Negara Israel, Hadiah Inggris untuk Kaum Yahudi
Selasa, 17 Oktober 2023 - 11:37 WIB
loading...
A
A
A
Pihak Inggris membayangkan bahwasanya tanah air Yahudi akan menjadi dalih bagi klaim Inggris untuk menguasai negeri ini. Mereka juga membayangkan bahwasanya mereka akan menggalang dukungan dari warga Yahudi di Rusia dan Amerika dalam peperangan mereka dan menghalangi inisiatif yang sama dari pihak Jerman.
Ira M. Lapidus dalam buku berjudul "Sejarah Sosial Ummat Islam" mengatakan dalam melaksanakan maksudnya ini, mereka mengabaikan komitmen terhadap bangsa Arab. Seusai peperangan, Liga Bangsa-Bangsa mengesahkan mandat kepada Inggris untuk merealisasikan tujuan pembangunan sebuah tanah air nasional bangsa Yahudi.
Pada Perang Dunia I (1914-1918), Turki Utsmani bergabung dengan Poros sentral (Jerman, Austria-Hungaria) melawan sekutu. Namun pada 1916, Inggris dan Prancis bersekongkol untuk membagi wilayah Timur Tengah dan terkenal dalam Perjanjian Sykes Picot.
Baca juga: Kisah Zionis Menekan Sultan Ottoman untuk Menguasai Bumi Palestina
Dalam Deklarasi Balfour tahun 1917, Inggris mendukung pembentukan Negara Yahudi di tanah Palestina.
Setelah Deklarasi Balfour pada 2 Nopember 1917 gerakan Zionisme mulai mendorong migrasi kaum Yahudi ke Palestina. Sesuai keputusan Konferensi Zionisme Internasional ke-1 di Bazel pada 1897 gerakan migrasi dan penguasaan tanah Palestina.
Lima Cara
ZA Maulani dalam buku "Zionisme: Gerakan menaklukkan Dunia" menyebut gerakan ini dilakukan dengan 5 cara sebagai berikut:
Pertama, pembelian tanah orang Arab Palestina secara besar-besaran untuk membangun pemukiman Yahudi. Dana untuk pembelian tanah dari orang Arab-Palestina cukup besar, tetapi ternyata animo orang Yahudi untuk bermigrasi ke Palestina sangat rendah. Untuk memaksa orang Yahudi bermigrasi, kaum Zionis terpaksa melakukan tindakan kedua.
Kedua, melakukan terorgelap terhadap orang-orang Yahudi sendiri di Eropa, untuk memaksa mereka mau ber-eksodus ke Palestina.
Ketiga, selain itu kaum Zionis juga melakukan embargo terhadap pemukiman Arab-Palestina dengan menutup jalur suplai kebutuhan sehari-hari dan kadangkala dengan cara-cara intimidasi, sehingga mereka jatuh miskin dan terpaksa atau dipaksa menjual tanah atau berpindah tempat meninggalkan kampung halaman mereka.
Keempat, di samping itu gerombolan-gerombolan teroris Zionis seperti Haganah, Stern Gang, Bachnach, Irgun Levi L’ummi, dan sebagainya, secara terus-menerus melakukan teror dan pembunuhan gelap terhadap orang Arab-Palestina untuk memaksa mereka meninggalkan tanah dan tempat tinggalnya. Tindakan itu dilakukan sejak tahun 1920 sampai dengan sekarang.
Ira M. Lapidus dalam buku berjudul "Sejarah Sosial Ummat Islam" mengatakan dalam melaksanakan maksudnya ini, mereka mengabaikan komitmen terhadap bangsa Arab. Seusai peperangan, Liga Bangsa-Bangsa mengesahkan mandat kepada Inggris untuk merealisasikan tujuan pembangunan sebuah tanah air nasional bangsa Yahudi.
Pada Perang Dunia I (1914-1918), Turki Utsmani bergabung dengan Poros sentral (Jerman, Austria-Hungaria) melawan sekutu. Namun pada 1916, Inggris dan Prancis bersekongkol untuk membagi wilayah Timur Tengah dan terkenal dalam Perjanjian Sykes Picot.
Baca juga: Kisah Zionis Menekan Sultan Ottoman untuk Menguasai Bumi Palestina
Dalam Deklarasi Balfour tahun 1917, Inggris mendukung pembentukan Negara Yahudi di tanah Palestina.
Setelah Deklarasi Balfour pada 2 Nopember 1917 gerakan Zionisme mulai mendorong migrasi kaum Yahudi ke Palestina. Sesuai keputusan Konferensi Zionisme Internasional ke-1 di Bazel pada 1897 gerakan migrasi dan penguasaan tanah Palestina.
Lima Cara
ZA Maulani dalam buku "Zionisme: Gerakan menaklukkan Dunia" menyebut gerakan ini dilakukan dengan 5 cara sebagai berikut:
Pertama, pembelian tanah orang Arab Palestina secara besar-besaran untuk membangun pemukiman Yahudi. Dana untuk pembelian tanah dari orang Arab-Palestina cukup besar, tetapi ternyata animo orang Yahudi untuk bermigrasi ke Palestina sangat rendah. Untuk memaksa orang Yahudi bermigrasi, kaum Zionis terpaksa melakukan tindakan kedua.
Kedua, melakukan terorgelap terhadap orang-orang Yahudi sendiri di Eropa, untuk memaksa mereka mau ber-eksodus ke Palestina.
Ketiga, selain itu kaum Zionis juga melakukan embargo terhadap pemukiman Arab-Palestina dengan menutup jalur suplai kebutuhan sehari-hari dan kadangkala dengan cara-cara intimidasi, sehingga mereka jatuh miskin dan terpaksa atau dipaksa menjual tanah atau berpindah tempat meninggalkan kampung halaman mereka.
Keempat, di samping itu gerombolan-gerombolan teroris Zionis seperti Haganah, Stern Gang, Bachnach, Irgun Levi L’ummi, dan sebagainya, secara terus-menerus melakukan teror dan pembunuhan gelap terhadap orang Arab-Palestina untuk memaksa mereka meninggalkan tanah dan tempat tinggalnya. Tindakan itu dilakukan sejak tahun 1920 sampai dengan sekarang.
Lihat Juga :