Jejak Israel di Madinah: Kisah Dendam Yahudi setelah Kalah dalam Perang Khaibar
Rabu, 11 Oktober 2023 - 15:25 WIB
loading...
Perang selama dua pekan ini dimenangkan kaum muslimin sehingga mengakhiri kekuasaan kaum Yahudi di Jazirah Arab .Ilustrasi: Ist
A
A
A
Pertempuran Khaibar adalah pertempuran yang terjadi antara umat Islam yang dipimpin Nabi Muhammad SAW dengan umat Yahudi yang hidup di oasis Khaybar, sekitar 150 km dari Madinah , Arab Saudi. Perang selama dua pekan ini dimenangkan kaum muslimin sehingga mengakhiri kekuasaan kaum Yahudi di Jazirah Arab .
Abul Hasan Ali Al-Hasani An Nadwi dalam "Sirah Nabawiyyah" menyebutkan sekembalinya Rasulullah SAW dari Hudaibiyah pada bulan Dzulhijjah, beliau tinggal di Madinah selama beberapa hari pada bulan Muharram, lalu sisa hari dari bulan Muharram ke Bulan Safar itulah Rasulullah SAW pergi menuju Khaibar.
Dengan pasukannya yang berjumlah 1.400 orang disertai 200 pasukan berkuda itu, Rasulullah SAW berjuang menaklukan Khaibar yang meliputi benteng-benteng terkenal bernama Naim, Qumush, Syiq, dan Nithah. Perang tersebut terjadi pada Bulan Safar tahun ketujuh hijriah.
Pertempuran ini terjadi sekitar dua pekan dan berakhir dengan kemenangan umat Islam. Nabi Muhammad SAW berhasil memperoleh harta, senjata, dan dukungan kabilah setempat.
Baca juga: Sisi Baik dan Buruk Ahli Kitab Menurut Al-Qur'an
Pengkhianatan Yahudi
Muhammad Husain Haekal dalam bukunya yang berjudul "Sejarah Hidup Muhammad" memaparkan usai meneken perjanjian Hudaibiyah dengan kaum Quraish, Rasulullah mengirim utusan-utusannya kepada raja-raja agar memeluk Islam. Khawatir akan adanya pengkhianatan pihak Yahudi yang tinggal di sebelah utara Madinah, maka Rasulullah berencana menaklukkan kaum Yahudi yang hidup di oasis Khaibar.
Kala itu dari pihak Quraisy di sebelah selatan sudah aman. Tetapi dari sebelah utara beliau tidak akan merasa aman sekiranya nanti Raja Romawi, Heraclius, atau Raja Persia, Kisra, datang meminta bantuan Yahudi Khaibar, setelah menerima ajakan masuk Islam itu.
"Hal lainnya juga dendam lama dalam hati mereka itu akan bangkit kembali, akan mengingatkan mereka kepada Banu Quraidza, Banu Nadzir dan Banu Qainuqa, saudara-saudara mereka seagama yang sudah ditaklukkan pasukan Islam," tutur Haekal.
Menurut Haekal, perkampungan mereka oleh Rasulullah telah dikosongkan setelah dikepung dan terjadi pertempuran serta pertumpahan darah. Orang-orang Yahudi memusuhinya lebih sengit lagi daripada Quraisy, sebab mereka lebih bertahan dengan agama mereka itu daripada Quraisy.
Abul Hasan Ali Al-Hasani An Nadwi dalam "Sirah Nabawiyyah" menyebutkan sekembalinya Rasulullah SAW dari Hudaibiyah pada bulan Dzulhijjah, beliau tinggal di Madinah selama beberapa hari pada bulan Muharram, lalu sisa hari dari bulan Muharram ke Bulan Safar itulah Rasulullah SAW pergi menuju Khaibar.
Dengan pasukannya yang berjumlah 1.400 orang disertai 200 pasukan berkuda itu, Rasulullah SAW berjuang menaklukan Khaibar yang meliputi benteng-benteng terkenal bernama Naim, Qumush, Syiq, dan Nithah. Perang tersebut terjadi pada Bulan Safar tahun ketujuh hijriah.
Pertempuran ini terjadi sekitar dua pekan dan berakhir dengan kemenangan umat Islam. Nabi Muhammad SAW berhasil memperoleh harta, senjata, dan dukungan kabilah setempat.
Baca juga: Sisi Baik dan Buruk Ahli Kitab Menurut Al-Qur'an
Pengkhianatan Yahudi
Muhammad Husain Haekal dalam bukunya yang berjudul "Sejarah Hidup Muhammad" memaparkan usai meneken perjanjian Hudaibiyah dengan kaum Quraish, Rasulullah mengirim utusan-utusannya kepada raja-raja agar memeluk Islam. Khawatir akan adanya pengkhianatan pihak Yahudi yang tinggal di sebelah utara Madinah, maka Rasulullah berencana menaklukkan kaum Yahudi yang hidup di oasis Khaibar.
Kala itu dari pihak Quraisy di sebelah selatan sudah aman. Tetapi dari sebelah utara beliau tidak akan merasa aman sekiranya nanti Raja Romawi, Heraclius, atau Raja Persia, Kisra, datang meminta bantuan Yahudi Khaibar, setelah menerima ajakan masuk Islam itu.
"Hal lainnya juga dendam lama dalam hati mereka itu akan bangkit kembali, akan mengingatkan mereka kepada Banu Quraidza, Banu Nadzir dan Banu Qainuqa, saudara-saudara mereka seagama yang sudah ditaklukkan pasukan Islam," tutur Haekal.
Menurut Haekal, perkampungan mereka oleh Rasulullah telah dikosongkan setelah dikepung dan terjadi pertempuran serta pertumpahan darah. Orang-orang Yahudi memusuhinya lebih sengit lagi daripada Quraisy, sebab mereka lebih bertahan dengan agama mereka itu daripada Quraisy.
Lihat Juga :