Benarkah Yudaisme Agama yang Dibawa Nabi Musa?
Rabu, 18 Oktober 2023 - 15:21 WIB
loading...
Pandangan ini adalah keliru, karena Nabi Musa tidak pernah membawa Yudaisme melainkan Islam. Ilustrasi: Ist
A
A
A
Pemikiran-pemikiran Zionisme yang terdapat dalam Protocols of Zion maupun Talmud menunjukkan hal-hal yang berbau rasisme dan tentunya jelas berbeda dan menyeleweng dari kaedah-kaedah Islam. Sisi rasis pemikiran Zionis yaitu pada sisi perbedaan bangsa, ras, dan etnik. Ini dapat dilihat seperti ketika Zionis mengatakan apabila Yudaisme adalah agama yang dibawa oleh Nabi Musa as .
"Pandangan ini adalah keliru, karena Nabi Musa tidak pernah membawa Yudaisme melainkan Islam. Akan tetapi yang dimaksud Islam di sini adalah Islam dalam pengertian umumnya, yakni berserah diri kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa," ujar M. Kholid Muslih dkk dalam karya tulisnya berjudul "Ideologi Zionisme dalam Timbangan Teologi Islam".
Baca juga: 8 Poin Penting Ajaran Protocols of Zion, Salah Satunya: Orang Jahat Lebih Banyak
Sebagaimana Allah berfirman dalam al-Qur‘an bahwasanya agama semua nabi dan rasul dari Nabi Nuh as, hingga Nabi Muhammad SAW , adalah Islam. Allah SWT, berfirman tentang Nabi Ibrahim:
Artinya: Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik. ( Surat Ali ‘Imran : 67)
Allah juga berfirman tentang Nabi Musa dalam Surat Yunus ayat 84:
Artinya: Dan Musa berkata, "Wahai kaumku! Apabila kamu beriman kepada Allah, maka bertawakallah kepada-Nya, jika kamu benar-benar orang Muslim (berserah diri)."
Baca juga: Doktrin Zionis: Begini Ajaran Talmud yang Diklaim Kaum Yahudi sebagai Ucapan Nabi Musa
Dan Dia berfirman di ayat yang lain:
Artinya: Maka ketika Isa merasakan keingkaran mereka (Bani Israil), dia berkata, "Siapakah yang akan menjadi penolong untuk (menegakkan agama) Allah?" Para Hawariyyµn (sahabat setianya) menjawab, "Kamilah penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang Muslim. ( QS Ali 'Imran : 52)
Muḥammad Ibrāhīm Al-Hamīd dalam "Rasāil Fī Al-Adyān Wa Al-Farq Al-Madhāhib" menjelaskan adapun makna Islam dalam pengertian khusus adalah syariat yang ada di dalam al-Qur'an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad. "Islam dalam definisi khusus ini mengajarkan tauhid dan pokok-pokok agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad," ujarnya.
Jadi, Yudaisme adalah agama palsu yang menyimpang dari agama yang benar yang dibawa oleh Nabi Musa.
Baca juga: Puasa Asyura: Benarkah Diadaptasi dari Praktik Yahudi?
"Pandangan ini adalah keliru, karena Nabi Musa tidak pernah membawa Yudaisme melainkan Islam. Akan tetapi yang dimaksud Islam di sini adalah Islam dalam pengertian umumnya, yakni berserah diri kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa," ujar M. Kholid Muslih dkk dalam karya tulisnya berjudul "Ideologi Zionisme dalam Timbangan Teologi Islam".
Baca juga: 8 Poin Penting Ajaran Protocols of Zion, Salah Satunya: Orang Jahat Lebih Banyak
Sebagaimana Allah berfirman dalam al-Qur‘an bahwasanya agama semua nabi dan rasul dari Nabi Nuh as, hingga Nabi Muhammad SAW , adalah Islam. Allah SWT, berfirman tentang Nabi Ibrahim:
مَا كَانَ إِبْرَٰهِيمُ يَهُودِيًّا وَلَا نَصْرَانِيًّا وَلَٰكِن كَانَ حَنِيفًا مُّسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ
Artinya: Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik. ( Surat Ali ‘Imran : 67)
Allah juga berfirman tentang Nabi Musa dalam Surat Yunus ayat 84:
وَقَالَ مُوۡسٰى يٰقَوۡمِ اِنۡ كُنۡتُمۡ اٰمَنۡتُمۡ بِاللّٰهِ فَعَلَيۡهِ تَوَكَّلُوۡاۤ اِنۡ كُنۡتُمۡ مُّسۡلِمِيۡنَ
Artinya: Dan Musa berkata, "Wahai kaumku! Apabila kamu beriman kepada Allah, maka bertawakallah kepada-Nya, jika kamu benar-benar orang Muslim (berserah diri)."
Baca juga: Doktrin Zionis: Begini Ajaran Talmud yang Diklaim Kaum Yahudi sebagai Ucapan Nabi Musa
Dan Dia berfirman di ayat yang lain:
فَلَمَّاۤ اَحَسَّ عِيۡسٰى مِنۡهُمُ الۡكُفۡرَ قَالَ مَنۡ اَنۡصَارِىۡۤ اِلَى اللّٰهِؕ قَالَ الۡحَـوَارِيُّوۡنَ نَحۡنُ اَنۡصَارُ اللّٰهِۚ اٰمَنَّا بِاللّٰهِۚ وَاشۡهَدۡ بِاَنَّا مُسۡلِمُوۡنَ
Artinya: Maka ketika Isa merasakan keingkaran mereka (Bani Israil), dia berkata, "Siapakah yang akan menjadi penolong untuk (menegakkan agama) Allah?" Para Hawariyyµn (sahabat setianya) menjawab, "Kamilah penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang Muslim. ( QS Ali 'Imran : 52)
Muḥammad Ibrāhīm Al-Hamīd dalam "Rasāil Fī Al-Adyān Wa Al-Farq Al-Madhāhib" menjelaskan adapun makna Islam dalam pengertian khusus adalah syariat yang ada di dalam al-Qur'an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad. "Islam dalam definisi khusus ini mengajarkan tauhid dan pokok-pokok agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad," ujarnya.
Jadi, Yudaisme adalah agama palsu yang menyimpang dari agama yang benar yang dibawa oleh Nabi Musa.
Baca juga: Puasa Asyura: Benarkah Diadaptasi dari Praktik Yahudi?
(mhy)
Lihat Juga :