abad keempat masehi.
Akan tetapi dengan masuknya Nasrani Kaisar Konstantin, maka nasib dan keadaan orang Nasrani segera berubah dan mendapat angin segar. Hanya saja orang-orang Yahudi tidak juga berhenti dalam provokasinya, bahwa mereka melalui perdagangan yang dikuasainya, terutama beberapa komoditas, seperti wol, sutra, gandum, emas dan perak, mereka ingin mengontrol kehidupan ekonomi negara secara fokus di mana mereka berdomisili.
Tidak jarang mereka menciptakan krisis di negara tersebut, untuk menciptakan ketergantungan negara dan rakyatnya pada mereka yang memonopoli perdagangan dan kehidupan ekonomi satu Negara.
Mereka menimbun mata uang emas dan perak, kemudian memonopolinya; serta meminjamkan uang kepada orang Nasrani dengan bunga yang melangit, sehingga julukan rentenir amat popular kepada orang Yahudi di mana pun mereka berada.
Baca juga: Kedurhakaan Bani Israil Membunuh Nabi Yesaya Dipotong dengan Gergaji
Baca juga: 5 Perkara: Tugas Nabi Yahya untuk Disampaikan kepada Bani Israil
Seorang Rabi Yahudi sukses membisik dan menakut-nakuti Markus Urulius dengan mengatakan bahwa orang-orang Nasrani mengindap penyakit menular yang membahayakan rakyat. Karenanya, Markus Urulius sebagai penguasa Roma yang berhasil terperdaya dengan bisikan fitnah tersebut mengeluarkan perintah untuk membunuh semua penduduk Roma yang beragama Nasrani.
Dapat dipahami bahwa penderitaan yang dialami oleh Kristen atau Nasrani pada periode awal amatlah berat, akibat kebijakan penguasanya yang termakan isu fitnah dari orang-orang Yahudi. Keadaan yang tidak menguntungkan Nasrani berlangsung hingga abad keempat masehi.
Akan tetapi dengan masuknya Nasrani Kaisar Konstantin, maka nasib dan keadaan orang Nasrani segera berubah dan mendapat angin segar. Hanya saja orang-orang Yahudi tidak juga berhenti dalam provokasinya, bahwa mereka melalui perdagangan yang dikuasainya, terutama beberapa komoditas, seperti wol, sutra, gandum, emas dan perak, mereka ingin mengontrol kehidupan ekonomi negara secara fokus di mana mereka berdomisili.
Tidak jarang mereka menciptakan krisis di negara tersebut, untuk menciptakan ketergantungan negara dan rakyatnya pada mereka yang memonopoli perdagangan dan kehidupan ekonomi satu Negara.
Mereka menimbun mata uang emas dan perak, kemudian memonopolinya; serta meminjamkan uang kepada orang Nasrani dengan bunga yang melangit, sehingga julukan rentenir amat popular kepada orang Yahudi di mana pun mereka berada.
Baca juga: Kedurhakaan Bani Israil Membunuh Nabi Yesaya Dipotong dengan Gergaji
(mhy)
Lihat Juga :