Negara Israel Klasik di Palestina Hanya Berlangsung 4 Abad
Jum'at, 27 Oktober 2023 - 14:49 WIB
loading...
A
A
A
Dengan sedikit melecehkan, ensiklopedia Inggris memberinya nama “Kerajaan Pengekor” dikarenakan besar dan kecilnya peran kerajaan ini.
Bangsa Asiriya di bawah pimpinan Sarjun II telah menghabisi kerajaan ini dan memindahkan warga Yahudi ke Haran, el Khabur, Kurdistan dan Persia. Sebagai gantinya adalah bangsa Armenia.
Tampaknya, orang-orang Israel di pembuangan berbaur secara total dengan bangsa-bangsa yang bertetangga dengan mereka di pembuangan. Setelah itu tak tersisa jejak keturunan sepuluh Asbath dari Bani Israel (Ya’qub), karena merekalah yang mendukung kerajaan Israel ini.
Baca juga: Negara Israel, Hadiah Inggris untuk Kaum Yahudi
Kerajaan Yahuda
Sedangkan Kerajaan Yahuda beribu kota di al Quds (Yerusalem) dan berlangsung selama hampir 337 tahun. Yaitu antara tahun 923 – 586 SM. Kerajaan ini tidak memiliki wilayah kecuali di bagian tengah tanah Palestina.
Kerajaan ini banyak ditimpa faktor-faktor kelemahan dan berada di bawah kendali luar dalam jangka waktu cukup lama. Sementara para imigran dari luar telah berkali-kali masuk ke al Quds.
Mereka antara lain dinasti Firaun dari Mesir pada akhir abad ke – 10 SM, dan orang-orang Palestina yang menguasai istana raja Yahuram tahun (849 – 842) SM, menahan anak-anak dan wanita mereka.
Kerajaan ini juga pernah tunduk di bawah kekuasaan bangsa Asiria pada waktu kerajaan ini diperintah raja Sarjun II dan seterusnya. Dan akhirnya, kerajaan ini dijatuhkan oleh orang-orang Babilonia (Irak) di bawah pimpinan Nebuchadnazar. Sekitar 40 ribu orang Yahudi ditawan dan dibawa ke Babilonia di Irak, sisanya hengkang dari Palestina pergi ke Mesir.
Menurut Muhsin Muhammad Shaleh, dengan begitu, kerajaan Bani Israel hanya berlangsung selama kurang lebih 4 abad. Namun sebagian besar mereka menguasai bagian-bagian tertentu dari wilayah Palestina. Luas wilayah dan kekuasaan politik mereka pun terus terkikis bersamaan perjalanan waktu.
Baca juga: Negara Israel Zaman Klasik yang Digagas Thalut, Banyak Terjadi Peperangan
Bangsa Asiriya di bawah pimpinan Sarjun II telah menghabisi kerajaan ini dan memindahkan warga Yahudi ke Haran, el Khabur, Kurdistan dan Persia. Sebagai gantinya adalah bangsa Armenia.
Tampaknya, orang-orang Israel di pembuangan berbaur secara total dengan bangsa-bangsa yang bertetangga dengan mereka di pembuangan. Setelah itu tak tersisa jejak keturunan sepuluh Asbath dari Bani Israel (Ya’qub), karena merekalah yang mendukung kerajaan Israel ini.
Baca juga: Negara Israel, Hadiah Inggris untuk Kaum Yahudi
Kerajaan Yahuda
Sedangkan Kerajaan Yahuda beribu kota di al Quds (Yerusalem) dan berlangsung selama hampir 337 tahun. Yaitu antara tahun 923 – 586 SM. Kerajaan ini tidak memiliki wilayah kecuali di bagian tengah tanah Palestina.
Kerajaan ini banyak ditimpa faktor-faktor kelemahan dan berada di bawah kendali luar dalam jangka waktu cukup lama. Sementara para imigran dari luar telah berkali-kali masuk ke al Quds.
Mereka antara lain dinasti Firaun dari Mesir pada akhir abad ke – 10 SM, dan orang-orang Palestina yang menguasai istana raja Yahuram tahun (849 – 842) SM, menahan anak-anak dan wanita mereka.
Kerajaan ini juga pernah tunduk di bawah kekuasaan bangsa Asiria pada waktu kerajaan ini diperintah raja Sarjun II dan seterusnya. Dan akhirnya, kerajaan ini dijatuhkan oleh orang-orang Babilonia (Irak) di bawah pimpinan Nebuchadnazar. Sekitar 40 ribu orang Yahudi ditawan dan dibawa ke Babilonia di Irak, sisanya hengkang dari Palestina pergi ke Mesir.
Menurut Muhsin Muhammad Shaleh, dengan begitu, kerajaan Bani Israel hanya berlangsung selama kurang lebih 4 abad. Namun sebagian besar mereka menguasai bagian-bagian tertentu dari wilayah Palestina. Luas wilayah dan kekuasaan politik mereka pun terus terkikis bersamaan perjalanan waktu.
Baca juga: Negara Israel Zaman Klasik yang Digagas Thalut, Banyak Terjadi Peperangan
(mhy)
Lihat Juga :