Kisah Kaum Yahudi Membuat Perjanjian Damai dengan Rasulullah SAW
Senin, 16 Oktober 2023 - 10:10 WIB
loading...
A
A
A
Dalam riwayat pertama disebutkan, “Mereka setuju, dan sebuah dokumen pun ditulis antara mereka dan beliau.”
Adapun dalam riwayat kedua, “Tak lama berselang, beliau menuliskan piagam perdamaian, sebuah piagam antara dirinya, orang-orang Yahudi, dan kaum muslimin secara umum.”
Dan, dalam riwayat ketiga, “Rasulullah mengajak mereka merumuskan sebuah piagam yang berisi solusi atas berbagai urusan manusia.”
Setelah Perang Badar
Hanya saja, Muhammad bin Ka'ab atau Ibnu Ka'ab al-Quradhi menuturkan bahwa setibanya Rasulullah di Madinah, seluruh Yahudi membuat perjanjian damai dengan beliau. Mereka menuliskan sebuah dokumen kesepakatan. Peristiwa ini terjadi diperkirakan setelah Rasulullah SAW dan kaum muslimin berhasil mengalahkan kafir Quraisy dalam perang Badar.
Beliau menyamakan setiap kelompok beserta sekutu masing-masing untuk kemudian menyepakati jaminan keamanan antara pihaknya dan pihak mereka dengan beberapa persyaratan. "Salah satu syarat yang diajukan adalah mereka tidak boleh membantu musuh dalam upaya menyerang beliau," tulis Dr Muhammad bin Fariz al-Jamil, dalam bukunya yang diterjemahkan Indi Aunullah berjudul "Nabi Muhammad dan Yahudi Madinah".
Al-Quradhi tidak memerinci waktu terjadinya kesepakatan tersebut, apakah segera setelah Rasulullah tiba di Madinah atau setelah Perang Badar. "Adapun menurut hemat saya, berdasarkan rangkaian berbagai peristiwa, kesepakatan umum dengan orang-orang Yahudi terjadi setelah peristiwa di Badar, barangkali tak lama setelah penulisan dokumen antara kaum Muhajirin dan Anshar," ujar al-Jamil.
Baca juga: Piagam Madinah: Bukan Sekadar Perjanjian dengan Kaum Yahudi
Menurutnya, yang patut diperhatikan dalam riwayat Ibnu Ka'ab itu adalah kalimat, “Beliau menyamakan setiap kelompok beserta sekutu masing-masing”.
Tampaknya, kata al-Jamil, rahasia keberhasilan sang Nabi dalam membuat kesepakatan dengan orang-orang Yahudi terletak pada cakupannya.
Adapun dalam riwayat kedua, “Tak lama berselang, beliau menuliskan piagam perdamaian, sebuah piagam antara dirinya, orang-orang Yahudi, dan kaum muslimin secara umum.”
Dan, dalam riwayat ketiga, “Rasulullah mengajak mereka merumuskan sebuah piagam yang berisi solusi atas berbagai urusan manusia.”
Setelah Perang Badar
Hanya saja, Muhammad bin Ka'ab atau Ibnu Ka'ab al-Quradhi menuturkan bahwa setibanya Rasulullah di Madinah, seluruh Yahudi membuat perjanjian damai dengan beliau. Mereka menuliskan sebuah dokumen kesepakatan. Peristiwa ini terjadi diperkirakan setelah Rasulullah SAW dan kaum muslimin berhasil mengalahkan kafir Quraisy dalam perang Badar.
Beliau menyamakan setiap kelompok beserta sekutu masing-masing untuk kemudian menyepakati jaminan keamanan antara pihaknya dan pihak mereka dengan beberapa persyaratan. "Salah satu syarat yang diajukan adalah mereka tidak boleh membantu musuh dalam upaya menyerang beliau," tulis Dr Muhammad bin Fariz al-Jamil, dalam bukunya yang diterjemahkan Indi Aunullah berjudul "Nabi Muhammad dan Yahudi Madinah".
Al-Quradhi tidak memerinci waktu terjadinya kesepakatan tersebut, apakah segera setelah Rasulullah tiba di Madinah atau setelah Perang Badar. "Adapun menurut hemat saya, berdasarkan rangkaian berbagai peristiwa, kesepakatan umum dengan orang-orang Yahudi terjadi setelah peristiwa di Badar, barangkali tak lama setelah penulisan dokumen antara kaum Muhajirin dan Anshar," ujar al-Jamil.
Baca juga: Piagam Madinah: Bukan Sekadar Perjanjian dengan Kaum Yahudi
Menurutnya, yang patut diperhatikan dalam riwayat Ibnu Ka'ab itu adalah kalimat, “Beliau menyamakan setiap kelompok beserta sekutu masing-masing”.
Tampaknya, kata al-Jamil, rahasia keberhasilan sang Nabi dalam membuat kesepakatan dengan orang-orang Yahudi terletak pada cakupannya.
Lihat Juga :