Kisah Sahabat Tamim Ad-Dari Bertemu Dajjal Dirantai di Sebuah Pulau
Selasa, 24 Oktober 2023 - 15:27 WIB
loading...
Misteri persembunyian Dajjal sebelum muncul di akhir zaman dapat diketahui dari Hadis yang dikenal sebagai Hadits Tamim ad-Dari. Foto ilustrasi/Channel Information M3loma
A
A
A
Kisah Sahabat Nabi bernama Tamim Ad-Dari radhiyallahu 'anhu yang bertemu Dajjal di sebuah pulau mungkin bisa menjadi jawaban dari teka-teki misteri Dajjal. Beliau menceritakan pengalamannya ketika terdampar di sebuah pulau.
Pengalaman tersebut diceritakannya di hadapan Baginda Nabi ﷺ. Dalam satu riwayat dari al-Nawwas bin Sam'an pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ : "Wahai Rasulullllah, berapa lama dia (Dajjal) akan tinggal di bumi? Beliau ﷺ bersabda: "Selama 40 hari, sehari seperti setahun, sehari seperti sebulan, sehari seperti sepekan, dan sisa harinya akan sama dengan hari kalian..." (Sahih Muslim, Sunan Tirmidzi)
Menurut Syaikh Imran N Hosein, harinya Dajjal akan sama seperti hari kita. Dajjal al-Masih Palsu akan berada di dimensi waktu kita saat harinya sama dengan hari kita. Dengan demikian, dia akan berada di dunia kita hanya pada akhir kehidupannya saat dia memasuki dunia kita untuk menyelesaikan misinya meniru al-Masih (Nabi Isa 'alaihissalam).
Dajjal secara fisik akan berada di Yerusalem pada akhir hidupnya di bumi. Di saat itulah kita baru dapat melihatnya secara fisik sebagai seorang Yahudi, seorang lelaki muda, bertubuh kuat, berambut keriting, matanya buta sebelah dan lain-lain.
Lalu, di manakah Dajjal sembunyi saat ini? Kita tahu bahwa dia berada di bumi, tetapi di bagian bumi yang mana Untungnya kita punya jawaban atas pertanyaan ini. Jawaban pertanyaan ini terdapat dalam Hadis yang dikenal sebagai Hadits Tamim ad-Dari.
Kisah Tamim Ad-Dari Bertemu Dajjal
Tamim ad-Dari dulunya seorang Kristian yang memeluk Islam di Madinah. Dia datang menemui Nabi ﷺ dan menceritakan kepadanya sesuatu yang dia alami berkaitan dengan Dajjal. Tidak jelas apakah dia bermimpi, atau mendapat penglihatan, atau pengalaman hidup yang nyata.
Nabi menanggapinya dengan meminta orang-orang untuk tetap duduk setelah sholat di Masjid sehingga dia dapat menceritakan kepada mereka apa yang Tamim alami berkaitan dengan Dajjal. Dia menyatakan bahwa apa yang diceritakan Tamim ad-Dari mengkonfirmasi apa yang Nabi ﷺ sendiri sabdakan tentang Dajjal. Berikut Hadis tersebut:
"Dari Fatimah binti Qays, saudara perempuan ad-Dahhak bin Qays: Amir bin Sharahil ash-Sha'bi berkata: Fatimah binti Qays adalah salah satu wanita yang ikut serta dalam hijrah pertama. Aku memintanya menyampaikan kepadaku sebuah Hadits yang dia dengar secara langsung dari Rasulullah ﷺ dan tidak ada perantara di antara mereka. Dia (Fatimah) berkata: "Baiklah, jika kamu suka, aku siap melakukannya. Dia (Amir) berkata kepadanya: Baiklah, lakukanlah dan sampaikanlah kepadaku. Dia (Fatimah) berkata: ....Jadi aku berangkat ke Masjid dan melakukan ibadah sholat berjama’ah dengan Rasulullah ﷺ dan aku berada dalam deretan (shaf) wanita yang dekat dengan deretan lelaki.
Saat Rasulullah ﷺ menyelesaikan sholatnya, dia duduk di atas mimbar, tersenyum, dan berkata: "Setiap jamaah sholat harus tetap duduk di tempatnya, dia kemudian bertanya: Tahukah kalian mengapa aku meminta kalian berkumpul?" Mereka berkata: Allah dan Rasul-Nya lebih tahu. Beliau berkata: "Demi Allah, aku tidak membuat kalian berkumpul untuk sebuah nasehat atau sebuah peringatan. Aku menahan kalian di sini karena Tamim ad-Dari, seorang Kristian yang datang dan menerima Islam, menceritakan kepadaku sesuatu yang sesuai dengan apa yang telah aku sabdakan kepada kalian tentang Dajjal.
Dia menceritakan kepadaku bahwa dia berlayar dengan sebuah kapal layar dengan 30 lelaki Bani Lakhm dan Bani Judham dan diombang-ambing oleh gelombang badai selama sebulan. Kemudian (gelombang) ini membawa mereka (dekat) ke daratan di tengah lautan (pulau) pada saat matahari terbenam."
Pengalaman tersebut diceritakannya di hadapan Baginda Nabi ﷺ. Dalam satu riwayat dari al-Nawwas bin Sam'an pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ : "Wahai Rasulullllah, berapa lama dia (Dajjal) akan tinggal di bumi? Beliau ﷺ bersabda: "Selama 40 hari, sehari seperti setahun, sehari seperti sebulan, sehari seperti sepekan, dan sisa harinya akan sama dengan hari kalian..." (Sahih Muslim, Sunan Tirmidzi)
Menurut Syaikh Imran N Hosein, harinya Dajjal akan sama seperti hari kita. Dajjal al-Masih Palsu akan berada di dimensi waktu kita saat harinya sama dengan hari kita. Dengan demikian, dia akan berada di dunia kita hanya pada akhir kehidupannya saat dia memasuki dunia kita untuk menyelesaikan misinya meniru al-Masih (Nabi Isa 'alaihissalam).
Dajjal secara fisik akan berada di Yerusalem pada akhir hidupnya di bumi. Di saat itulah kita baru dapat melihatnya secara fisik sebagai seorang Yahudi, seorang lelaki muda, bertubuh kuat, berambut keriting, matanya buta sebelah dan lain-lain.
Lalu, di manakah Dajjal sembunyi saat ini? Kita tahu bahwa dia berada di bumi, tetapi di bagian bumi yang mana Untungnya kita punya jawaban atas pertanyaan ini. Jawaban pertanyaan ini terdapat dalam Hadis yang dikenal sebagai Hadits Tamim ad-Dari.
Kisah Tamim Ad-Dari Bertemu Dajjal
Tamim ad-Dari dulunya seorang Kristian yang memeluk Islam di Madinah. Dia datang menemui Nabi ﷺ dan menceritakan kepadanya sesuatu yang dia alami berkaitan dengan Dajjal. Tidak jelas apakah dia bermimpi, atau mendapat penglihatan, atau pengalaman hidup yang nyata.
Nabi menanggapinya dengan meminta orang-orang untuk tetap duduk setelah sholat di Masjid sehingga dia dapat menceritakan kepada mereka apa yang Tamim alami berkaitan dengan Dajjal. Dia menyatakan bahwa apa yang diceritakan Tamim ad-Dari mengkonfirmasi apa yang Nabi ﷺ sendiri sabdakan tentang Dajjal. Berikut Hadis tersebut:
"Dari Fatimah binti Qays, saudara perempuan ad-Dahhak bin Qays: Amir bin Sharahil ash-Sha'bi berkata: Fatimah binti Qays adalah salah satu wanita yang ikut serta dalam hijrah pertama. Aku memintanya menyampaikan kepadaku sebuah Hadits yang dia dengar secara langsung dari Rasulullah ﷺ dan tidak ada perantara di antara mereka. Dia (Fatimah) berkata: "Baiklah, jika kamu suka, aku siap melakukannya. Dia (Amir) berkata kepadanya: Baiklah, lakukanlah dan sampaikanlah kepadaku. Dia (Fatimah) berkata: ....Jadi aku berangkat ke Masjid dan melakukan ibadah sholat berjama’ah dengan Rasulullah ﷺ dan aku berada dalam deretan (shaf) wanita yang dekat dengan deretan lelaki.
Saat Rasulullah ﷺ menyelesaikan sholatnya, dia duduk di atas mimbar, tersenyum, dan berkata: "Setiap jamaah sholat harus tetap duduk di tempatnya, dia kemudian bertanya: Tahukah kalian mengapa aku meminta kalian berkumpul?" Mereka berkata: Allah dan Rasul-Nya lebih tahu. Beliau berkata: "Demi Allah, aku tidak membuat kalian berkumpul untuk sebuah nasehat atau sebuah peringatan. Aku menahan kalian di sini karena Tamim ad-Dari, seorang Kristian yang datang dan menerima Islam, menceritakan kepadaku sesuatu yang sesuai dengan apa yang telah aku sabdakan kepada kalian tentang Dajjal.
Dia menceritakan kepadaku bahwa dia berlayar dengan sebuah kapal layar dengan 30 lelaki Bani Lakhm dan Bani Judham dan diombang-ambing oleh gelombang badai selama sebulan. Kemudian (gelombang) ini membawa mereka (dekat) ke daratan di tengah lautan (pulau) pada saat matahari terbenam."
Lihat Juga :