Jejak Gerakan Freemason di Indonesia, Tercium tapi Tak Banyak Dibahas
Sabtu, 18 November 2023 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Sepanjang perjalanan sejarahnya, organisasi Freemasonry selalu menggunakan berbagai kedok baik itu sebagai lembaga ilmu pengetahuan, lembaga amal, kelompok kebatinan, ataupun perkumpulan-perkumpulan resmi yang mengkampanyekan persamaan, kebebasan, dan persaudaraan umat manusia tanpa perbedaan apapun.
Organisasi Freemasonry selalu menciptakan organisasi baru dengan mengubah namanya sesuai dengan tempat di mana ia berada agar masyarakat tertarik untuk menjadi anggota organisasi ini. Namun pada hakikatnya, di dalam selubung yang tak kasat mata, Freemasonry juga merupakan sebuah aliran pemikiran yang menyebarkan paham materialisme dan humanisme sekuler, yang merupakan suatu filsafat keliru yang patut ditinjau ulang.
Baca juga: Konspirasi Freemasonry: Kisah Lelaki Pembawa Dokumen yang Disambar Petir
Seiring dengan perubahan keadaan sosial politik di dunia pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, organisasi Freemasonry mulai menciptakan bentuk-bentuk lain dari wujud aslinya. Seperti munculnya Gerakan Theosofi, Lions Club dan Rotary Club di Amerika yang di kemudian hari menyebar hingga ke Indonesia.
Munculnya varian-varian dari Freemasonry bertujuan untuk menciptakan citra positif pada masyarakat umum yang mulai menaruh curiga pada organisasi Freemasonry. Gerakan Theosofi Internasional didirikan oleh seorang wanita Rusia berdarah Yahudi bernama Helena Petrovna Blavatsky pada 7 September 1875 di New York.
Gerakan Theosofi adalah sebuah gerakan kebatinan Yahudi. Gerakan ini secara resmi berdiri di Semarang pada tahun 1901 dan diresmikan langsung oleh Presiden Theosofi Internasional pada saat itu yakni Kolonel Henry Steel Olcott pada tanggal 7 September 1901.
Baca juga: Gerakan Yahudi di Freemasonry, Jenderal Albert Pyke: Tidak Ada Tuhan Kecuali Allah dan Setan
Gerakan ini mendapat sambutan yang hangat di Jawa karena adanya kesamaan pandangan dalam hal kebatinan.
Sedangkan Rotary Club masuk ke Hindia-Belanda pertama kali pada tahun 1927. Asas Rotary Club adalah humanisme dan menghamba pada humanisme, seperti umumnya organisasi Freemason lainnya.
Organisasi ini menyuarakan soal pengabdian kepada masyarakat dan mengedepankan aksi amal. Sebagai organisasi elit yang menjalankan misi kemanusiaan, Rotary Club sepenuhnya dikendalikan oleh Freemason, dan setidaknya harus ada dua orang Yahudi dalam kepengurusan.
Orang Yahudi ini berfungsi sebagai pengawas dan menjaga hubungan kontak dengan jaringan mereka di tingkat pusat. Pada tahun 1962, Presiden Soekarno sendirilah yang membubarkan Freemansonry karena dinilai tidak sesuai dengan kepribadian bangsa.
Baca juga: Zionis Internasional Memprakarsai Perang Dunia III, Islam Jadi Target!
Organisasi Freemasonry selalu menciptakan organisasi baru dengan mengubah namanya sesuai dengan tempat di mana ia berada agar masyarakat tertarik untuk menjadi anggota organisasi ini. Namun pada hakikatnya, di dalam selubung yang tak kasat mata, Freemasonry juga merupakan sebuah aliran pemikiran yang menyebarkan paham materialisme dan humanisme sekuler, yang merupakan suatu filsafat keliru yang patut ditinjau ulang.
Baca juga: Konspirasi Freemasonry: Kisah Lelaki Pembawa Dokumen yang Disambar Petir
Seiring dengan perubahan keadaan sosial politik di dunia pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, organisasi Freemasonry mulai menciptakan bentuk-bentuk lain dari wujud aslinya. Seperti munculnya Gerakan Theosofi, Lions Club dan Rotary Club di Amerika yang di kemudian hari menyebar hingga ke Indonesia.
Munculnya varian-varian dari Freemasonry bertujuan untuk menciptakan citra positif pada masyarakat umum yang mulai menaruh curiga pada organisasi Freemasonry. Gerakan Theosofi Internasional didirikan oleh seorang wanita Rusia berdarah Yahudi bernama Helena Petrovna Blavatsky pada 7 September 1875 di New York.
Gerakan Theosofi adalah sebuah gerakan kebatinan Yahudi. Gerakan ini secara resmi berdiri di Semarang pada tahun 1901 dan diresmikan langsung oleh Presiden Theosofi Internasional pada saat itu yakni Kolonel Henry Steel Olcott pada tanggal 7 September 1901.
Baca juga: Gerakan Yahudi di Freemasonry, Jenderal Albert Pyke: Tidak Ada Tuhan Kecuali Allah dan Setan
Gerakan ini mendapat sambutan yang hangat di Jawa karena adanya kesamaan pandangan dalam hal kebatinan.
Sedangkan Rotary Club masuk ke Hindia-Belanda pertama kali pada tahun 1927. Asas Rotary Club adalah humanisme dan menghamba pada humanisme, seperti umumnya organisasi Freemason lainnya.
Organisasi ini menyuarakan soal pengabdian kepada masyarakat dan mengedepankan aksi amal. Sebagai organisasi elit yang menjalankan misi kemanusiaan, Rotary Club sepenuhnya dikendalikan oleh Freemason, dan setidaknya harus ada dua orang Yahudi dalam kepengurusan.
Orang Yahudi ini berfungsi sebagai pengawas dan menjaga hubungan kontak dengan jaringan mereka di tingkat pusat. Pada tahun 1962, Presiden Soekarno sendirilah yang membubarkan Freemansonry karena dinilai tidak sesuai dengan kepribadian bangsa.
Baca juga: Zionis Internasional Memprakarsai Perang Dunia III, Islam Jadi Target!
(mhy)
Lihat Juga :