Kisah Bani Israil Takut Perang sehingga Nabi Musa Gagal Kuasai Yerusalem
Kamis, 19 Oktober 2023 - 17:01 WIB
loading...
A
A
A
25. Dia (Musa) berkata, "Ya Tuhanku, aku hanya menguasai diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasik itu."
26. (Allah) berfirman, "(Jika demikian), maka (negeri) itu terlarang buat mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan mengembara kebingungan di bumi. Maka janganlah engkau (Musa) bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasik itu."
Baca juga: 12 Nabi yang Diutus untuk Kaum Bani Israil
Hal serupa pernah disabdakan oleh Rasulullah SAW tatkala Beliau menerangkan mengapa Bani Israil tertunda memasuki Baitul Maqdis. Rasulullah bersabda, "Tidak akan ada seorang pun penyembah berhala yang bisa memasuki Baitul Maqdis (Yerusalem)."
Karena keengganan mereka untuk berjihad ini, Bani Israil terhukum dengan melewati hidup terkatung-katung di padang gurun selama 40 tahun lamanya. Rentang 40 tahun ini menjadi rentang masa yang cukup untuk melahirkan sebuah generasi baru Bani Israil.
Menjelang akhir hayatnya, Nabi Musa menyadari bahwa saat-saat yang ditunggu telah tiba bagi kaumnya untuk memasuki tanah yang dijanjikan, meskipun tanpa kehadiran dirinya. Melalui bimbingan Allah SWT, Nabi Musa pun mempersiapkan Yusya' bin Nun, sebagai pemimpin Bani Israil menggantikan dirinya.
Ibnu Jarir mengutip Muhammad bin Ishaq, dalam Tarikhnya, menjelaskan kenabian itu diserahkan oleh Musa kepada Yusya’ pada akhir hayatnya. Kala itu, Musa menemui Yusya’ dan menanyakan kepadanya berbagai perintah dan larangan yang disampaikan Allah kepadanya (Musa).
Hingga akhirnya Yusya’ menjawab, ”Wahai Kalimullah (orang yang diajak berbicara langsung oleh Allah-ed), sesunguhnya aku tidak bertanya tentang apa yang diwahyukan Allah kepadamu sehingga engkau sendiri yang yang memberitahukannya kepadaku.”
Nabi Musa wafat sebelum berhasil membebaskan Baitul Maqdis. Oleh karena itu, beliau menunjuk Yusya’ bin Nun sebagai pemimpin Bani Israil untuk melanjutkan visinya menaklukkan Baitul Maqdis.
Baca juga: Tuhan-Tuhan Bani Israel dan Misi Tauhid Nabi Musa
26. (Allah) berfirman, "(Jika demikian), maka (negeri) itu terlarang buat mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan mengembara kebingungan di bumi. Maka janganlah engkau (Musa) bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasik itu."
Baca juga: 12 Nabi yang Diutus untuk Kaum Bani Israil
Hal serupa pernah disabdakan oleh Rasulullah SAW tatkala Beliau menerangkan mengapa Bani Israil tertunda memasuki Baitul Maqdis. Rasulullah bersabda, "Tidak akan ada seorang pun penyembah berhala yang bisa memasuki Baitul Maqdis (Yerusalem)."
Karena keengganan mereka untuk berjihad ini, Bani Israil terhukum dengan melewati hidup terkatung-katung di padang gurun selama 40 tahun lamanya. Rentang 40 tahun ini menjadi rentang masa yang cukup untuk melahirkan sebuah generasi baru Bani Israil.
Menjelang akhir hayatnya, Nabi Musa menyadari bahwa saat-saat yang ditunggu telah tiba bagi kaumnya untuk memasuki tanah yang dijanjikan, meskipun tanpa kehadiran dirinya. Melalui bimbingan Allah SWT, Nabi Musa pun mempersiapkan Yusya' bin Nun, sebagai pemimpin Bani Israil menggantikan dirinya.
Ibnu Jarir mengutip Muhammad bin Ishaq, dalam Tarikhnya, menjelaskan kenabian itu diserahkan oleh Musa kepada Yusya’ pada akhir hayatnya. Kala itu, Musa menemui Yusya’ dan menanyakan kepadanya berbagai perintah dan larangan yang disampaikan Allah kepadanya (Musa).
Hingga akhirnya Yusya’ menjawab, ”Wahai Kalimullah (orang yang diajak berbicara langsung oleh Allah-ed), sesunguhnya aku tidak bertanya tentang apa yang diwahyukan Allah kepadamu sehingga engkau sendiri yang yang memberitahukannya kepadaku.”
Nabi Musa wafat sebelum berhasil membebaskan Baitul Maqdis. Oleh karena itu, beliau menunjuk Yusya’ bin Nun sebagai pemimpin Bani Israil untuk melanjutkan visinya menaklukkan Baitul Maqdis.
Baca juga: Tuhan-Tuhan Bani Israel dan Misi Tauhid Nabi Musa
(mhy)
Lihat Juga :