Catatan Sejarah: Omong Kosong Perdana Menteri Israel Levi Eshkol saat Perang Atrisi

Minggu, 15 Oktober 2023 - 06:51 WIB
loading...
Catatan Sejarah: Omong...
Perdana Menteri Israel (1963-1969) Levi Eshkol
A A A
Perang Atrisi berlangsung antara Israel dan Mesir dengan artileri dan komando sepanjang Terusan Suez di Semenanjung Sinai dan dengan misil dan pesawat perang di atas langit Mesir. Tidak pernah pertempuran berlangsung di dalam wilayah Israel sendiri.

"Pertikaian yang mendasarinya terletak pada kegigihan Israel untuk tetap bertahan di wilayah Mesir yang direbutnya pada 1967 dan usaha-usaha Mesir untuk mendapatkannya kembali," jelas Mantan anggota Kongres AS , Paul Findley (1921 – 2019).

Perdana Menteri Israel kala itu, Levi Eshkol, mengatakan, Israel mematuhi persetujuan gencatan senjata. "Pihak lain melanggarnya," ujarnya.

Paul Findley, dalam bukunya berjudul "Deliberate Deceptions: Facing the Facts about the U.S. - Israeli Relationship" yang diterjemahkan Rahmani Astuti menjadi "Diplomasi Munafik ala Yahudi - Mengungkap Fakta Hubungan AS-Israel" (Mizan, 1995) menyebutnya sebagai omong kosong.

Baca juga: 6 Omong Kosong Israel untuk Dirikan Negara Yahudi

Faktanya, ujar Paul Findley, kelanjutan dari gencatan senjata yang mengakhiri perang 1967 sejalan dengan kebijaksanaan ekspansionis Israel. Ini karena pertempuran berakhir dengan pasukan Israel ditempatkan di tanah yang dimiliki oleh semua tetangga Arab yang mengelilingi Israel kecuali Lebanon. Kepatuhan pada gencatan senjata karenanya berarti bahwa Israel dapat melanjutkan pendudukannya tanpa usaha serius dan sekaligus dapat menguasai tanah yang direbutnya.

Segera setelah perang 1967 Israel menjelaskan bahwa "posisi yang ada sekarang tidak akan pernah berubah lagi," dalam kata-kata Perdana Menteri Levi Eshkol.

Bagi orang-orang Arab, ini berarti pesan bahwa Israel berencana untuk mempertahankan tanah-tanah yang telah direbut dan bahwa satu-satunya jalan untuk membuat Israel menyerahkan wilayah-wilayah taklukannya sesuai dengan Resolusi PBB 242 adalah melalui tekanan militer.

Perang Atrisi berkembang dengan lambat. Satu langkah besar diambil satu tahun setelah perang 1967 ketika para penembak Israel melemparkan sekitar 450 granat artileri ke Terusan Suez di ujung selatan terusan itu, yang membunuh 43 orang sipil Mesir dan melukai 67 orang lainnya. Setidak-tidaknya seratus bangunan --rumah-rumah, toko-toko, sebuah masjid, sebuah gereja, sebuah gedung bioskop-- rusak atau hancur dalam bombardemen itu.

Baca juga: Omong Kosong Israel dalam Perang 1967: Menuduh Arab Menyerang Duluan

Israel mengatakan bahwa Mesir telah memulai insiden itu dengan menembaki pasukannya yang ditempatkan di Terusan Suez dan bahwa pasukan Israel telah menembaki Terusan Suez untuk membungkam senjata-senjata Mesir.

Sebelumnya kota itu dihuni 260.000 orang, namun setelah terjadinya bombardemen besar-besaran oleh Israel pada bulan Oktober, sekitar 200.000 orang pergi. Sejak itu sekitar 40.000 orang telah kembali, membuat penduduk kota tinggal sekitar 100.000 orang. Banyak di antaranya yang pergi setelah penembakan Israel pada pertengahan 1968.

Langkah besar lain untuk memulai perang adalah keputusan Israel dalam bulan September 1968 untuk membangun Bar-Lev Line sepanjang terusan. Ini merupakan sebuah sistem posisi militer yang dibentengi dengan sangat kuat sepanjang 101 mil yang dimaksudkan untuk menahan serangan artileri Mesir melintasi terusan.

Akan tetapi di mata Mesir itu merupakan ketetapan hati Israel untuk mempertahankan Sinai dengan menempatkan pasukan Israel di Terusan Suez secara permanen.

Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser berulang kali memperingatkan secara terbuka bahwa jika Israel meneruskan pendudukannya atas tanah Mesir dia akan menggunakan kekerasan untuk merebutnya kembali: "Prioritas pertama, prioritas mutlak dalam pertempuran ini adalah garis depan militer, sebab kita harus menyadari bahwa musuh tidak akan menarik diri kecuali jika kita memaksanya untuk mundur melalui pertempuran."

Nasser menerapkan kata-katanya dalam tindakan pada awal 1969 dengan melepaskan serangan-serangan artileri dan komando melawan kekuatan Israel di Sinai.

Baca juga: Paul Findley Sebut Daftar Omong Kosong Israel Dirikan Negara Yahudi di Bumi Palestina

Sebelum pertempuran berakhir, Israel menggunakan pesawat-pesawat perang F-4 buatan AS yang baru untuk melancarkan serangan-serangan hebat di dalam wilayah Mesir, yang menimbulkan kerusakan parah di kalangan penduduk sipil dan menyerang daerah-daerah dekat Kairo.

Uni Soviet menanggapi dengan mengirim pilot-pilot dan pesawat-pesawat Soviet untuk melindungi langit Mesir.

Sekali lagi, Timur Tengah mengancam akan melibatkan kedua adikuasa itu dalam suatu konfrontasi langsung. Masuknya Soviet mendorong Amerika Serikat untuk mengusahakan gencatan senjata, yang berhasil dicapai pada Agustus 1970.
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
20 Jemaah Haji Dirawat...
20 Jemaah Haji Dirawat di RS Arab Saudi, Penyebabnya Kelelahan
Ternyata Tanah Palestina...
Ternyata Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil, Begini Penjelasan Surat Al-Maidah Ayat 26
Apakah Israel akan Hancur?...
Apakah Israel akan Hancur? Ini Nubuat Surat Al-Isra Ayat 7
Israel dan Bani Israil:...
Israel dan Bani Israil: Serupa Tapi Tak Sama
Dompet Dhuafa Salurkan...
Dompet Dhuafa Salurkan 3.840 Paket Pangan untuk Warga Palestina
Tadabur Surat Al Maidah...
Tadabur Surat Al Maidah Ayat 21 : Perintah untuk Membela Palestina
Rekomendasi
Berkobar Sejak 1971,...
Berkobar Sejak 1971, Api Pintu Neraka Hampir Padam
Temuan Ini! Bikin Joe...
Temuan Ini! Bikin Joe Biden Yakin Banget Jakarta Tenggelam 10 Tahun Lagi
Fenomena Alam Cincin...
Fenomena Alam Cincin Hitam Muncul di Langit Disneyland
Artikel Terkini
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Islam Menganjurkan Pernikahan...
Islam Menganjurkan Pernikahan Diumumkan ke Publik, Begini Alasannya!
Adakah Hak atas Harta...
Adakah Hak atas Harta bagi Anak dan Istri Siri Bila Terjadi Perceraian?
Sah Tapi Beresiko, Ini...
Sah Tapi Beresiko, Ini Dampak Nikah Siri bagi Istri dan Anak
4 Jenis Nikah Siri Beserta...
4 Jenis Nikah Siri Beserta Hukumnya dalam Islam, Mana yang Sah dan Mana yang Tidak?
Bolehkah Pernikahan...
Bolehkah Pernikahan Siri Digugat Cerai? Ini Penjelasan Hukum Islam dan Aturan di Indonesia
Infografis
Benjamin Netanyahu Terpilih...
Benjamin Netanyahu Terpilih sebagai Perdana Menteri Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved