Kisah Hikmah : Ahli Ibadah dan Bayi yang Bisa Berbicara
Minggu, 19 November 2023 - 16:23 WIB
loading...
A
A
A
Demikian itu karena setiap syariat yang Allah bebankan kepada para mukallaf memiliki tingkat hukum, keutamaan, dan keterdesakan yang berbeda-beda. Sehingga kita perlu untuk memprioritaskan amal perbuatan dengan sebaik-baiknya.
Rasulullah bersabda terkait perbedaan tingkat suatu amalan ini sebagaimana dalam hadis:
“Iman itu ada tujuh puluh cabang lebih atau enam puluh cabang lebih. Yang paling utama adalah perkataan lâ ilâha illallâh, dan yang paling ringan adalah menyingkirkan gangguan dari jalan.”(HR Muslim No 35)
Dari sini kita mengetahui bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan amalan seorang hamba yang ikhlas beribadah kepada-Nya dan tidak memiliki niat buruk.
Untuk itulah mari kita senantiasa berdoa dengan doa keteguhan hati yang selalu dibaca oleh Rasulullah sebagaimana dalam sabdanya:
“Wahai Zat Yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”(HR at Tirmidzi)
Juga doa yang Rasulullah ajarkan sebagaimana dalam riwayat Muslim, no. 2654,
“Ya Allah, Zat Yang Memalingkan hati, palingkanlah hati kami kepada ketaatan beribadah kepada-Mu.”
Baca juga: Kisah Ahli Ibadah, 220 Tahun Tak Pernah Maksiat Tapi Mati Su'ul Khatimah
Wallahu A'lam
Rasulullah bersabda terkait perbedaan tingkat suatu amalan ini sebagaimana dalam hadis:
اَلْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً، فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ
“Iman itu ada tujuh puluh cabang lebih atau enam puluh cabang lebih. Yang paling utama adalah perkataan lâ ilâha illallâh, dan yang paling ringan adalah menyingkirkan gangguan dari jalan.”(HR Muslim No 35)
3. Pentingnya Kejernihan Jiwa dan Keikhlasan Niat
Dalam hadis kisah shahih tersebut, kita juga belajar bahwa Juraij memiliki kejernihan jiwa dan keikhlasan niat sehingga Allah pun menolongnya dari godaan wanita cantik tersebut.Dari sini kita mengetahui bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan amalan seorang hamba yang ikhlas beribadah kepada-Nya dan tidak memiliki niat buruk.
Untuk itulah mari kita senantiasa berdoa dengan doa keteguhan hati yang selalu dibaca oleh Rasulullah sebagaimana dalam sabdanya:
يَا مُقَلِّبَ القُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِيْنِكَ
“Wahai Zat Yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”(HR at Tirmidzi)
Juga doa yang Rasulullah ajarkan sebagaimana dalam riwayat Muslim, no. 2654,
اَللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ
“Ya Allah, Zat Yang Memalingkan hati, palingkanlah hati kami kepada ketaatan beribadah kepada-Mu.”
Baca juga: Kisah Ahli Ibadah, 220 Tahun Tak Pernah Maksiat Tapi Mati Su'ul Khatimah
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :