Bantahan Al-Qur'an Atas Klaim Yahudi yang Menganggap Umat Pilihan
Minggu, 15 Oktober 2023 - 21:49 WIB
loading...
Keyakinan umat Yahudi yang menganggap mereka adalah umat dan bangsa pilihan dibantah langsung oleh Allah Taala dalam Al-Quran. Foto/ist
A
A
A
Klaim Yahudi yang menganggap mereka sebagai umat pilihan merupakan kekeliruan besar. Hal ini dibantah langsung oleh Allah 'Azza wa Jalla dalam Al-Qur'an.
Dalam Buku "Dajjal (Anti-Kristus), Al-Qur'an dan Awal Zaman", Cendekiawan Trinidad dan Tobago Syaikh Imran N Hosein mengulas keyakinan sesat umat Yahudi ini. Al-Qur'an sendiri telah banyak menceritakan karakter Yahudi yang fasik, selalu membangkang dan melampaui batas. Salah satunya mempercayai dan meyakini bahwa umat Yahudi adalah kaum dan bangsa pilihan Tuhan Yang Maha Esa.
Mari kita simak bantahan langsung Al-Qur'an atas kekeliruan kaum Yahudi ini. Mereka (kaum Yahudi) percaya bahwa mereka adalah kaum pilihan sebagai bentuk keistimewaan dibandingkan bangsa manusia lainnya. Al-Qur'an menolak keyakinan ini. Berikut firman Allah yang menentang mereka sebagai bangsa pilihan:
Artinya: "Katakanlah (Muhammad), "Wahai orang-orang Yahudi! Jika kamu mengira bahwa kamulah kekasih Allah, bukan orang-orang yang lain, maka harapkanlah kematianmu, jika kamu orang yang benar." (QS Al-Jumuah Ayat 6)
Di ayat lain Allah menegaskan kekeliruan orang Yahudi dan Nasrani yang mengklaim mereka adalah anak-anak Allah. Na'udzubillahi min dzalik.
وَقَالَتِ الۡيَهُوۡدُ وَالنَّصٰرٰى نَحۡنُ اَبۡنٰٓؤُا اللّٰهِ وَاَحِبَّآؤُهٗ ؕ قُلۡ فَلِمَ يُعَذِّبُكُمۡ بِذُنُوۡبِكُمۡؕ بَلۡ اَنۡـتُمۡ بَشَرٌ مِّمَّنۡ خَلَقَ ؕ يَغۡفِرُ لِمَنۡ يَّشَآءُ وَيُعَذِّبُ مَنۡ يَّشَآءُ ؕ وَلِلّٰهِ مُلۡكُ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا وَاِلَيۡهِ الۡمَصِيۡرُ
Artinya: "Orang Yahudi dan Nasrani berkata, "Kami adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya." Katakanlah, "Mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu? Tidak, kamu adalah manusia (biasa) di antara orang-orang yang Dia ciptakan. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan menyiksa siapa yang Dia kehendaki. Dan milik Allah seluruh kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Dan kepada-Nya semua akan kembali." (QS. Al-Maidah Ayat 18)
Kaum Yahudi Menunggu Dajjal
Sebagai akibat dari keyakinan (keliru) bahwa mereka adalah bangsa pilihan, sudah jelas bagi mereka bahwa Al-Masih (juru selamat) pasti berasal dari bangsa pilihan. Maka dari itu ia haruslah seorang Yahudi. Sementara Nabi Muhammad ﷺ bukanlah orang Yahudi!
Syaikh Imran Hosein mengatakan bahwa kaum Yahudi sangat menanti kedatangan Dajjal untuk mengembalikan Kejayaan Israel. Mereka percaya bahwa kedatangan Al-Masih akan membawa kembalinya masa keemasan yang pernah mereka nikmati ketika Tuhan memilih David (Nabi Daud), sebagai seorang Raja dan penguasa yang kuat. Negara itu selanjutnya menjadi negeri adidaya pada periode kepemimpinan anaknya, Solomon, (Nabi Sulaiman)
Maka kita dapat menarik kesimpulan bahwa bangsa Yahudi menunggu Al-Masih yang akan mengembalikan Israel Suci sebagai negara adidaya. Garis silsilahnya bisa dilacak sampai ke Daud, Raja Israel yang dipilih Tuhan. Bangsa Yahudi pun mengharapkan dia menunjukkan kekuatan unik yang dimiliki oleh Daud dan Sulaiman.
Dalam Buku "Dajjal (Anti-Kristus), Al-Qur'an dan Awal Zaman", Cendekiawan Trinidad dan Tobago Syaikh Imran N Hosein mengulas keyakinan sesat umat Yahudi ini. Al-Qur'an sendiri telah banyak menceritakan karakter Yahudi yang fasik, selalu membangkang dan melampaui batas. Salah satunya mempercayai dan meyakini bahwa umat Yahudi adalah kaum dan bangsa pilihan Tuhan Yang Maha Esa.
Mari kita simak bantahan langsung Al-Qur'an atas kekeliruan kaum Yahudi ini. Mereka (kaum Yahudi) percaya bahwa mereka adalah kaum pilihan sebagai bentuk keistimewaan dibandingkan bangsa manusia lainnya. Al-Qur'an menolak keyakinan ini. Berikut firman Allah yang menentang mereka sebagai bangsa pilihan:
قُلۡ يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ هَادُوۡۤا اِنۡ زَعَمۡتُمۡ اَنَّكُمۡ اَوۡلِيَآءُ لِلّٰهِ مِنۡ دُوۡنِ النَّاسِ فَتَمَنَّوُا الۡمَوۡتَ اِنۡ كُنۡتُمۡ صٰدِقِيۡنَ
Artinya: "Katakanlah (Muhammad), "Wahai orang-orang Yahudi! Jika kamu mengira bahwa kamulah kekasih Allah, bukan orang-orang yang lain, maka harapkanlah kematianmu, jika kamu orang yang benar." (QS Al-Jumuah Ayat 6)
Di ayat lain Allah menegaskan kekeliruan orang Yahudi dan Nasrani yang mengklaim mereka adalah anak-anak Allah. Na'udzubillahi min dzalik.
وَقَالَتِ الۡيَهُوۡدُ وَالنَّصٰرٰى نَحۡنُ اَبۡنٰٓؤُا اللّٰهِ وَاَحِبَّآؤُهٗ ؕ قُلۡ فَلِمَ يُعَذِّبُكُمۡ بِذُنُوۡبِكُمۡؕ بَلۡ اَنۡـتُمۡ بَشَرٌ مِّمَّنۡ خَلَقَ ؕ يَغۡفِرُ لِمَنۡ يَّشَآءُ وَيُعَذِّبُ مَنۡ يَّشَآءُ ؕ وَلِلّٰهِ مُلۡكُ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا وَاِلَيۡهِ الۡمَصِيۡرُ
Artinya: "Orang Yahudi dan Nasrani berkata, "Kami adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya." Katakanlah, "Mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu? Tidak, kamu adalah manusia (biasa) di antara orang-orang yang Dia ciptakan. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan menyiksa siapa yang Dia kehendaki. Dan milik Allah seluruh kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Dan kepada-Nya semua akan kembali." (QS. Al-Maidah Ayat 18)
Kaum Yahudi Menunggu Dajjal
Sebagai akibat dari keyakinan (keliru) bahwa mereka adalah bangsa pilihan, sudah jelas bagi mereka bahwa Al-Masih (juru selamat) pasti berasal dari bangsa pilihan. Maka dari itu ia haruslah seorang Yahudi. Sementara Nabi Muhammad ﷺ bukanlah orang Yahudi!
Syaikh Imran Hosein mengatakan bahwa kaum Yahudi sangat menanti kedatangan Dajjal untuk mengembalikan Kejayaan Israel. Mereka percaya bahwa kedatangan Al-Masih akan membawa kembalinya masa keemasan yang pernah mereka nikmati ketika Tuhan memilih David (Nabi Daud), sebagai seorang Raja dan penguasa yang kuat. Negara itu selanjutnya menjadi negeri adidaya pada periode kepemimpinan anaknya, Solomon, (Nabi Sulaiman)
Maka kita dapat menarik kesimpulan bahwa bangsa Yahudi menunggu Al-Masih yang akan mengembalikan Israel Suci sebagai negara adidaya. Garis silsilahnya bisa dilacak sampai ke Daud, Raja Israel yang dipilih Tuhan. Bangsa Yahudi pun mengharapkan dia menunjukkan kekuatan unik yang dimiliki oleh Daud dan Sulaiman.
Lihat Juga :