Pesan Penting untuk Orang Tua : Tanamkan Tauhid Kepada Anak
Jum'at, 07 Agustus 2020 - 13:06 WIB
loading...
Sebagai umat Islam pendidikan pertama yang harus diberikan kepada anak-anaknya adalah mengenalkan Allah Taala. Foto ilustrasi/istimewa
A
A
A
Di kalangan keluarga muslim , banyak kalangan remaja atau anak-anak yang mulai tumbuh remaja tidak mengenal ajaran Tuhannya. Hal ini bisa dilihat dan dibaca tentang maraknya kemorosotan ahklak dan moral kaum remaja dan anak-anak.
Mereka semakin tidak malu melakukan berbagai kasus negatif. Bahkan, para remaja juga semakin berani melakukan hal-hal kejahatan. Sungguh memprihatinkan.
Banyak orangtua terlambat menyadari bahwa membangun akhlak positif anak perlu dilakukan sejak dini. Tiba-tiba mereka baru menyadari anaknya sering berkata dan bersikap kasar, sulit diajak ibadah salat, sering konflik dan lainnya.
Karena itulah, orang tua perlu mengenalkan agama sejak dini kepada anaknya. Seperti yang pernah dikatakan sahabat Ali bin Abi Thalib . Beliau pernah mengatakan, “Cetaklah tanah selama ia masih basah dan tanamlah kayu selama ia masih lunak.”
Perkataan itu menyiratkan bahwa proses pembentukan akhlak perlu dilakukan sedini mungkin. Usia dini merupakan masa yang sangat menentukan bagi keberhasilan seseorang sepanjang hayatnya karena masa membuat pola-pola pikir dan perilaku yang akan digunakan saat dewasa. Pola-pola positif tidak bisa didapatkan secara instan namun perlu proses panjang sejak usia dini. (Baca juga : Besarnya Pahala Orang Tua Mendidik Anak Perempuan )
Sebagai umat Islam pendidikan pertama yang harus diberikan kepada anak-anaknya adalah mengenalkan Allah Ta'ala (Ilmu Tauhid). Kemudian ajarkan tentang akhlak. Ketika si anak sudah mengenal Allah, para orangtua yang bijak biasanya akan mengajarkan mereka cara-cara beribadat yang benar (Ilmu Fiqih).
Selanjutnya diajarkan cara menjaga ibadat tersebut agar tidak sirna (Tasauf). Jika keempat pendidikan ini sudah ada pada diri si anak, ketika beranjak masa remaja anak-anak kita akan menjadi pribadi yang kuat. Baik baik budi pekertinya, lembut tutur katanya. Karena pendidikan di atas sudah merepresentasi bagaimana cara berinteraksi dengan Allah Ta'ala dan cara berinteraksi dengan manusia.
Dalam Al-Qur’an sudah tertera cara mendidik anak serta ilmu apa pertama kali yang harus ditanamkan oleh orangtua. Banyak kisah-kisah para pendahulu kita yang sukses mendidik anak dengan metode Al-Qur'an. Sebut saja Lukmanul Hakim. Lalu pelajaran apa saja yang beliau berikan kepada anaknya? Yang utama adalah persoalan akidah .
Sebagaimana firman Allah :
وَإِذْ قَالَ لُقْمَٰنُ لِٱبْنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُۥ يَٰبُنَىَّ لَا تُشْرِكْ بِٱللَّهِ ۖ إِنَّ ٱلشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
Mereka semakin tidak malu melakukan berbagai kasus negatif. Bahkan, para remaja juga semakin berani melakukan hal-hal kejahatan. Sungguh memprihatinkan.
Banyak orangtua terlambat menyadari bahwa membangun akhlak positif anak perlu dilakukan sejak dini. Tiba-tiba mereka baru menyadari anaknya sering berkata dan bersikap kasar, sulit diajak ibadah salat, sering konflik dan lainnya.
Karena itulah, orang tua perlu mengenalkan agama sejak dini kepada anaknya. Seperti yang pernah dikatakan sahabat Ali bin Abi Thalib . Beliau pernah mengatakan, “Cetaklah tanah selama ia masih basah dan tanamlah kayu selama ia masih lunak.”
Perkataan itu menyiratkan bahwa proses pembentukan akhlak perlu dilakukan sedini mungkin. Usia dini merupakan masa yang sangat menentukan bagi keberhasilan seseorang sepanjang hayatnya karena masa membuat pola-pola pikir dan perilaku yang akan digunakan saat dewasa. Pola-pola positif tidak bisa didapatkan secara instan namun perlu proses panjang sejak usia dini. (Baca juga : Besarnya Pahala Orang Tua Mendidik Anak Perempuan )
Sebagai umat Islam pendidikan pertama yang harus diberikan kepada anak-anaknya adalah mengenalkan Allah Ta'ala (Ilmu Tauhid). Kemudian ajarkan tentang akhlak. Ketika si anak sudah mengenal Allah, para orangtua yang bijak biasanya akan mengajarkan mereka cara-cara beribadat yang benar (Ilmu Fiqih).
Selanjutnya diajarkan cara menjaga ibadat tersebut agar tidak sirna (Tasauf). Jika keempat pendidikan ini sudah ada pada diri si anak, ketika beranjak masa remaja anak-anak kita akan menjadi pribadi yang kuat. Baik baik budi pekertinya, lembut tutur katanya. Karena pendidikan di atas sudah merepresentasi bagaimana cara berinteraksi dengan Allah Ta'ala dan cara berinteraksi dengan manusia.
Dalam Al-Qur’an sudah tertera cara mendidik anak serta ilmu apa pertama kali yang harus ditanamkan oleh orangtua. Banyak kisah-kisah para pendahulu kita yang sukses mendidik anak dengan metode Al-Qur'an. Sebut saja Lukmanul Hakim. Lalu pelajaran apa saja yang beliau berikan kepada anaknya? Yang utama adalah persoalan akidah .
Sebagaimana firman Allah :
وَإِذْ قَالَ لُقْمَٰنُ لِٱبْنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُۥ يَٰبُنَىَّ لَا تُشْرِكْ بِٱللَّهِ ۖ إِنَّ ٱلشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
Lihat Juga :