Allah Taala Menjaga Al-Quran, Mengapa Risau dengan Tafsir Israiliyyat? Begini Penjelasannya
Selasa, 31 Oktober 2023 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Sumber-sumber Yahudi ini walaupun ada yang benar tapi lebih banyak berisi kesalahan kedustaan. Taurat atau old testament perjanjian lama adalah sekumpulan kitab-kitab yang berbeda dari jenis panjangnya, dengan perbedaaan judul dan uslûb setiap jenisnya.
Asfâr ini ditulis dalam bahasa yang berbeda dalam kurun waktu lebih dari 900 tahun. Begitu Maurice Baqon dalam At-Taurâh wa al-Anâjil wa Al-Qur'an Al-Karim Bimiqyâs al-ʽIlmi al-Hadîts menjelaskan.
Ramzi Nana'ah dalam buku berjudul "Al Isrâîliyyât wa Atsaruhâ fî Kutubi at-Tafsir" menambahkan sebenarnya kitab-kitab Yahudi sejumlah 39 kitab:
1). Taurat atau kitab Nabi Musa atau al-asfar al-khamsah yang terdiri dari lima kitab utama, kitab inilah yang disebut Taurat yang diyakini berisi wahyu-wahyu yang diturunkan Allah kepada Nabi Musa as. Nama Taurat terkadang digunakan untuk menyebut 39 kitab perjanjian lama karena dianggap sebagai kitab utama yang dinisbatkan kepada Nabi Musa as. 2). Kitab sejarah yang terdiri dari 12 kitab. 3). Kitab Nasyid-Nasyid yang terdiri dari 5 kitab. 4). Kitab Nabi-Nabi yang terdiri dari 17 kitab.
Baca juga: Tafsir Israiliyyat: Berawal dari Ketidaktahuan Arab dan Hijrahnya Bangsa Yahudi
Sedangkan Talmud adalah riwayat-riwayat lisan dari rahib-rahib Yahudi diambil dari perkataan Nabi Musa as yang diwariskan generasi ke generasi dan dikumpulkan di dalam kitab bernama al-Masynâ, namun setelah itu rahib-rahib dari Palestina dan Babilonia menambahkan tambahan dan penjelasan serta catatan pinggir kepada kitab ini, adapun tambahan ini disebut Jamâr.
Menurut Ramzi Nana'ah, Al-Qur'an sebagai kitab samawi terakhir berkaitan erat dengan kitab-kitab yang lain seperti Taurat dan Injil, keterkaitan ini lebih kepada ketetapan ushul aqidah yang membenarkan konsep akidah Rasul dan Nabi sebelumnya. Maka kita dapati dalam Al-Qur'an ayat-ayat yang membenarkan kitab Injil dan Taurat.
Di sisi lain Al-Qur'an datang dengan konsep perubahan dan penyempurnaan dalam hal syariat. Injil misalnya datang dengan menghalalkan beberapa hal yang sebelumnya diharamkan untuk Bani Israil sebaliknya Al-Qur'an datang untuk melengkapi kitab Injil.
Prinsip ini tentu berlaku dengan kitab samawi Taurat dan Injil sebelum diubah baik dengan dikurangi atau ditambahi oleh kaum Yahudi dan Nasrani. "Namun setelah terjadi perubahan dalam kitab Injil dan Taurat, Al-Qur'an datang tidak hanya karena alasan di atas namun juga sebagai penjaga dari penyimpangan pemahaman karena perubahan yang dilakukan oleh kaum Yahudi dan Nasrani," ujar Ramzi Nana'ah.
Baca juga: Persoalan Israiliyyat Sudah Muncul sejak Zaman Nabi Muhammad SAW
Asfâr ini ditulis dalam bahasa yang berbeda dalam kurun waktu lebih dari 900 tahun. Begitu Maurice Baqon dalam At-Taurâh wa al-Anâjil wa Al-Qur'an Al-Karim Bimiqyâs al-ʽIlmi al-Hadîts menjelaskan.
Ramzi Nana'ah dalam buku berjudul "Al Isrâîliyyât wa Atsaruhâ fî Kutubi at-Tafsir" menambahkan sebenarnya kitab-kitab Yahudi sejumlah 39 kitab:
1). Taurat atau kitab Nabi Musa atau al-asfar al-khamsah yang terdiri dari lima kitab utama, kitab inilah yang disebut Taurat yang diyakini berisi wahyu-wahyu yang diturunkan Allah kepada Nabi Musa as. Nama Taurat terkadang digunakan untuk menyebut 39 kitab perjanjian lama karena dianggap sebagai kitab utama yang dinisbatkan kepada Nabi Musa as. 2). Kitab sejarah yang terdiri dari 12 kitab. 3). Kitab Nasyid-Nasyid yang terdiri dari 5 kitab. 4). Kitab Nabi-Nabi yang terdiri dari 17 kitab.
Baca juga: Tafsir Israiliyyat: Berawal dari Ketidaktahuan Arab dan Hijrahnya Bangsa Yahudi
Sedangkan Talmud adalah riwayat-riwayat lisan dari rahib-rahib Yahudi diambil dari perkataan Nabi Musa as yang diwariskan generasi ke generasi dan dikumpulkan di dalam kitab bernama al-Masynâ, namun setelah itu rahib-rahib dari Palestina dan Babilonia menambahkan tambahan dan penjelasan serta catatan pinggir kepada kitab ini, adapun tambahan ini disebut Jamâr.
Menurut Ramzi Nana'ah, Al-Qur'an sebagai kitab samawi terakhir berkaitan erat dengan kitab-kitab yang lain seperti Taurat dan Injil, keterkaitan ini lebih kepada ketetapan ushul aqidah yang membenarkan konsep akidah Rasul dan Nabi sebelumnya. Maka kita dapati dalam Al-Qur'an ayat-ayat yang membenarkan kitab Injil dan Taurat.
Di sisi lain Al-Qur'an datang dengan konsep perubahan dan penyempurnaan dalam hal syariat. Injil misalnya datang dengan menghalalkan beberapa hal yang sebelumnya diharamkan untuk Bani Israil sebaliknya Al-Qur'an datang untuk melengkapi kitab Injil.
Prinsip ini tentu berlaku dengan kitab samawi Taurat dan Injil sebelum diubah baik dengan dikurangi atau ditambahi oleh kaum Yahudi dan Nasrani. "Namun setelah terjadi perubahan dalam kitab Injil dan Taurat, Al-Qur'an datang tidak hanya karena alasan di atas namun juga sebagai penjaga dari penyimpangan pemahaman karena perubahan yang dilakukan oleh kaum Yahudi dan Nasrani," ujar Ramzi Nana'ah.
Baca juga: Persoalan Israiliyyat Sudah Muncul sejak Zaman Nabi Muhammad SAW
Lihat Juga :