Pesan Penting untuk Orang Tua : Tanamkan Tauhid Kepada Anak
Jum'at, 07 Agustus 2020 - 13:06 WIB
loading...
A
A
A
”Wahai anak ku jangan sekali-kali engkau sekutukan Allah.” (QS: Al-Lukman:13).
Konsep Tuhan dalam Islam adalah Tauhidullah atau disingkat sebagai Tauhid saja. Dan menanamkan tauhid sejak usia dini adalah hal yang sangat penting. Karena dasar agama adalah tauhid dan pondasi tauhid adalah akidah, maka keimanan tersebut harus ditanamkan pada anak. Ketika potensi keimanan itu tidak menemukan jawaban kebenarannya, maka akan berpengaruh pada perkembagan keberagamaannya.
Karena itu, orang tua harus memahami karakter anak yang kreatif dan spontan dalam meniru perilaku untuk menanamkan tauhid pada anak. Penanaman tauhid dan akidah pada anak itu dengan membangun cinta pada Islam. Bangun keinginan untuk melakukan ibadah karena cinta, bukan karena paksaan. Orang tua pun harus menjadi figur yang mencintai Islam, misalnya dengan melakukan salat tepat waktu. (Baca juga : Tinggal di Rumah agar Terhindar Fitnah )
Dari ibnu ‘Abbas bahwa Nabi Shalallahu ’alaihi wa sallam bersabda :
“Ajarkan kalimat laa ilaaha illallah kepada anak-anak kalian sebagai kalimat pertama dan tuntunkanlah mereka mengucapkan kalimat laa ilaaha illallah ketika menjelang mati.” (HR. Hakim)
Abdurrazaq meriwayatkan :
“Bahwa para sahabat menyukai untuk mengajarkan kepada anak-anak mereka kalimat laa ilaaha illallah sebagai kalimat yang pertama kali bisa mereka ucapkan secara fasih sampai tujuh kali, sehingga kalimat ini menjadi yang pertama-tama mereka ucapkan.”
Ibnul Qayyim mengatakan :
“Diawal waktu ketika anak-anak mulai bisa bicara, hendaknya mendiktekan kepada mereka kalimat laa ilaaha illallah Muhammad Rasulullah, & hendaknya sesuatu yang pertama kali didengar oleh telinga mereka adalah laa ilaha illallah (mengenal Allah) & mentauhidkanNya. Juga diajarkan kepada mereka bahwa Allah bersemayam di atas singgasanaNya yang senantiasa melihat & mendengar perkataaan mereka, senantiasa bersama mereka dimanapun mereka berada.” (Ahkam Al-Maulud)(Baca juga : Ada Tidaknya Mahram Saat Perempuan Bersafar Wajib )
Oleh karena itu, wasiat Nabi Shalallahu’alaihi wa sallam kepada Mu’adz bin jabal radhiyallahu anhu sebagimana yang disebutkan dalam hadis :
Konsep Tuhan dalam Islam adalah Tauhidullah atau disingkat sebagai Tauhid saja. Dan menanamkan tauhid sejak usia dini adalah hal yang sangat penting. Karena dasar agama adalah tauhid dan pondasi tauhid adalah akidah, maka keimanan tersebut harus ditanamkan pada anak. Ketika potensi keimanan itu tidak menemukan jawaban kebenarannya, maka akan berpengaruh pada perkembagan keberagamaannya.
Karena itu, orang tua harus memahami karakter anak yang kreatif dan spontan dalam meniru perilaku untuk menanamkan tauhid pada anak. Penanaman tauhid dan akidah pada anak itu dengan membangun cinta pada Islam. Bangun keinginan untuk melakukan ibadah karena cinta, bukan karena paksaan. Orang tua pun harus menjadi figur yang mencintai Islam, misalnya dengan melakukan salat tepat waktu. (Baca juga : Tinggal di Rumah agar Terhindar Fitnah )
Dari ibnu ‘Abbas bahwa Nabi Shalallahu ’alaihi wa sallam bersabda :
“Ajarkan kalimat laa ilaaha illallah kepada anak-anak kalian sebagai kalimat pertama dan tuntunkanlah mereka mengucapkan kalimat laa ilaaha illallah ketika menjelang mati.” (HR. Hakim)
Abdurrazaq meriwayatkan :
“Bahwa para sahabat menyukai untuk mengajarkan kepada anak-anak mereka kalimat laa ilaaha illallah sebagai kalimat yang pertama kali bisa mereka ucapkan secara fasih sampai tujuh kali, sehingga kalimat ini menjadi yang pertama-tama mereka ucapkan.”
Ibnul Qayyim mengatakan :
“Diawal waktu ketika anak-anak mulai bisa bicara, hendaknya mendiktekan kepada mereka kalimat laa ilaaha illallah Muhammad Rasulullah, & hendaknya sesuatu yang pertama kali didengar oleh telinga mereka adalah laa ilaha illallah (mengenal Allah) & mentauhidkanNya. Juga diajarkan kepada mereka bahwa Allah bersemayam di atas singgasanaNya yang senantiasa melihat & mendengar perkataaan mereka, senantiasa bersama mereka dimanapun mereka berada.” (Ahkam Al-Maulud)(Baca juga : Ada Tidaknya Mahram Saat Perempuan Bersafar Wajib )
Oleh karena itu, wasiat Nabi Shalallahu’alaihi wa sallam kepada Mu’adz bin jabal radhiyallahu anhu sebagimana yang disebutkan dalam hadis :
Lihat Juga :