Kisah Kaki Tangan Zionis Merusak Moral Pejabat Tinggi Ottoman

Kamis, 12 Oktober 2023 - 07:55 WIB
loading...
A A A
Setelah dicopot, dia berhasil sembuh dari penyakit gilanya. Dia menghabiskan sisa-sisa hidupnya di istana Jaraghan hingga wafat saat usianya mendekati 64 tahun.

Setelah itu Sultan Abdul Hamid menganggantikannya. Dalam pembaitan itu hadir para menteri, para pejabat tinggi dari kalangan sipil dan militer di Sara Thubiqabu.

Baca juga: Pewaris Pendiri Zionis: Israel dan Perusahaan Zionis Dilahirkan dalam Dosa

Pengangkatan sebagai khalifah mendapat sambutan dan ucapan selamat dari berbagai aliran dan kelompok.

Pada saat dilantik, dilepaskan meriam di segenap penjuru negeri sebagai bentuk penghormatan atas peristiwa itu. Kota Istambul dihias selama tiga hari. Perdana Menteri mengirimkan surat kilat ke berbagai penjuru dunia untuk mengabarkan peristiwa pengangkatan Sultan Abdul Hamid sebagai khalifah.

Mengenai Sultan Murad V, Sultan Abdul Hamid mengatakan, “Salah satu tabiatnya adalah bahwa dia seringkali tertipu dengan orang yang tersenyum di hadapannya, tanpa berpikir apakah senyum itu masuk akal atau tidak masuk akal sampai-sampai semua itu tidak pernah hadir dalam benaknya, apakah itu cocok atau tidak."

"Dia adalah khalifah masa depan untuk gerakan Freemasonry dan musibah akan muncul karenanya. Sebagian orang yang menyebut dirinya sebagai orang-orang yang mendukung gerakan pembaharuan, telah berhasil menyeretnya untuk kecanduan minum-minuman keras. Mereka memimpikan cara-cara dan pola hidup orang-orang Eropa."

Sultan Abdul Hamid

Sultan Abdul Hamid adalah Sultan Utsmani ke-34. Dia menduduki singgasana kesultanan pada saat usianya menjelang 34 tahun. Sultan dilahirkan pada tanggal 16 Sya'ban tahun 1258 H/1842 M. Ibunya meninggal dunia pada saat Sultan Abdul Hamid baru berusia 10 tahun.

Baca juga: Jejak Israel di Madinah: Kisah Dendam Yahudi setelah Kalah dalam Perang Khaibar

Sultan Abdul Hamid mendapat pendidikan reguler di dalam istana. Di bawah bimbingan orang-orang yang sangat terkenal di zamannya, baik secara ilmu atau pun akhlak. Dia belajar bahasa Arab dan Persia, belajar sejarah, sangat senang terhadap sastra, mendalami ilmu tasawuf, dan mengarang beberapa syair dalam bahasa Turki.

Setelah dilantik menjadi Khalifah, Sultan Abdul Hamid mengangkat Medhat Pasya sebagai Perdana Menteri. Kemudian pada tanggal 23 Desember 1876 M sang perdana menteri itu menetapkan undang-undang yang menjamin kebebasan sipil dan menetapkan pemerintahan dengan sistem parlemen.

Undang-undang ini mengatur, bahwa parlemen terdiri dari dua Majelis: Majelis Perwakilan/Utusan dan Majelis Tokoh Pembesar (Senator).

Di awal masa pemerintahannya, Sultan harus berhadapan dengan kediktatoran para menteri dan kekerasan politik pembaratan yang dipimpin oleh kelompok Utsmani Baru, yang terdiri dari kalangan terpelajar yang sangat terpengaruh oleh Barat.

Mereka adalah orang-orang yang telah berhasil dibentuk oleh gerakan Freemasonry untuk menjadi budak mereka dalam rangka merealisasikan target yang ingin mereka capai. Tingkat kediktatoran para menteri ini terlihat, di mana Medhat Pasya yang saat itu menjadi pimpinan kelompok Utsmani Baru, menulis surat pada Sultan Abdul Hamid di awal pemerintahannya (1877 M) yang berbunyi demikian;
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Israel dan Bani Israil:...
Israel dan Bani Israil: Serupa Tapi Tak Sama
Paham Menstrual Taboo:...
Paham Menstrual Taboo: Islam Mengikis Tradisi dan Mitos Yahudi
Kisah Khalifah Umar...
Kisah Khalifah Umar bin Abdul Aziz Mengangkat Iyas bin Mu’awiyah sebagai Hakim
Jelang Runtuhnya Turki...
Jelang Runtuhnya Turki Utsmani: 27 Sultan Tidak Dapat Diandalkan
6 Fakta Sulaiman Al-Qanuni,...
6 Fakta Sulaiman Al-Qanuni, Sultan ke-10 Daulah Turki Utsmani
Kisah Muhammad Al-Fatih...
Kisah Muhammad Al-Fatih Sang Penakluk: Masa Kejayaan Turki Utsmani
Rekomendasi
Rencana Jahat Firaun...
Rencana Jahat Firaun terhadap Nabi Musa Tertinggal di Danau Nasser?
Mencairnya Es Ungkap...
Mencairnya Es Ungkap Rahasia Ribuan Tahun di Pegunungan Rocky
Sel kulit Manusia Diklaim...
Sel kulit Manusia Diklaim Diam-diam Berteriak untuk Berkomunikasi
Artikel Terkini
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Bolehkah Menggabungkan...
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Sunnah?
Tahun Baru Islam 1448...
Tahun Baru Islam 1448 H Jadi Momentum Kebangkitan Umat Islam Hadapi Tantangan Global
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Tak Banyak yang Tahu,...
Tak Banyak yang Tahu, Ini 7 Larangan di Bulan Muharram
Ucapkan Selamat Tahun...
Ucapkan Selamat Tahun Baru 1448 Hijriah, Menag Ajak Umat Jaga Persatuan
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved