3 Aliran Pemikiran dan Gerakan Agama Yahudi di Dunia
Rabu, 18 Oktober 2023 - 10:41 WIB
loading...
A
A
A
Yahudi Reformasi
Dari tipologi aliran keagamaan Yahudi menurut Neusner, Yahudi Pembaharu (Reformasi) hadir dalam bagian awal abad kesembilan belas untuk mengekspresikan dan menciptakan perubahan dalam liturgi, kemudian doktrin dan cara hidup menerima Judaisme dari dua Torah (Torah Lisan maupun Tertulis, Tannakh dan Talmud).
Yahudi Pembaharu mengakui legitimasi penciptaan perubahan dan menghormati perubahan sebagai pembaharuan, menghasilkan pembaharuan.
Aliran kedua adalah reaksi terhadap Yahudi Pembaharuan, yang disebut Yahudi Ortodoks. Aliran ini dalam banyak cara meneruskan Judaisme dua Torah, tapi dalam beberapa cara sama selektifnya elemen-elemen Judaisme dengan Yahudi Pembaharuan.
Yahudi Ortodoks mencapai ekspresi sistematis pertamanya dalam pertengahan abad kesembilan belas. Aliran ini menyampaikan persoalan yang sama, yaitu perubahan, dan menggenggam Judaisme terletak di luar sejarah; ia menjadi karya Yahweh; ia merupakan seperangkat fakta dari tatanan yang sama sebagai fakta alam.
"Jadi, perubahan bukan pembaharuan, dan Yahudi Pembaharuan bukan Yahudi, begitu pula Ortodoksi," ujar Jacob Neusner.
Baca juga: Perbedaan Yahudi Ortodoks dan Sabbatianisme di Israel
Aliran ketiga, yaitu Yahudi Konservatif. Aliran ini berada di dalam garis dan sedikit setelah Yahudi Ortodoks telah menjadi Yahudi Historis yang positif. Ia menduduki pusat antara dua aliran Yahudi lainnya dari kelanjutan (kontinuasi) dua Torah.
Aliran Yahudi ini berpendirian bahwa perubahan dapat menjadi pembaharuan, tetapi dengan mengacu prinsip-prinsip di mana perubahan yang absah (legitimate) dapat dipisahkan dari perubahan yang tidak absah.
Yahudi Konservatif ingin menemukan prinsip-prinsip itu melalui kajian historis. Dalam sebuah masa fakta-fakta historis yang diambil untuk mewakili kebenaran-kebenaran teologis dan historisisme Yahudi Konservatif sangat membosankan.
Yahudi Ortodoks Modern
Arey Fishman dalam "Modern Orthodox Judaism: A Study in Ambivalence" menyebut satu aliran lagi yakni Yahudi Ortodoks Modern. Menurutnya, aliran ini muncul pada sepertiga kedua abad ke-19 dengan bangkitnya Pencerahan dan Emansipasi Yahudi di Eropa Barat.
Hingga kemudian Judaisme menjadi tradisional sama sekali. Ia menjadi Yahudi ghetto (pemukiman/kampung Yahudi), yaitu ghetto tidak hanya dalam arti kehidupan fisik di dalam tempat-tempat tinggal yang tersegregasi (terpisah), pemisahan dari masyarakat non-Yahudi (gentile), tetapi ghetto dalam pengertian spiritualpsikologis.
Dari tipologi aliran keagamaan Yahudi menurut Neusner, Yahudi Pembaharu (Reformasi) hadir dalam bagian awal abad kesembilan belas untuk mengekspresikan dan menciptakan perubahan dalam liturgi, kemudian doktrin dan cara hidup menerima Judaisme dari dua Torah (Torah Lisan maupun Tertulis, Tannakh dan Talmud).
Yahudi Pembaharu mengakui legitimasi penciptaan perubahan dan menghormati perubahan sebagai pembaharuan, menghasilkan pembaharuan.
Aliran kedua adalah reaksi terhadap Yahudi Pembaharuan, yang disebut Yahudi Ortodoks. Aliran ini dalam banyak cara meneruskan Judaisme dua Torah, tapi dalam beberapa cara sama selektifnya elemen-elemen Judaisme dengan Yahudi Pembaharuan.
Yahudi Ortodoks mencapai ekspresi sistematis pertamanya dalam pertengahan abad kesembilan belas. Aliran ini menyampaikan persoalan yang sama, yaitu perubahan, dan menggenggam Judaisme terletak di luar sejarah; ia menjadi karya Yahweh; ia merupakan seperangkat fakta dari tatanan yang sama sebagai fakta alam.
"Jadi, perubahan bukan pembaharuan, dan Yahudi Pembaharuan bukan Yahudi, begitu pula Ortodoksi," ujar Jacob Neusner.
Baca juga: Perbedaan Yahudi Ortodoks dan Sabbatianisme di Israel
Aliran ketiga, yaitu Yahudi Konservatif. Aliran ini berada di dalam garis dan sedikit setelah Yahudi Ortodoks telah menjadi Yahudi Historis yang positif. Ia menduduki pusat antara dua aliran Yahudi lainnya dari kelanjutan (kontinuasi) dua Torah.
Aliran Yahudi ini berpendirian bahwa perubahan dapat menjadi pembaharuan, tetapi dengan mengacu prinsip-prinsip di mana perubahan yang absah (legitimate) dapat dipisahkan dari perubahan yang tidak absah.
Yahudi Konservatif ingin menemukan prinsip-prinsip itu melalui kajian historis. Dalam sebuah masa fakta-fakta historis yang diambil untuk mewakili kebenaran-kebenaran teologis dan historisisme Yahudi Konservatif sangat membosankan.
Yahudi Ortodoks Modern
Arey Fishman dalam "Modern Orthodox Judaism: A Study in Ambivalence" menyebut satu aliran lagi yakni Yahudi Ortodoks Modern. Menurutnya, aliran ini muncul pada sepertiga kedua abad ke-19 dengan bangkitnya Pencerahan dan Emansipasi Yahudi di Eropa Barat.
Hingga kemudian Judaisme menjadi tradisional sama sekali. Ia menjadi Yahudi ghetto (pemukiman/kampung Yahudi), yaitu ghetto tidak hanya dalam arti kehidupan fisik di dalam tempat-tempat tinggal yang tersegregasi (terpisah), pemisahan dari masyarakat non-Yahudi (gentile), tetapi ghetto dalam pengertian spiritualpsikologis.
Lihat Juga :