Jejak Kekejaman Yahudi: 20.000 Orang Nasrani Dibakar Hidup-Hidup
Rabu, 08 November 2023 - 07:25 WIB
loading...
Korban dalam tragedi ini adalah 20.000 orang kaum Nasrani. Ilustrasi: Ist
A
A
A
Jejak kekejaman kaum Yahudi sejak dahulu kala tercatat dalam kitab suci. Salah satunya adalah dalam al-Quran Surat Al-Buruj ayat 4-8. Ini dikenal dengan kisah Ashabul Ukhdud , yakni tragedi sejarah pemaksaan agama di era sebelum Islam.
Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Sejarah Hidup Muhammad" mengisahkan kala itu, orang-orang Nasrani dipaksa keluar dari agamanya untuk memeluk agama Yahudi. Mereka menolak sehingga dibunuh secara brutal. Mereka dibakar dalam parit. Korban dalam tragedi ini adalah 20.000 orang kaum Nasrani.
Peristiwa ini terjadi pada era Dhu Nuwas al-Himyari berkuasa di Yaman . Ia condong sekali kepada agama Musa (Yudaisma), dan tidak menyukai penyembahan berhala. Ia belajar agama ini dari orang-orang Yahudi yang pindah dan menetap di Yaman.
Baca juga: Kisah Yaman Dikuasai Orang Nasrani Pasca Ashabul Ukhdud
Cerita ini ringkasnya, menurut Haekal, ialah bahwa ada seorang pengikut Nabi Isa yang saleh bernama Phemion telah pindah dari Kerajaan Romawi ke Najran. Karena orang ini baik sekali, penduduk kota itu banyak yang mengikuti jejaknya, sehingga jumlah mereka makin lama makin bertambah juga.
Setelah berita itu sampai kepada Dhu Nuwas, ia pergi ke Najran dan dimintanya kepada penduduk supaya mereka masuk agama Yahudi, kalau tidak akan dibunuh. Karena mereka menolak, maka digalilah sebuah parit dan dipasang api di dalamnya.
Mereka dimasukkan ke dalam parit itu dan yang tidak mati karena api, dibunuhnya kemudian dengan pedang atau dibikin cacat.
Menurut beberapa buku sejarah korban pembunuhan itu mencapai duapuluh ribu orang. Salah seorang di antaranya dapat lolos dari maut dan dari tangan Dhu Nuwas, ia lari ke Romawi dan meminta bantuan Kaisar Yustinianus atas perbuatan Dhu Nuwas itu.
Baca juga: Kisah Ashabul Ukhdud dengan Tukang Sihir dan Pendeta
Dhu Nuwas inilah yang disebut-sebut oleh ahli-ahli sejarah, yang termasuk dalam kisah "orang-orang yang membuat parit," yang diabadikan dalam Al-Qur'an.
Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Sejarah Hidup Muhammad" mengisahkan kala itu, orang-orang Nasrani dipaksa keluar dari agamanya untuk memeluk agama Yahudi. Mereka menolak sehingga dibunuh secara brutal. Mereka dibakar dalam parit. Korban dalam tragedi ini adalah 20.000 orang kaum Nasrani.
Peristiwa ini terjadi pada era Dhu Nuwas al-Himyari berkuasa di Yaman . Ia condong sekali kepada agama Musa (Yudaisma), dan tidak menyukai penyembahan berhala. Ia belajar agama ini dari orang-orang Yahudi yang pindah dan menetap di Yaman.
Baca juga: Kisah Yaman Dikuasai Orang Nasrani Pasca Ashabul Ukhdud
Cerita ini ringkasnya, menurut Haekal, ialah bahwa ada seorang pengikut Nabi Isa yang saleh bernama Phemion telah pindah dari Kerajaan Romawi ke Najran. Karena orang ini baik sekali, penduduk kota itu banyak yang mengikuti jejaknya, sehingga jumlah mereka makin lama makin bertambah juga.
Setelah berita itu sampai kepada Dhu Nuwas, ia pergi ke Najran dan dimintanya kepada penduduk supaya mereka masuk agama Yahudi, kalau tidak akan dibunuh. Karena mereka menolak, maka digalilah sebuah parit dan dipasang api di dalamnya.
Mereka dimasukkan ke dalam parit itu dan yang tidak mati karena api, dibunuhnya kemudian dengan pedang atau dibikin cacat.
Menurut beberapa buku sejarah korban pembunuhan itu mencapai duapuluh ribu orang. Salah seorang di antaranya dapat lolos dari maut dan dari tangan Dhu Nuwas, ia lari ke Romawi dan meminta bantuan Kaisar Yustinianus atas perbuatan Dhu Nuwas itu.
Baca juga: Kisah Ashabul Ukhdud dengan Tukang Sihir dan Pendeta
Dhu Nuwas inilah yang disebut-sebut oleh ahli-ahli sejarah, yang termasuk dalam kisah "orang-orang yang membuat parit," yang diabadikan dalam Al-Qur'an.
Lihat Juga :