Adzan Senyap di Bumi Andalusia

Kamis, 06 Agustus 2020 - 17:01 WIB
loading...
A A A
Toko yang disulap menjadi masjid itu, dibeli dengan cara mencicil. Saat kami bertemu pada pertengahan Oktober 2019, Muhammad tengah berusaha keras untuk mengumpulkan uang pelunasan pelunasan Masjid itu.

"Masjid ini sudah dibayar setengahnya dan setengahnya lagi tengah di cicil. Kami punya diberi waktu dua bulan untuk melunasi masjid ini,yakni 1.120 Euro jika tidak, maka tempat ini tidak menjadi masjid lagi dan uang umat Isalam akan hilang," terang dia.

Ia menceritakan, tadinya gedung yang terletak tepat di belakang terminal bus antar kota La Linea itu merupakan kafe, dan toko-toko tetangganya juga saat ini ada yang Kafe, rumah biliar hingga klub malam. "Lokasi ini yang bisa dapat, tapi tidak menghalangi kami beribadah," ujar Muhammad.

Seperti di Cadiz, masjid ini juga tidak mengumandangkan adzan dengan pengeras suara. Tapi pengurus masjid mencetak selebaran waktu salat untuk dibagikan kepada Jamaah. Selain itu Dengan kemajuan teknologi, jamaah bisa mengakses waktu solat melalui gawai pintarnya,” kata dia.

Walau sudah menjadi hal milik, tapi bangunan seluas 300 meter persegi itu tidak bisa dibangun kubah atau menara masjid sebagai ciri khas rumah ibadah. "Membangun kubah belum di ijinkan oleh pemerintah kota," kata dia.

Tapi dia tidak kurang akal, untuk menandakan banguan itu masjid, dia menulis setiap pintu dengan tulisan Arab "Masjid Badar". Selain itu, lukisan corak kubah di pintu masuk juga akan memudahkan pencirian masjid.
Adzan Senyap di Bumi Andalusia

Dia menceritakan, di kawasan Andalusia ini hanya Masjid Marbella yang diperkenankan rancang bangun masjid layaknya masjid pada umumnya, lengkap dengan kubah dan menara. "Itu karena, Masjid Marbella dibangun atas bantuan Raja Fadh dari Arab Saudi, masjid itu satu paket pembangunnnya dengan Masjid Ibrahim bin Ibrahim di Gibraltar," jelas dia.

Kehidupan komunitas muslim di La Linea juga didukung oleh maraknya bermunculan rumah makan halal. Dua di antara terletak 50-100 meter dari lokasi masjid, atau masih dipusat kota La Linea. Masih menurut Muhammad, rumah makan itu dikelola warga India dan Pakistan. (Baca Juga: Pendaran Cahaya Islam di Hispaniola )

Tulisan ini dikirim oleh Abdul Aziz
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Benarkah Islam Agama...
Benarkah Islam Agama Perang? Simak Sejarah Turunnya Perintah Berperang dalam Al-Qur'an
Siap-siap Menyambut...
Siap-siap Menyambut Bulan Safar : Sejarah, Kedudukan, Mitos hingga Amalan Sunahnya
Dakwah di Media Sosial...
Dakwah di Media Sosial : Cara Menebar Kebaikan dan Meraih Pahala Jariyah
5 Akhlak Dasar Muslim...
5 Akhlak Dasar Muslim yang Kini Mulai Langka, Nomor 5 Jadi Kunci Menjaga Ukhuwah
Wajah Islam di Piala...
Wajah Islam di Piala Dunia: Ketika Timnas Maroko Berdakwah Lewat Akhlak
Khotbah Iduladha di...
Khotbah Iduladha di Lapangan Masjid Agung Al Azhar, Din Syamsuddin Tekankan Pentingnya Persatuan Umat Islam
Rekomendasi
Mamalia Rawa Ini Hidup...
Mamalia Rawa Ini Hidup Berdampingan dengan Dinosaurus
Inti Bumi Bocor Menyebabkan...
Inti Bumi Bocor Menyebabkan Bumi Setiap Tahunnya...
Sumber Air Terbesar...
Sumber Air Terbesar di Alam Semesta Ditemukan di Luar Angkasa
Artikel Terkini
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Ayat-ayat Istimewa Surat...
Ayat-ayat Istimewa Surat Al Baqarah : Mengapa Ayat 255 Disebut Ayat Kursi?
Asbabun Nuzul 2 Ayat...
Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
Bacaan 2 Ayat Terakhir...
Bacaan 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah dan 3 Manfaatnya yang Dahsyat
Rahasia 2 Ayat Terakhir...
Rahasia 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Dibaca Malam Hari, Pahalanya Luar Biasa
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Infografis
7 Ilmuwan Islam Paling...
7 Ilmuwan Islam Paling Berpengaruh Sepanjang Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved