Kisah Nabi Musa AS

Tuhan-Tuhan Bani Israel dan Misi Tauhid Nabi Musa

loading...
Tuhan-Tuhan Bani Israel dan Misi Tauhid Nabi Musa
Firaun meletakkan patung kecil pada setiap rumah kaumnya lalu memerintahkan untuk menyembahnya. Foto/Ilustrasi/Ist
NABI Yusuf Alaihi Sallam (AS) terlah diutus Allah di Mesir dan menjadi bendaharawan kerajaan Fir'aun . Di sini pula kemudian anak keturunan Nabi Ya'kub AS bermukim. Tidak ada tuhan selain Allah telah diajarkan Nabi Ya'kub dan Nabi Yusuf kepada anak keturunannya itu. Selanjutnya, pasca-kedua Nabi, apa yang sebenarnya terjadi sehingga mereka kembali menyembah patung-patung, hewan, matahari dan lainnya?

Berkata Ibnu Ishaq, "Allah ta'ala mengambil nyawa Nabi Yusuf 'alaihi sallam. Selanjutnya raja yang hidup sezaman dengan beliau juga meninggal, yang bernama Rayan bin al-Walid, kemudian kerajaanya diwarisi oleh raja-raja dari dinasti Fir'aun.

Baca juga: Konflik Saudara Kembar, Membuat Nabi Ya'kub Pergi Merantau

Kemudian Allah menjadikan keturunan Bani Israil menyebar luas, dan keadaan mereka senantiasa berada di bawah kekuasaan dinasti Fir'aun. Pada saat itu, mereka masih berada di atas agama yang lurus yaitu agama yang diajarkan oleh Nabi Yusuf, Ya'qub, Ishak dan Ibrahim, serta berada dalam syariat Islam dan berpegang teguh dengannya.



Hingga sampai pada masanya, Fir'aun yang sezaman dengan Nabi Musa 'alaihi sallam. Belum pernah dijumpai sebelumnya ada raja dari dinasti Fir'aun yang lebih kafir kepada Allah. Tidak pula yang lebih didengar ucapannya dan paling lama kekuasaannya dari pada dia.

Syaikh Abu Bakar Muhammad Zakaria dalam buku: “Syirik pada Zaman Dahulu dan Sekarang” yang diterjemahkan Abu Umamah Arif Hidayatullah menuturkan nama raja tersebut ialah al-Walid bin Mush'ab.

Baca juga: Cobaan Nabi Ibrahim Menurun ke Nabi Ishaq, Susah Punya Anak

Konon, belum ada Fir'aun yang lebih kejam dan lebih keras hatinya dari pada dia. Fir'aun generasi ini juga paling buruk perlakuannya terhadap Bani Israil. Ia menyiksa mereka, dan menjadikan sebagai pekerja paksa dan budak. Mereka dipilah-pilah untuk dipekerjakan. Ada sekelompok yang dipekerjakan untuk menjadi tukang bangunan, ada yang membajak sawah, ada pula yang bercocok tanam untuk raja tersebut. Intinya tugas mereka hanya bekerja saja.

Bagi siapa saja di kalangan Bani Israil yang tidak mau bekerja untuknya maka wajib bagi dirinya membayar upeti kepada raja.
halaman ke-1
cover top ayah
وَلَـقَدۡ زَيَّـنَّا السَّمَآءَ الدُّنۡيَا بِمَصَابِيۡحَ وَجَعَلۡنٰهَا رُجُوۡمًا لِّلشَّيٰطِيۡنِ‌ وَاَعۡتَدۡنَا لَهُمۡ عَذَابَ السَّعِيۡرِ
Dan sungguh, telah Kami hiasi langit yang dekat, dengan bintang-bintang dan Kami jadikannya (bintang-bintang itu) sebagai alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka azab neraka yang menyala-nyala.

(QS. Al-Mulk:5)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video