Kisah Kaum Yahudi Membuat Perjanjian Damai dengan Rasulullah SAW

Senin, 16 Oktober 2023 - 10:10 WIB
loading...
Kisah Kaum Yahudi Membuat...
Madinah tahun 1907 koleksi kartu pos Grenville Collins.Foto/Ilustrasi: Ist
A A A
Di pagi hari ketika Ka'ab bin al-Asyraf dibunuh, orang-orang Yahudi dan kaum musyrikin sekutu mereka ketakutan. Lalu mereka mendatangi Nabi Muhammad SAW dan berkata, “Kawan kami tadi malam diserang. Dia salah seorang pemimpin kami. Sepanjang yang kami ketahui, dia dibunuh tanpa berbuat kesalahan ataupun mengalami suatu peristiwa.”

Rasulullah SAW menanggapi, “Seandainya dia diam seperti orang lain yang berpendapat sama, dia tidak akan terbunuh...” Lalu, beliau mengajak mereka menuliskan kesepakatan yang harus dipatuhi bersama-sama. Mereka setuju, dan sebuah dokumen pun ditulis antara mereka dan beliau di bawah pohon di rumah Ramlah binti al-Harits.

Baca juga: Inilah Asal-usul Yahudi Madinah yang Terusir dalam Perang Khaibar

Abu Dawud as-Sijistani menuturkan sebuah riwayat dari Ibnu Ka'ab bin Malik dari ayahnya mengenai insiden pembunuhan Ka'ab bin al-Asyraf. Dalam riwayat ini dituturkan, setelah mereka membunuhnya, orang-orang Yahudi dan musyrikin ketakutan.

Pagi harinya mereka mendatangi Nabi dan mengadu, “Sahabat kami diserang dan dibunuh.”

Seusai memberikan tanggapan, beliau mengajak mereka menuliskan sebuah perjanjian untuk ditaati kedua belah pihak. Tak lama berselang, beliau menuliskan piagam perdamaian antara dirinya, orang-orang Yahudi, dan kaum muslimin secara umum.”

Di sini, kata al-Jamil, kita harus memperhatikan frasa “piagam perdamaian antara dirinya, orang-orang Yahudi, dan kaum muslimin secara umum” karena tidak sekadar menyebutkan “antara Nabi dan orang-orang Yahudi”.

Ibnu Syabah menuturkan riwayat yang sama, mengenai pembunuhan Ka'ab bin al-Asyraf, tetapi dengan sedikit perbedaan. Dalam riwayatnya disebutkan, “Rasulullah mengajak mereka merumuskan sebuah piagam yang berisi solusi atas berbagai urusan manusia, terutama antara mereka, dirinya, dan kaum muslimin.”

Baca juga: Kesaksian Shafiyah: Ini Mengapa sang Ayah yang Tokoh Yahudi Madinah Menolak Masuk Islam

Al-Jamil mengatakan terlihat jelas dari ketiga riwayat di atas, ada tiga versi berbeda mengenai Piagam Madinah: dokumen yang ditulis antara Rasulullah, orang-orang Yahudi, dan kaum musyrikin sekutu mereka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Khotbah Iduladha di...
Khotbah Iduladha di Lapangan Masjid Agung Al Azhar, Din Syamsuddin Tekankan Pentingnya Persatuan Umat Islam
Menjadikan Rasulullah...
Menjadikan Rasulullah SAW sebagai Kiblat Ekonomi Umat
Puluhan Jemaah Haji...
Puluhan Jemaah Haji Mengeluh Kesehatannya saat Tiba di Madinah, 10 Dirawat di RS Arab Saudi
Inilah Kemulian Wafat...
Inilah Kemulian Wafat di Tanah Suci Berdasarkan Hadis Nabi SAW
22 Ribu Jemaah Haji...
22 Ribu Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah
1.723 Jemaah dan Petugas...
1.723 Jemaah dan Petugas Haji Asal Embarkasi Jakarta Pondok Gede Tiba Madinah
Rekomendasi
73.000 Penduduk Brasil...
73.000 Penduduk Brasil Terancam Ditelan Bumi
Masya Allah! Inilah...
Masya Allah! Inilah Gunung Pelangi China, Fenomena Alam yang Disebutkan dalam Al-Quran
Jejak Kaki Dinosaurus...
Jejak Kaki Dinosaurus Berukuran Sangat Besar Ditemukan di Inggris
Artikel Terkini
Tafsir Surat Al Kahfi...
Tafsir Surat Al Kahfi Ayat 1-10 : Siapa yang Rutin Membacanya akan Dilindungi dari Dajjal
Mengapa Al-Quran Tidak...
Mengapa Al-Qur'an Tidak Menyebut Dajjal? Ini Penjelasan dan Hikmah di Baliknya
Siapa Pengikut Dajjal?...
Siapa Pengikut Dajjal? Hadis Rasulullah Menyebut 70.000 Kaum Yahudi dan Perempuan
Hadis-hadis yang Menjelaskan...
Hadis-hadis yang Menjelaskan Tentang Pengikut Dajjal
Kenali 7 Ciri Wanita...
Kenali 7 Ciri Wanita yang Tertipu Fitnah Dajjal di Akhir Zaman
Doa-doa Bakda Ashar...
Doa-doa Bakda Ashar di Hari Jumat, Jangan Lupa Amalkan!
Infografis
10 Negara Mayoritas...
10 Negara Mayoritas Muslim dengan Personel Militer Terbanyak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved