8 Poin Penting Ajaran Protocols of Zion, Salah Satunya: Orang Jahat Lebih Banyak
Rabu, 18 Oktober 2023 - 05:15 WIB
loading...
Semua isi Protocols of Zion menunjukkan ambisi Zionis untuk menguasai dunia dan sudah terpatri dalam pikiran dan hati mereka. Ilustrasi: Ist
A
A
A
Zionis memperoleh kaidah-kaidah pemikirannya dari Talmud dan Protocols of Zion (rumusan-rumusan pemikiran, tujuan, dan gerakan Zionis). Banyak pihak meyakini Talmud sebagai kitab suci yang telah dirusak dan diubah oleh orang-orang Yahudi .
Terkait Protocols of Zion, Muhammad Baharun dalam bukunya berjudul "Isu Zionisme Internasional"(Pustaka Pelajar, 1979) menyebut pada tahun 1901, pendeta gereja Ortodox dari Rusia Bernama Prof Sergey Nilus berhasil menerjemahkan Protocols of Zion. Itu adalah dokumen rahasia yang ditemukan oleh seorang wanita Fremassonry yang berkhianat.
Poin penting dari isi Protocols of Zion ada 8, di antaranya sebagaimana dikutip dalam buku "Agama Yahudi" karya Ahmad Salaby (Bumi Aksara, 1996), adalah sebagai berikut:
Baca juga: Pewaris Pendiri Zionis: Israel dan Perusahaan Zionis Dilahirkan dalam Dosa
Pertama, hendaklah dipahami bahwa golongan manusia yang mempunyai tabiat jahat, lebih banyak jumlahnya dari bagian manusia yang mempunyai tabiat yang mulia. Kalau begitu, maka cara yang terbaik untuk menguasai dunia ialah dengan merampas kekuasaan dan ancaman, bukan dengan perundingan akademik.
Kedua, apabila kekuatan masyarakat sudah tidak seimbang lagi, maka kekuatan kita akan menjadi lebih teguh daripada kekuatan-kekuatan yang lain, sebab kekuatan itu akan tetap tersembunyi, sehingga detik-detik terakhir, di mana tidak akan ada kekuatan apapun yang dapat menyaingi atau menghancurkannya.
Ketiga, media surat kabar adalah satu-satunya kekuatan besar yang melalui jalan ini, kita dapat memimpin dunia. Media surat kabar dapat menyajikan keinginan-keinginan yang segar buat rakyat jelata, menyebarkan pengaduan-pengaduan orang yang kecewa, dan akan menimbulkan perasaan bosan pada diri orang-orang pengacau. Kini media surat kabar telah berada di tangan kita, dan berkat jasa media surat kabar, kita telah memperoleh pengaruh, menimbung emas tanpa sepasang mata pun dari masyarakat luas dapat melihatnya.
Keempat, sesungguhnya manusia akan lebih mudah ditundukkan dengan bencana kemiskinan daripada ditundukkan oleh undang-undang perhambaan yang terjadi di dunia. Dari perhambaan, ada juga seseorang yang dapat memerdekakan dirinya dengan suatu cara, tetapi tidak akan memungkinkan sesuatu pun yang dapat memerdekakan mereka dari bahaya kemiskinan.
Baca juga: Ratusan Pemukim Yahudi Berusaha Melakukan Ritual Talmud di Masjid Al-Aqsa
Kelima, kita telah berhasil menaburkan benih-benih perpecahan antara perseorangan, sebagaimana kita telah berhasil menaburkannya antara umat-umat di dunia, dan kita telah menyebarkan fanatisme sekitar agama dan kiblat selama 20 abad. Oleh sebab itulah, tidak akan ada kemungkinan lagi bagi orang-orang perseorangan dapat bersatu padu dan tidak pula antar umat akan bertemu.
Terkait Protocols of Zion, Muhammad Baharun dalam bukunya berjudul "Isu Zionisme Internasional"(Pustaka Pelajar, 1979) menyebut pada tahun 1901, pendeta gereja Ortodox dari Rusia Bernama Prof Sergey Nilus berhasil menerjemahkan Protocols of Zion. Itu adalah dokumen rahasia yang ditemukan oleh seorang wanita Fremassonry yang berkhianat.
Poin penting dari isi Protocols of Zion ada 8, di antaranya sebagaimana dikutip dalam buku "Agama Yahudi" karya Ahmad Salaby (Bumi Aksara, 1996), adalah sebagai berikut:
Baca juga: Pewaris Pendiri Zionis: Israel dan Perusahaan Zionis Dilahirkan dalam Dosa
Pertama, hendaklah dipahami bahwa golongan manusia yang mempunyai tabiat jahat, lebih banyak jumlahnya dari bagian manusia yang mempunyai tabiat yang mulia. Kalau begitu, maka cara yang terbaik untuk menguasai dunia ialah dengan merampas kekuasaan dan ancaman, bukan dengan perundingan akademik.
Kedua, apabila kekuatan masyarakat sudah tidak seimbang lagi, maka kekuatan kita akan menjadi lebih teguh daripada kekuatan-kekuatan yang lain, sebab kekuatan itu akan tetap tersembunyi, sehingga detik-detik terakhir, di mana tidak akan ada kekuatan apapun yang dapat menyaingi atau menghancurkannya.
Ketiga, media surat kabar adalah satu-satunya kekuatan besar yang melalui jalan ini, kita dapat memimpin dunia. Media surat kabar dapat menyajikan keinginan-keinginan yang segar buat rakyat jelata, menyebarkan pengaduan-pengaduan orang yang kecewa, dan akan menimbulkan perasaan bosan pada diri orang-orang pengacau. Kini media surat kabar telah berada di tangan kita, dan berkat jasa media surat kabar, kita telah memperoleh pengaruh, menimbung emas tanpa sepasang mata pun dari masyarakat luas dapat melihatnya.
Keempat, sesungguhnya manusia akan lebih mudah ditundukkan dengan bencana kemiskinan daripada ditundukkan oleh undang-undang perhambaan yang terjadi di dunia. Dari perhambaan, ada juga seseorang yang dapat memerdekakan dirinya dengan suatu cara, tetapi tidak akan memungkinkan sesuatu pun yang dapat memerdekakan mereka dari bahaya kemiskinan.
Baca juga: Ratusan Pemukim Yahudi Berusaha Melakukan Ritual Talmud di Masjid Al-Aqsa
Kelima, kita telah berhasil menaburkan benih-benih perpecahan antara perseorangan, sebagaimana kita telah berhasil menaburkannya antara umat-umat di dunia, dan kita telah menyebarkan fanatisme sekitar agama dan kiblat selama 20 abad. Oleh sebab itulah, tidak akan ada kemungkinan lagi bagi orang-orang perseorangan dapat bersatu padu dan tidak pula antar umat akan bertemu.
Lihat Juga :