7 Fakta Khalid bin Walid, Sahabat Nabi yang Berjuluk Pedang Allah Taala
Senin, 30 Oktober 2023 - 14:20 WIB
loading...
A
A
A
Atsar ini diriwayatkan oleh Imam Thabarani dalam al-Mu'jam al-Kabir, Imam Abu Ya'la dalam Musnad, Imam Hakim dalam al-Mustadrak dan lainnya.
Baca juga: Ketika Khalid bin Walid Harus Memohon Maaf Kepada Ammar bin Yasir
Riwayat lain diceritakan Anas ra bahwa Rasulullah SAW datang ke Mina. Kemudian beliau mendatangi Jumrah dan melemparinya. Setelah itu baginda Nabi mendatangi tempatnya di Mina dan melakukan korban. Nabi berkata kepada tukang cukur: "Cukurlah!" dengan isyarat arah kanannya, lalu arah kirinya. Kemudian rambut itu diberikan kepada orang-orang." (HR Al-Bukhari dan Muslim).
7. Diberhentikan sebagai panglima perang saat Khalifah Umar bin Khattab. Kemenangan Khalid bin Walid dalam setiap perang yang dipimpinnya, termasuk penaklukan Persia, membuat dirinya dipuja umat Islam. Nama Khalid bin Walid sebagai penakluk yang gagah perkasa dan pahlawan yang tak terkalahkan menjadi tersiar ke mana-mana.
Anak-anak muda di Madinah pun mulai menyanyikan syair-syair yang memuji-muji kepahlawanan dan kegagahan panglima Khalid ini.
Kondisi ini dibaca dengan keprihatinan oleh Khalifah Umar bin Khathab. Pada saat Khalid rapat menyusun strategi untuk menaklukkan Romawi Timur ia diberhentikan sebagai panglima perang oleh Khalifah Umar bin Khattan dan diganti Abu Ubaidah.
Khalid pun mempertanyakan keputusan Umar tersebut. Umar pun menjelaskan:
"Aku takut hal ini akan berkembang menjadi keyakinan seolah-olah engkaulah satu-satunya yang sanggup memenangkan seluruh perjuangan ini dengan atau tanpa syafaat Allah SWT. Bukankah dengan demikian mereka menjadi musyrikin? Maka aku ingin buktikan kepada mereka, bahwa 'Umar, hamba Allah yang lemah dan hina ini, telah sanggup menjatuhkan engkau panglima yang gagah perkasa. Dengan demikian kuharap mereka kembali memuji dan memuja hanya Allah SWT."
Baca juga: Kisah Heraklius Lepas Kota Nabi Ibrahim, Mukjizat Khalid bin Walid
Akhirnya, Khalid maju di bawah pimpinan bekas bawahannya sebagai prajurit biasa. Ketika ditanyakan orang kepadanya mengapa ia terus juga berjuang sesudah dipecat oleh 'Umar sebagai panglima, maka Khalid menjawab tegas: "Aku berjuang bukan karena 'Umar, aku berjuang semata karena Allah SWT."
Muhammad 'Imaduddin 'Abdulrahim (1931-2008) dalam buku berudul "Kuliah Tauhid" menyebut sikap Umar dan Khalid sebagai contoh-contoh pribadi tauhid yang tulen.
Baca juga: Ketika Khalid bin Walid Harus Memohon Maaf Kepada Ammar bin Yasir
Riwayat lain diceritakan Anas ra bahwa Rasulullah SAW datang ke Mina. Kemudian beliau mendatangi Jumrah dan melemparinya. Setelah itu baginda Nabi mendatangi tempatnya di Mina dan melakukan korban. Nabi berkata kepada tukang cukur: "Cukurlah!" dengan isyarat arah kanannya, lalu arah kirinya. Kemudian rambut itu diberikan kepada orang-orang." (HR Al-Bukhari dan Muslim).
7. Diberhentikan sebagai panglima perang saat Khalifah Umar bin Khattab. Kemenangan Khalid bin Walid dalam setiap perang yang dipimpinnya, termasuk penaklukan Persia, membuat dirinya dipuja umat Islam. Nama Khalid bin Walid sebagai penakluk yang gagah perkasa dan pahlawan yang tak terkalahkan menjadi tersiar ke mana-mana.
Anak-anak muda di Madinah pun mulai menyanyikan syair-syair yang memuji-muji kepahlawanan dan kegagahan panglima Khalid ini.
Kondisi ini dibaca dengan keprihatinan oleh Khalifah Umar bin Khathab. Pada saat Khalid rapat menyusun strategi untuk menaklukkan Romawi Timur ia diberhentikan sebagai panglima perang oleh Khalifah Umar bin Khattan dan diganti Abu Ubaidah.
Khalid pun mempertanyakan keputusan Umar tersebut. Umar pun menjelaskan:
"Aku takut hal ini akan berkembang menjadi keyakinan seolah-olah engkaulah satu-satunya yang sanggup memenangkan seluruh perjuangan ini dengan atau tanpa syafaat Allah SWT. Bukankah dengan demikian mereka menjadi musyrikin? Maka aku ingin buktikan kepada mereka, bahwa 'Umar, hamba Allah yang lemah dan hina ini, telah sanggup menjatuhkan engkau panglima yang gagah perkasa. Dengan demikian kuharap mereka kembali memuji dan memuja hanya Allah SWT."
Baca juga: Kisah Heraklius Lepas Kota Nabi Ibrahim, Mukjizat Khalid bin Walid
Akhirnya, Khalid maju di bawah pimpinan bekas bawahannya sebagai prajurit biasa. Ketika ditanyakan orang kepadanya mengapa ia terus juga berjuang sesudah dipecat oleh 'Umar sebagai panglima, maka Khalid menjawab tegas: "Aku berjuang bukan karena 'Umar, aku berjuang semata karena Allah SWT."
Muhammad 'Imaduddin 'Abdulrahim (1931-2008) dalam buku berudul "Kuliah Tauhid" menyebut sikap Umar dan Khalid sebagai contoh-contoh pribadi tauhid yang tulen.
(mhy)
Lihat Juga :