3 Aliran Pemikiran dan Gerakan Agama Yahudi di Dunia
Rabu, 18 Oktober 2023 - 10:41 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Negara Israel, Hadiah Inggris untuk Kaum Yahudi
Dunia simbolik tradisional dari Yahudi ini, yang mendasarkan semata-mata kepada literatur suci Yahudi (Torah), menolak makna-makna simbol dunia gentile.
Menurut pandangan dunia Yahudi ini, sekarang adalah tidak membawa signifikansi religius yang dimilikinya; sekarang adalah valid secara religius semata-mata dengan kebajikan dari kelangsungan masa lampau dengan segera.
Dalam periode pra-emansipasi, orang Yahudi secara pasif menanti kedatangan Messiah untuk menyelamatkan mereka dari pengasingan mereka di antara bangsa-bangsa dunia, dan mengembalikan mereka ke Tanah Israel.
Pencerahan, dan secara khusus Emansipasi Yahudi telah mengubah semua itu. Dengan runtuhnya pintu gerbang ghetto di Eropa dan diterima masuknya orang-orang Yahudi Barat ke dalam civil society --dengan bangkitnya Revolusi Perancis—Judaisme kehilangan seragamnya.
Denominasi-denominasi agama baru yang mencari kelangsungan kehidupan universal baru yang penuh makna telah muncul dari Yahudi Tradisional.
Baca juga: 5 Negara NATO dengan Penganut Yahudi Terbanyak
Mereka mampu untuk melakukan dengan pengakuan kekinian sebagai sebuah dimensi waktu religius yang otonom –yaitu independen dari keharusan masa lampau—yang berwenang untuk menciptakan nilai-nilai relijius yang dimilikinya dengan spirit Pencerahan Eropa Barat.
Dengan kata lain, kesadaran relijius para penciri denominasi baru telah memfokuskan diri kepada perubahan daripada kontinuitas. Denominasi-denominasi ini dikenal sebagai Yahudi Pembaharuan.
Untuk mengakomodasi kehidupan yang berarti bagi orang Yahudi pascaEmansipasi, Yahudi Pembaharuan mensuperordinatkan masa kini atas masa lampau. Dengan demikian meratakan jalan bagi sebuah transformasi radikal dari Yahudi tradisional. Secara dialektis, ia telah menjadi apersepsi inovatif dari Judaisme yang melahirkan istilah "Yahudi Ortodoks" untuk memaknai agama Yahudi tradisional.
Baca juga: Kisah Seorang Yahudi dan Jubah Tambalan Milik Nabi
Dunia simbolik tradisional dari Yahudi ini, yang mendasarkan semata-mata kepada literatur suci Yahudi (Torah), menolak makna-makna simbol dunia gentile.
Menurut pandangan dunia Yahudi ini, sekarang adalah tidak membawa signifikansi religius yang dimilikinya; sekarang adalah valid secara religius semata-mata dengan kebajikan dari kelangsungan masa lampau dengan segera.
Dalam periode pra-emansipasi, orang Yahudi secara pasif menanti kedatangan Messiah untuk menyelamatkan mereka dari pengasingan mereka di antara bangsa-bangsa dunia, dan mengembalikan mereka ke Tanah Israel.
Pencerahan, dan secara khusus Emansipasi Yahudi telah mengubah semua itu. Dengan runtuhnya pintu gerbang ghetto di Eropa dan diterima masuknya orang-orang Yahudi Barat ke dalam civil society --dengan bangkitnya Revolusi Perancis—Judaisme kehilangan seragamnya.
Denominasi-denominasi agama baru yang mencari kelangsungan kehidupan universal baru yang penuh makna telah muncul dari Yahudi Tradisional.
Baca juga: 5 Negara NATO dengan Penganut Yahudi Terbanyak
Mereka mampu untuk melakukan dengan pengakuan kekinian sebagai sebuah dimensi waktu religius yang otonom –yaitu independen dari keharusan masa lampau—yang berwenang untuk menciptakan nilai-nilai relijius yang dimilikinya dengan spirit Pencerahan Eropa Barat.
Dengan kata lain, kesadaran relijius para penciri denominasi baru telah memfokuskan diri kepada perubahan daripada kontinuitas. Denominasi-denominasi ini dikenal sebagai Yahudi Pembaharuan.
Untuk mengakomodasi kehidupan yang berarti bagi orang Yahudi pascaEmansipasi, Yahudi Pembaharuan mensuperordinatkan masa kini atas masa lampau. Dengan demikian meratakan jalan bagi sebuah transformasi radikal dari Yahudi tradisional. Secara dialektis, ia telah menjadi apersepsi inovatif dari Judaisme yang melahirkan istilah "Yahudi Ortodoks" untuk memaknai agama Yahudi tradisional.
Baca juga: Kisah Seorang Yahudi dan Jubah Tambalan Milik Nabi
(mhy)
Lihat Juga :