Catatan Perang Atrisi: Omong Kosong Perdana Menteri Israel Golda Meir

Minggu, 15 Oktober 2023 - 07:10 WIB
loading...
Catatan Perang Atrisi:...
Perdana Menteri Israel (1969 - 1974), Golda Meir. Foto: History
A A A
Perang Atrisi berlangsung antara Israel dan Mesir pada tahun 1969-1970. Perang ini menggunakan artileri dan komando sepanjang Terusan Suez di Semenanjung Sinai dan dengan misil dan pesawat perang di atas langit Mesir. "Pertikaian yang mendasarinya terletak pada kegigihan Israel untuk tetap bertahan di wilayah Mesir yang direbutnya pada 1967 dan usaha-usaha Mesir untuk mendapatkannya kembali," jelas Mantan anggota Kongres AS , Paul Findley (1921 – 2019).

Menurut catatan Paul Findley, kala itu Golda Meir, Perdana Menteri Israel melontarkan pernyataan: "Sejak Maret tahun ini Nasser (Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser) telah mengubah Terusan menjadi pusat agresi skala luas."

"Itu omong kosong," tulis Paul Findley, dalam bukunya berjudul "Deliberate Deceptions: Facing the Facts about the U.S. - Israeli Relationship" yang diterjemahkan Rahmani Astuti menjadi "Diplomasi Munafik ala Yahudi - Mengungkap Fakta Hubungan AS-Israel" (Mizan, 1995)

Baca juga: 6 Omong Kosong Israel untuk Dirikan Negara Yahudi

Faktanya, ujar Paul Findley, perang Atrisi dimulai secara sungguh-sungguh pada 8 Maret 1969, dengan serangan-serangan Mesir yang dilancarkan tiap hari pada Bar-Lev Line yang dibentengi dengan sangat kuat oleh Israel di tepi timur Terusan Suez.

Serangan-serangan itu secara khusus ditujukan pada pasukan Israel yang menduduki tanah Mesir. Tidak ada penduduk sipil Israel atau harta benda mereka yang terancam.

Hal ini sebagaimana dikatakan oleh ahli sejarah Lawrence Whetten: "Tujuan Arab melancarkan pertempuran adalah mengembalikan kehormatan bangsa dengan jalan mendapatkan kembali wilayah yang hilang."

Tembak-menembak artileri semakin gencar sehingga pada 7 Juli 1969 Sekretaris jenderal PBB U Thant memperingatkan bahwa tingkat kekerasan sepanjang Terusan Suez telah menjadi lebih parah dibanding masa-masa sebelumnya sejak perang 1967.

Perang itu mencakup berbagai serangan udara Israel terhadap penduduk sipil Mesir, meskipun Mesir tidak melancarkan serangan terhadap penduduk sipil Israel.

Israel menggunakan pesawat-pesawat perang F-4 buatan AS untuk melakukan penetrasi ke dalam wilayah Mesir, yang membunuh banyak penduduk sipil. Setidaknya 68 pekerja Mesir terbunuh dalam suatu serangan udara Israel pada Februari 1970, ketika pesawat-pesawat perang Israel membom sebuah pabrik besi tua di Abu Zambal, lima belas mil sebelah timur laut Kairo; dan empat puluh enam anak-anak terbunuh pada 8 April dalam suatu serangan pada sebuah sekolah dasar di Bahr Al-Bakr.

Baca juga: Omong Kosong Israel dalam Perang 1967: Menuduh Arab Menyerang Duluan

Kegagalan

Pada akhir Perang Atrisi pada Agustus 1970, Israel secara resmi menyatakan bahwa ia telah menang sebab pasukannya masih berdiri di atas wilayah Mesir di tepi timur Terusan Suez.

Hanya saja para pemimpin militer Israel menganggap perang itu sebagai yang pertama di mana kekuatan Israel berhasil dikalahkan. Salah satu kegagalan dasar kepemimpinan terletak pada ketidakmampuan untuk memahami bahwa Mesir tidak bisa menyetujui pendudukan Israel yang berkelanjutan atas tanahnya.

Ahli sejarah militer Israel Yaacov Bar-Siman-Tov setuju bahwa ada kegagalan-kegagalan besar di pihak Israel: "Kesalahan-kesalahan besar Israel di bidang politik dan militer dalam Perang Yom Kippur [1973] berakar pada evaluasi yang keliru atas hasil-hasil Perang Atrisi."

Apa pun pelajaran yang dapat diambil, harga yang harus dibayar akibat penolakan Israel untuk menghentikan penaklukan-penaklukan militernya sangat tinggi. Kerugian Mesir setidak-tidaknya adalah 5.000 orang yang terbunuh semasa perang. Korban di pihak Israel lebih dari 1.800 orang, termasuk 400 orang yang meninggal.

Baca juga: Paul Findley Sebut Daftar Omong Kosong Israel Dirikan Negara Yahudi di Bumi Palestina
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Sejarah Perang Al-Abwa:...
Sejarah Perang Al-Abwa: Perang Pertama dalam Islam yang Terjadi pada Bulan Safar
Bukan Perintah Menyerang,...
Bukan Perintah Menyerang, Ini Ayat Al-Quran yang Mengizinkan Perang
Jejak Diplomasi Nabi...
Jejak Diplomasi Nabi Muhammad SAW dalam Peperangan Islam, dari Perjanjian Hudaibiyah hingga Fathu Makkah
20 Jemaah Haji Dirawat...
20 Jemaah Haji Dirawat di RS Arab Saudi, Penyebabnya Kelelahan
Jejak Para Singa Allah:...
Jejak Para Singa Allah: Deretan Panglima Perang Terhebat dalam Sejarah Islam
Ternyata Tanah Palestina...
Ternyata Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil, Begini Penjelasan Surat Al-Maidah Ayat 26
Rekomendasi
Fenomena Alam Ini yang...
Fenomena Alam Ini yang Menyebabkan Gunung-gunung Beterbangan saat Kiamat
13 Gempa Bumi Berkuatan...
13 Gempa Bumi Berkuatan di Atas 8 SR yang Pernah Guncang Dunia
Diterjang Badai Debu,...
Diterjang Badai Debu, Astronot Deteksi Petir di Mars
Artikel Terkini
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Islam Menganjurkan Pernikahan...
Islam Menganjurkan Pernikahan Diumumkan ke Publik, Begini Alasannya!
Adakah Hak atas Harta...
Adakah Hak atas Harta bagi Anak dan Istri Siri Bila Terjadi Perceraian?
Sah Tapi Beresiko, Ini...
Sah Tapi Beresiko, Ini Dampak Nikah Siri bagi Istri dan Anak
4 Jenis Nikah Siri Beserta...
4 Jenis Nikah Siri Beserta Hukumnya dalam Islam, Mana yang Sah dan Mana yang Tidak?
Bolehkah Pernikahan...
Bolehkah Pernikahan Siri Digugat Cerai? Ini Penjelasan Hukum Islam dan Aturan di Indonesia
Infografis
Perdana Menteri Inggris...
Perdana Menteri Inggris Baru Keir Starmer Mulai Bertugas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved