Catatan Sejarah: Omong Kosong Yitzhak Rabin tentang Resolusi PBB 242

Sabtu, 14 Oktober 2023 - 15:25 WIB
loading...
Catatan Sejarah: Omong...
Yitzhak Rabin. Foto/Ilusrasi: NPS
A A A
Mantan anggota Kongres AS , Paul Findley (1921 – 2019) mengatakan dikeluarkannya Resolusi 242 oleh Dewan Kemanan PBB pada 22 November 1967, merupakan suatu prestasi diplomatik dalam konflik Arab - Israel .

Resolusi itu menekankan "tidak dapat diterimanya perebutan wilayah melalui perang" dan memuat rumusan yang sejak itu mendasari semua inisiatif perdamaian --tanah bagi perdamaian.

Hanya saja, mengomentari resolusi ini, Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin yang menjabat pada 1974 – 1977 mengatakan Resolusi PBB 242 memerlukan perundingan-perundingan antara kedua belah pihak.

"Ini omong kosong," tulis Paul Findley, dalam bukunya berjudul "Deliberate Deceptions: Facing the Facts about the U.S. - Israeli Relationship" yang diterjemahkan Rahmani Astuti menjadi "Diplomasi Munafik ala Yahudi - Mengungkap Fakta Hubungan AS-Israel" (Mizan, 1995).

Baca juga: 6 Omong Kosong Israel untuk Dirikan Negara Yahudi

Faktanya, ujar Paul Findley, tidak ada disebut-sebut tentang perundingan-perundingan langsung dalam resolusi itu atau perlunya diadakan perundingan-perundingan sebelum ditariknya pasukan Israel.

Dalam Resolusi itu hanya dinyatakan "meminta Sekretaris Jenderal untuk menunjuk seorang wakil khusus untuk pergi ke Timur Tengah guna menjalin dan menjaga kontak dengan negara-negara yang berkepentingan, untuk mencapai persetujuan dan membantu usaha-usaha mencari penyelesaian damai dan dapat diterima sesuai ketentuan-ketentuan dan prinsip-prinsip dalam resolusi ini."

Para pejabat AS diam-diam setuju dengan Israel bahwa harus diadakan perundingan-perundingan untuk mengawali penarikan Israel dari wilayah-wilayah yang direbut dalam perang. Tapi persepsi mereka tentang perundingan-perundingan itu sangat berbeda dari keyakinan Israel di kemudian hari.

Para pejabat AS secara naif beranggapan bahwa begitu resolusi PBB diterima, hanya perundingan-perundingan teknis dan singkat sajalah yang diperlukan antara Israel dan tetangga-tetangga Arabnya untuk melaksanakan rincian-rincian dari penarikan Israel.

Baca juga: Omong Kosong Israel dalam Perang 1967: Menuduh Arab Menyerang Duluan
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
20 Jemaah Haji Dirawat...
20 Jemaah Haji Dirawat di RS Arab Saudi, Penyebabnya Kelelahan
Ternyata Tanah Palestina...
Ternyata Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil, Begini Penjelasan Surat Al-Maidah Ayat 26
Apakah Israel akan Hancur?...
Apakah Israel akan Hancur? Ini Nubuat Surat Al-Isra Ayat 7
Israel dan Bani Israil:...
Israel dan Bani Israil: Serupa Tapi Tak Sama
Asal Muasal dan Sejarah...
Asal Muasal dan Sejarah Perintah Zakat, Simak Biar Lebih Paham!
Inilah Asal-Usul Bacaan...
Inilah Asal-Usul Bacaan Lafaz Niat Puasa Ramadan
Rekomendasi
Inilah Pergerakan Lempeng...
Inilah Pergerakan Lempeng Tektonik Bumi Selama 1,8 Miliar Tahun
Ukuran Gerbang Neraka...
Ukuran Gerbang Neraka Siberia Terdeteksi Bertambah 3 Kali Lipat
Setelah Rusia, Riset:...
Setelah Rusia, Riset: Gempa Bumi Besar Berikutnya di Kanada
Artikel Terkini
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam yang Penting Diketahui!
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran...
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran dalam Pergantian Tahun Baru Hijriyah
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Bulan Pertama Tahun Hijriah? Ini Sejarah dan Keistimewaannya
Jangan Salah Kaprah!...
Jangan Salah Kaprah! Begini Cara Menyambut Tahun Baru Islam Menurut Syariat
Infografis
Berjasa dalam Penemuan...
Berjasa dalam Penemuan Obat Kanker, 3 Ilmuwan Meraih Nobel Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved