Perbedaan Isra dan Mikraj Beserta Arti Kata dan Maknanya

Jum'at, 24 Januari 2025 - 06:40 WIB
loading...
Perbedaan Isra dan Mikraj...
Dua kata Isra dan Mikraj, memiliki arti yang berbeda, tetapi saling berhubungan dalam rangkaian perjalanan Nabi Muhammad SAW pada malam yang penuh mukjizat tersebut. Foto ilustrasi/ist
A A A
Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang selalu diperingati umat Muslim di seluruh dunia. Kedua istilah ini, "Isra" dan "Mikraj," memiliki arti yang berbeda, tetapi saling berhubungan dalam rangkaian perjalanan Nabi Muhammad SAW pada malam yang penuh mukjizat tersebut.

Artikel ini akan menjelaskan perbedaan Isra dan Mikraj secara mendalam, dengan tetap mengacu pada sumber-sumber terpercaya untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif.

Pengertian Isra dan Mikraj

KH Zakky Mubarak, Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), menjelaskan bahwa secara etimologi, Isra bermakna perjalanan malam, sedangkan Mikraj berarti naik ke atas. Dalam konteks peristiwa Isra dan Miraj, keduanya merupakan perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW yang diabadikan dalam Al-Qur'an dan menjadi salah satu tonggak sejarah penting dalam Islam.
Isra adalah perjalanan malam yang membawa Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem, Palestina.

Sebaliknya, Mikraj adalah peristiwa ketika Nabi Muhammad SAW dinaikkan dari Masjidil Aqsa menuju Sidratul Muntaha di langit ketujuh, tempat tertinggi yang hanya pernah dicapai oleh Nabi Muhammad SAW. Perbedaan ini tidak hanya terletak pada tujuan perjalanan, tetapi juga makna spiritual yang terkandung di dalamnya.

Perjalanan Isra: Dari Makkah ke Yerusalem

Menurut penjelasan Kementerian Agama RI, Isra adalah bagian pertama dari perjalanan Nabi Muhammad SAW. Dalam perjalanan ini, Nabi Muhammad SAW diberangkatkan oleh Allah SWT dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa dengan menaiki kendaraan yang disebut Buraq. Perjalanan ini disebutkan dalam Surah Al-Isra ayat 1:

"Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS Al-Isra: 1)

Dalam peristiwa ini, Allah SWT ingin menunjukkan hubungan spiritual antara Nabi Muhammad SAW dengan para nabi sebelumnya yang sebagian besar berdakwah di wilayah Palestina. Masjidil Aqsa sendiri adalah simbol persatuan umat Islam, Yahudi, dan Nasrani, mengingat sejarahnya sebagai tempat suci bagi ketiga agama samawi.

Perjalanan Mikraj: Dari Yerusalem ke Sidratul Muntaha

Setelah tiba di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW melanjutkan perjalanan spiritualnya dalam peristiwa Mikraj. Mikraj berasal dari kata "Urūj," yang berarti naik. Nabi Muhammad SAW dinaikkan oleh Allah SWT dari Masjidil Aqsa menuju Sidratul Muntaha, yang digambarkan dalam Al-Qur'an sebagai tempat paling tinggi di atas langit ketujuh. Di sinilah Nabi Muhammad SAW menerima perintah salat lima waktu langsung dari Allah SWT.

Para ulama tafsir, seperti Imam Al-Qurtubi, menggambarkan Sidratul Muntaha sebagai tempat yang penuh keindahan, tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata, dan hanya Nabi Muhammad SAW yang pernah mencapai tempat tersebut. Proses kenaikan ini juga diabadikan dalam Surah An-Najm ayat 13-18:

"Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratul Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal. (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya." (QS An-Najm: 13-18)

Hikmah dan Makna Isra dan Mikraj

Isra dan Miraj bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang penuh hikmah bagi Nabi Muhammad SAW dan umat Islam. Dalam peristiwa ini, terdapat dua hikmah utama:
Penyatuan Umat: Perjalanan ke Masjidil Aqsa menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW memiliki hubungan spiritual dengan para nabi sebelumnya. Ini menegaskan bahwa ajaran Islam adalah penyempurna dari ajaran-ajaran sebelumnya.

Tanda-tanda Kebesaran Allah SWT: Dalam perjalanan Mikraj, Nabi Muhammad SAW diperlihatkan tanda-tanda kebesaran Allah SWT, seperti Sidratul Muntaha dan surga. Hal ini menunjukkan kekuasaan Allah SWT yang tak terbatas.

Selain itu, perintah salat lima waktu yang diterima Nabi Muhammad SAW di Sidratul Muntaha adalah simbol dari hubungan langsung antara hamba dan Tuhannya. Awalnya, Nabi Muhammad SAW diperintahkan untuk melaksanakan salat 50 waktu sehari, tetapi setelah mendapat saran dari Nabi Musa AS, jumlah tersebut dikurangi menjadi lima waktu sehari, seperti yang dilaksanakan oleh umat Islam saat ini.

Penjelasan Isra dan Mikraj dalam Kitab-Kitab Klasik

Salah satu perbedaan utama antara Isra dan Mikraj adalah tempat asal dan tujuan perjalanannya. Isra terjadi di bumi, dimulai dari Masjidil Haram di Makkah dan berakhir di Masjidil Aqsa di Yerusalem. Sebaliknya, Mikraj adalah perjalanan menuju langit ketujuh dan Sidratul Muntaha.

Para ulama, seperti Imam Ibnu Katsir, menjelaskan bahwa perjalanan Isra adalah bukti kekuasaan Allah SWT di dunia, sementara Mikraj menunjukkan kebesaran Allah SWT di alam semesta. Dalam kitab tafsirnya, Ibnu Katsir menyebutkan bahwa peristiwa ini juga merupakan bentuk penghiburan bagi Nabi Muhammad SAW setelah mengalami tahun yang penuh duka, yaitu wafatnya Khadijah RA dan Abu Thalib.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Penasaran dengan Isi...
Penasaran dengan Isi Kakbah yang dijadikan Kiblat Salat? Simak Penjelasannya di Sini!
Pemberangkatan Jemaah...
Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang Kedua dari Makkah Menuju Madinah Dimulai 7 Juni
Cerita Unik Khalifah...
Cerita Unik Khalifah Al-Mahdi: Bangun Insfrastruktur Makkah dan Tradisi Parfum di Masjidil Haram
Wafat di Makkah saat...
Wafat di Makkah saat Beribadah Haji: Raih Pahala Syahid dan Beri Syafaat
Menelusuri Jejak Kehidupan...
Menelusuri Jejak Kehidupan Rasulullah di Museum Biografi Nabi Muhammad di Makkah
Cuaca Panas Ekstrem...
Cuaca Panas Ekstrem di Makkah dan Madinah, 67 Jemaah Haji Masih Jalani Perawatan
Rekomendasi
Dokter Temukan Jantung...
Dokter Temukan Jantung Kedua dalam Tubuh Manusia
Bagian Mars yang Hilang...
Bagian Mars yang Hilang Ditemukan di Bumi, Arkeolog Ungkap Fakta Ini
NASA Klaim Sisa-sisa...
NASA Klaim Sisa-sisa Banjir Besar Zaman Nabi Nuh dapat Dilihat dari Antariksa
Artikel Terkini
Kenali 7 Ciri Wanita...
Kenali 7 Ciri Wanita yang Tertipu Fitnah Dajjal di Akhir Zaman
Kumpulan Doa Menghadapi...
Kumpulan Doa Menghadapi Fitnah Akhir Zaman, Kaum Muslim Wajib Tahu
Pesugihan untuk Cepat...
Pesugihan untuk Cepat Kaya, Benarkah Bisa Mendatangkan Rezeki? Ini Penjelasan Islam
Pejabat yang Menyesal...
Pejabat yang Menyesal di Hari Kiamat, Siapa Saja Mereka?
Bolehkah Mengejar Jabatan...
Bolehkah Mengejar Jabatan dalam Islam? Ini Penjelasan Hadis dan Kisah Nabi Yusuf AS
Fitnah Kekuasaan: Bahaya...
Fitnah Kekuasaan: Bahaya Jabatan, Mengejar Dunia yang Tiada Akhir
Infografis
Mengenal Perbedaan Kambing...
Mengenal Perbedaan Kambing dan Domba untuk Hewan Kurban
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved