Begini Nasib Yahudi di Palestina Setelah Hancurnya Kerajaan Israel
Rabu, 25 Oktober 2023 - 14:27 WIB
loading...
A
A
A
Hanya saja sifat Yahudi yang ingin memonopoli, terutama perdagangan, maka sejumlah komoditas, seperti gandum, wol, emas dan perak dikuasainya. Dengan begitu mereka bisa menguasai pasar dan malah dapat mengontrol ekonomi negara dunia pada umumnya.
Mereka bertindak rentenir, yaitu meminjamkan uang kepada orang Nasrani dengan bunga yang tinggi. Keinginan memonopoli ini pula kemudian yang menyebabkan orang-orang Eropa (yang Nasrani utamanya), membenci orang-orang Yahudi di manapun mereka berada.
"Klimaksnya adalah tindakan Nazi pada awal abad 20 M," tulis Mahir Ahmad Agha.
Pertentangan Nasrani-Yahudi bertambah meningkat dari waktu ke waktu. Satu hal yang menarik, walaupun upaya Yahudi untuk menghalang-halangi pergerakan Nasrani, nama agama yang yang lebih popular sebutannya dengan Kristen ini terus menunjukkan perkembangannya di Eropa yang umumnya ketika itu masih Pagan atau Pelbegu.
Hal ini menyebabkan penganut Yahudi bertambah kesal karena tidak rela Kristen yang menyeru kasih sayang, persamaan, cinta kasih dan persaudaraan tersebut mendapat momentum perkembangannya yang mudah dan pesat di kalangan bangsa-bangsa Eropa.
Oleh karenanya, kata Mahir Ahmad Agha, orang-orang Yahudi tidak tinggal diam, kecuali itu mencari jurus-jurus licik, seperti memengaruhi penguasa Eropa yang pagan, Markus Urulius, kaisar Romawi pengganti pamannya (Antonius Mulia) yang amat kesohor.
Baca juga: Kisah Bani Israil Menuduh Nabi Musa Membunuh Nabi Harun
Seorang Rabi Yahudi sukses membisiki dan menakut-nakuti Markus Urulius yang pagan dan bodoh itu dengan mengatakan bahwa orang-orang Nasrani mengindap penyakit menular yang membahayakan rakyat.
Menurut Mahir Ahmad Agha, Markus Urulius sebagai penguasa Roma yang berhasil terperdaya dengan bisikan fitnah tersebut mengeluarkan perintah untuk membunuh semua penduduk Roma yang beragama Nasrani.
Dapat dipahami bahwa penderitaan yang dialami oleh Kristen atau Nasrani pada periode awal amatlah berat, akibat kebijakan penguasanya yang termakan fitnah dari orang-orang Yahudi.
Mereka bertindak rentenir, yaitu meminjamkan uang kepada orang Nasrani dengan bunga yang tinggi. Keinginan memonopoli ini pula kemudian yang menyebabkan orang-orang Eropa (yang Nasrani utamanya), membenci orang-orang Yahudi di manapun mereka berada.
"Klimaksnya adalah tindakan Nazi pada awal abad 20 M," tulis Mahir Ahmad Agha.
Pertentangan Nasrani-Yahudi bertambah meningkat dari waktu ke waktu. Satu hal yang menarik, walaupun upaya Yahudi untuk menghalang-halangi pergerakan Nasrani, nama agama yang yang lebih popular sebutannya dengan Kristen ini terus menunjukkan perkembangannya di Eropa yang umumnya ketika itu masih Pagan atau Pelbegu.
Hal ini menyebabkan penganut Yahudi bertambah kesal karena tidak rela Kristen yang menyeru kasih sayang, persamaan, cinta kasih dan persaudaraan tersebut mendapat momentum perkembangannya yang mudah dan pesat di kalangan bangsa-bangsa Eropa.
Oleh karenanya, kata Mahir Ahmad Agha, orang-orang Yahudi tidak tinggal diam, kecuali itu mencari jurus-jurus licik, seperti memengaruhi penguasa Eropa yang pagan, Markus Urulius, kaisar Romawi pengganti pamannya (Antonius Mulia) yang amat kesohor.
Baca juga: Kisah Bani Israil Menuduh Nabi Musa Membunuh Nabi Harun
Seorang Rabi Yahudi sukses membisiki dan menakut-nakuti Markus Urulius yang pagan dan bodoh itu dengan mengatakan bahwa orang-orang Nasrani mengindap penyakit menular yang membahayakan rakyat.
Menurut Mahir Ahmad Agha, Markus Urulius sebagai penguasa Roma yang berhasil terperdaya dengan bisikan fitnah tersebut mengeluarkan perintah untuk membunuh semua penduduk Roma yang beragama Nasrani.
Dapat dipahami bahwa penderitaan yang dialami oleh Kristen atau Nasrani pada periode awal amatlah berat, akibat kebijakan penguasanya yang termakan fitnah dari orang-orang Yahudi.
Lihat Juga :