Program Nuklir Israel akan Ubah Peta Timur Tengah
Kamis, 26 Oktober 2023 - 14:55 WIB
loading...
A
A
A
"Saya kira orang-orang Israel telah membohongi kita seperti pencuri-pencuri kuda mengenai hal ini. Mereka telah menyelewengkan, memberi gambaran keliru, dan memalsukan mentah-mentah fakta-fakta di masa lalu."
"Saya kira masalah ini benar-benar serius, mengingat semua yang telah kita lakukan untuk mereka, dan balasan mereka adalah dengan bertindak dengan cara ini menyangkut fasilitas reaktor produksi yang sangat jelas ini, yang mereka bangun dengan diam-diam, dan yang secara konsisten, dan dengan tegas-tegas, tidak mereka akui tengah mereka bangun."
Menurut Paul Findley, meskipun timbul sentimen-sentimen semacam itu, Amerika Serikat tidak pernah mengambil tindakan sungguh-sungguh untuk mencegah Israel meneruskan pengembangan senjata-senjata nuklir mereka. Satu-satunya usaha setengah serius dilakukan oleh Presiden Kennedy pada awal 1960-an.
Baca juga: Didesak AS, Israel Hendak Perluas Bantuan Militer ke Ukraina
Dia mendesak agar Israel membiarkan para pengawas AS memasuki Dimona. Namun para teknisi Israel membangun sebuah ruang kontrol yang seluruhnya palsu di instalasi Dimona untuk menipu orang-orang Amerika mengenai jenis riset sesungguhnya yang tengah dikerjakan.
Tipu muslihat itu berhasil dan inspeksi berakhir pada 1969 --setahun setelah CIA melaporkan bahwa Israel mempunyai senjata-senjata nuklir-- tanpa menemukan sesuatu yang mencurigakan.
Dalam tahun-tahun itu Israel telah melunakkan pernyataan-pernyataan publiknya. Pada mulanya pernyataan-pernyataannya terbatas pada formulasi yang diucapkan oleh Perdana Menteri Levi Eshkol pada pertengahan 1960-an:
"Saya telah berkata sebelumnya dan saya ulangi kini bahwa Israel tidak mempunyai persenjataan atom dan tidak akan menjadi pihak pertama yang memperkenalkan senjata-senjata tersebut di wilayah kita ini."
Sejak itu Israel membatalkan sangkalan-sangkalannya bahwa ia mempunyai suatu program nuklir atau senjata-senjata nuklir dan hanya menegaskan bahwa Israel tidak akan "menjadi pihak pertama yang memperkenalkan senjata-senjata nuklir di Timur Tengah."
Baca juga: Netanyahu Desak Presiden Joe Biden Perkuat Aliansi AS-Israel
CIA dan para ahli lainnya di seluruh dunia percaya bahwa Israel memiliki bukan hanya senjata-senjata nuklir melainkan juga sarana-sarana untuk mengirimkannya ke jarak jauh.
Sebuah laporan lima halaman CIA bertanggal 4 September 1974 mengemukakan kesimpulannya bahwa Israel adalah suatu kekuatan nuklir "berdasarkan bukti-bukti bahwa Israel menyimpan sejumlah besar uranium, setengahnya diperoleh dengan cara sembunyi-sembunyi; sifat mendua dari upaya-upaya Israel di bidang pengkayaan uranium; dan investasi Israel dalam suatu sistem misil yang sangat mahal yang dirancang untuk mengakomodasi ujung-ujung peledak senjata nuklir."
"Saya kira masalah ini benar-benar serius, mengingat semua yang telah kita lakukan untuk mereka, dan balasan mereka adalah dengan bertindak dengan cara ini menyangkut fasilitas reaktor produksi yang sangat jelas ini, yang mereka bangun dengan diam-diam, dan yang secara konsisten, dan dengan tegas-tegas, tidak mereka akui tengah mereka bangun."
Menurut Paul Findley, meskipun timbul sentimen-sentimen semacam itu, Amerika Serikat tidak pernah mengambil tindakan sungguh-sungguh untuk mencegah Israel meneruskan pengembangan senjata-senjata nuklir mereka. Satu-satunya usaha setengah serius dilakukan oleh Presiden Kennedy pada awal 1960-an.
Baca juga: Didesak AS, Israel Hendak Perluas Bantuan Militer ke Ukraina
Dia mendesak agar Israel membiarkan para pengawas AS memasuki Dimona. Namun para teknisi Israel membangun sebuah ruang kontrol yang seluruhnya palsu di instalasi Dimona untuk menipu orang-orang Amerika mengenai jenis riset sesungguhnya yang tengah dikerjakan.
Tipu muslihat itu berhasil dan inspeksi berakhir pada 1969 --setahun setelah CIA melaporkan bahwa Israel mempunyai senjata-senjata nuklir-- tanpa menemukan sesuatu yang mencurigakan.
Dalam tahun-tahun itu Israel telah melunakkan pernyataan-pernyataan publiknya. Pada mulanya pernyataan-pernyataannya terbatas pada formulasi yang diucapkan oleh Perdana Menteri Levi Eshkol pada pertengahan 1960-an:
"Saya telah berkata sebelumnya dan saya ulangi kini bahwa Israel tidak mempunyai persenjataan atom dan tidak akan menjadi pihak pertama yang memperkenalkan senjata-senjata tersebut di wilayah kita ini."
Sejak itu Israel membatalkan sangkalan-sangkalannya bahwa ia mempunyai suatu program nuklir atau senjata-senjata nuklir dan hanya menegaskan bahwa Israel tidak akan "menjadi pihak pertama yang memperkenalkan senjata-senjata nuklir di Timur Tengah."
Baca juga: Netanyahu Desak Presiden Joe Biden Perkuat Aliansi AS-Israel
CIA dan para ahli lainnya di seluruh dunia percaya bahwa Israel memiliki bukan hanya senjata-senjata nuklir melainkan juga sarana-sarana untuk mengirimkannya ke jarak jauh.
Sebuah laporan lima halaman CIA bertanggal 4 September 1974 mengemukakan kesimpulannya bahwa Israel adalah suatu kekuatan nuklir "berdasarkan bukti-bukti bahwa Israel menyimpan sejumlah besar uranium, setengahnya diperoleh dengan cara sembunyi-sembunyi; sifat mendua dari upaya-upaya Israel di bidang pengkayaan uranium; dan investasi Israel dalam suatu sistem misil yang sangat mahal yang dirancang untuk mengakomodasi ujung-ujung peledak senjata nuklir."
Lihat Juga :