Begini Nasib Yahudi di Palestina Setelah Hancurnya Kerajaan Israel
Rabu, 25 Oktober 2023 - 14:27 WIB
loading...
Imperium Romawi menguasai Palestina antara tahun 63 SM sampai 638 M. Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Pada tahun 586 SM adalah tahun kehancuran dan leyapnya kerajaan-kerajaan Bani Israel di Palestina. Kala itu, penguasa baru Palestina adalah Nebukhadnezar dari Kekaisaran Babilonia Baru dalam Dinasti Kasdim.
Setelah Nebukhadnezar, Palestina dikuasai oleh beberapa kerajaan dari luar seperti Kerajaan Babilonia, antara tahun 586-538 SM, kerajaan Persia antara 538-330 SM, kerajaan Yunani antara tahun 330-200 SM, Dinasti Seleucid antara tahun 200-167 SM dan Dinasti Seleucid dan Maccabee antara tahun 167-63 SM.
"Selanjutnya, Imperium Romawi menguasai Palestina antara tahun 63 SM sampai 638 M," tulis Fuad Muhammad Shibel dalam bukunya yang diterjemahkan Bustami A. Gani dan Chatibul Umam berjudul "Masalah Jahudi International" (Bulan Bintang, 1970).
Baca juga: Kisah Bani Israil Setelah Lepas dari Kejaran Fir'aun
Pada masa Imperium Romawi berkuasa, terutama masa Kaisar Romawi Konstantin yang sudah memeluk Nasrani pada tahun 325 M, Palestina umumnya sudah dinasranikan. Di al-Quds Yerusalem dibangun gereja Makam Suci sebagai gereja teragung. Di puncak gunung Zaitun dibangun pula gereja Langit dan di kota Bethlehem dibangun pula gereja Kiamat.
Adapun orang-orang Yahudi ketika itu terutama para pedagangnya sudah menyebar ke negara-negara Eropa. Adapun di Palestina sendiri orang Yahudi terdesak dengan berkembangnya Nasrani yang didukung langsung pula oleh penguasanya yang Nasrani.
Oleh karenanya, Yahudi di mana pun mereka berada, termasuk di Eropa tetap menghalang-halangi orang Nasrani. Orang Yahudi atau Bani Israel mendustakan nabi terakhir mereka dengan menuduhnya melakukan sihir dan berusaha membunuh Nabi Isa as.
Mahir Ahmad Agha dalam bukunya yang diterjemahkan Yadi Indrayadi berjudul "Yahudi: Catatan Hitam Sejarah" (Qisthi Press, Juni 2005) menyebut Bani Israel melakukan itu karena diasumsikan bahwa Nasrani telah menghancurkan prinsip-prinsip ketuhanan dan syariat Talmud tentang keagungan Yahudi sebagai bangsa pilihan Allah.
Pertentangan orang Yahudi dengan Nasrani tidak lagi di sekitar Palestina, Irak dan Timur Tengah umumnya, tetapi sudah pernah merambah-melebar ke seluruh Eropa dan malah ke benua Amerika, karena Nasrani juga mulai berkembang luas di sana.
Baca juga: 12 Nabi yang Diutus untuk Kaum Bani Israil
Setelah Nebukhadnezar, Palestina dikuasai oleh beberapa kerajaan dari luar seperti Kerajaan Babilonia, antara tahun 586-538 SM, kerajaan Persia antara 538-330 SM, kerajaan Yunani antara tahun 330-200 SM, Dinasti Seleucid antara tahun 200-167 SM dan Dinasti Seleucid dan Maccabee antara tahun 167-63 SM.
"Selanjutnya, Imperium Romawi menguasai Palestina antara tahun 63 SM sampai 638 M," tulis Fuad Muhammad Shibel dalam bukunya yang diterjemahkan Bustami A. Gani dan Chatibul Umam berjudul "Masalah Jahudi International" (Bulan Bintang, 1970).
Baca juga: Kisah Bani Israil Setelah Lepas dari Kejaran Fir'aun
Pada masa Imperium Romawi berkuasa, terutama masa Kaisar Romawi Konstantin yang sudah memeluk Nasrani pada tahun 325 M, Palestina umumnya sudah dinasranikan. Di al-Quds Yerusalem dibangun gereja Makam Suci sebagai gereja teragung. Di puncak gunung Zaitun dibangun pula gereja Langit dan di kota Bethlehem dibangun pula gereja Kiamat.
Adapun orang-orang Yahudi ketika itu terutama para pedagangnya sudah menyebar ke negara-negara Eropa. Adapun di Palestina sendiri orang Yahudi terdesak dengan berkembangnya Nasrani yang didukung langsung pula oleh penguasanya yang Nasrani.
Oleh karenanya, Yahudi di mana pun mereka berada, termasuk di Eropa tetap menghalang-halangi orang Nasrani. Orang Yahudi atau Bani Israel mendustakan nabi terakhir mereka dengan menuduhnya melakukan sihir dan berusaha membunuh Nabi Isa as.
Mahir Ahmad Agha dalam bukunya yang diterjemahkan Yadi Indrayadi berjudul "Yahudi: Catatan Hitam Sejarah" (Qisthi Press, Juni 2005) menyebut Bani Israel melakukan itu karena diasumsikan bahwa Nasrani telah menghancurkan prinsip-prinsip ketuhanan dan syariat Talmud tentang keagungan Yahudi sebagai bangsa pilihan Allah.
Pertentangan orang Yahudi dengan Nasrani tidak lagi di sekitar Palestina, Irak dan Timur Tengah umumnya, tetapi sudah pernah merambah-melebar ke seluruh Eropa dan malah ke benua Amerika, karena Nasrani juga mulai berkembang luas di sana.
Baca juga: 12 Nabi yang Diutus untuk Kaum Bani Israil
Lihat Juga :