Misteri Kisah Ashabul Qaryah dalam Surat Yasin: Bukan Anthakiyah Lalu Siapa?
Selasa, 28 November 2023 - 14:47 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Tafsir Surat Yasin Ayat 20-21 Tentang Kisah Habib An-Najjar
Sedangkan penduduk yang dicantumkan dalam al-Qur'an mereka itulah yang dibinasakan tanpa tersisa, sebagaimana dijelaskan dalam akhir kisah mereka, manakala membunuh para utusan yang datang pada mereka.
Allah SWT menegaskan dalam firman-Nya:
"Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati".(QS Yaasin: 29).
Abu Bakar Zakaria mengatakan akan tetapi, taruhlah benar jika tiga rasul yang disebutkan dalam al-Qur'an tadi memang diutus kepada penduduk Anthakiyah yang ada pada saat itu lalu mereka mendustakannya sehingga Allah SWT membinasakan mereka semua. Kemudian negeri tersebut hidup kembali, dan manakala pada zamannya nabi Isa as maka mereka beriman kepada rasul yang diutus pada mereka. Barangkali kalau demikian maksudnya maka tidak mengapa, wallahu a'lam".
Kemudian Imam Ibnu Katsir melanjutkan dengan menuturkan, "Adapun pendapat yang menyatakan bahwa kisah ini yakni yang dikisahkan dalam al-Qur'an adalah kisah pengikutnya nabi Isa, maka pendapat ini lemah. Sebagaimana telah kami kemukakan argumennya. Sebab tekstual yang ada didalam al-Qur'an mengandung konsekuensi kalau para utusan (yang diutus oleh nabi Isa) tersebut datang dari sisi Allah ta'ala".
Baca juga: Surat Yasin dan Kisah Abu Jahal Menjadi Buta Ketika Akan Memukul Rasulullah SAW
Abu Bakar Zakaria menyebutkan jika Allah ta'ala tidak membinasakan suatu kaum dengan suatu azab dari langit ataupun dari bumi sebelum masanya nabi Musa as.
Bagaimanapun, mereka adalah para penyembah berhala sebagaimana ditegaskan oleh Allah ta'ala di dalam ayat-ayat -Nya. Mereka juga menjadikan sesembahan selain Allah ta’ala, seperti diterangkan dalam firman -Nya tentang para utusan yang diutus pada mereka, Allah SWTberfirman:
"Mengapa aku tidak menyembah (tuhan) yang telah menciptakanku dan yang hanya kepada –Nya lah kamu (semua) akan dikembalikan? Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain nya jika (Allah) yang Maha Pemurah menghendaki kemudharatan terhadapku, niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku? Sesungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata". (QS Yaasin: 22-24).
Baca juga: Kisah Rasulullah SAW Membaca Surat Yasin Ayat 1-5 ketika Menghadapi Kaum Musyrik
Selanjutnya Allah ta’ala memerintahkan pada para utusan–Nya dengan firman-Nya:
Sedangkan penduduk yang dicantumkan dalam al-Qur'an mereka itulah yang dibinasakan tanpa tersisa, sebagaimana dijelaskan dalam akhir kisah mereka, manakala membunuh para utusan yang datang pada mereka.
Allah SWT menegaskan dalam firman-Nya:
اِنۡ كَانَتۡ اِلَّا صَيۡحَةً وَّاحِدَةً فَاِذَا هُمۡ خٰمِدُوۡنَ
"Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati".(QS Yaasin: 29).
Abu Bakar Zakaria mengatakan akan tetapi, taruhlah benar jika tiga rasul yang disebutkan dalam al-Qur'an tadi memang diutus kepada penduduk Anthakiyah yang ada pada saat itu lalu mereka mendustakannya sehingga Allah SWT membinasakan mereka semua. Kemudian negeri tersebut hidup kembali, dan manakala pada zamannya nabi Isa as maka mereka beriman kepada rasul yang diutus pada mereka. Barangkali kalau demikian maksudnya maka tidak mengapa, wallahu a'lam".
Kemudian Imam Ibnu Katsir melanjutkan dengan menuturkan, "Adapun pendapat yang menyatakan bahwa kisah ini yakni yang dikisahkan dalam al-Qur'an adalah kisah pengikutnya nabi Isa, maka pendapat ini lemah. Sebagaimana telah kami kemukakan argumennya. Sebab tekstual yang ada didalam al-Qur'an mengandung konsekuensi kalau para utusan (yang diutus oleh nabi Isa) tersebut datang dari sisi Allah ta'ala".
Baca juga: Surat Yasin dan Kisah Abu Jahal Menjadi Buta Ketika Akan Memukul Rasulullah SAW
Abu Bakar Zakaria menyebutkan jika Allah ta'ala tidak membinasakan suatu kaum dengan suatu azab dari langit ataupun dari bumi sebelum masanya nabi Musa as.
Bagaimanapun, mereka adalah para penyembah berhala sebagaimana ditegaskan oleh Allah ta'ala di dalam ayat-ayat -Nya. Mereka juga menjadikan sesembahan selain Allah ta’ala, seperti diterangkan dalam firman -Nya tentang para utusan yang diutus pada mereka, Allah SWTberfirman:
وَمَا لِيَ لَآ أَعۡبُدُ ٱلَّذِي فَطَرَنِي وَإِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ
ءَأَتَّخِذُ مِن دُونِهِۦٓ ءَالِهَةً إِن يُرِدۡنِ ٱلرَّحۡمَٰنُ بِضُرّ لَّا تُغۡنِ عَنِّي شَفَٰعَتُهُمۡ شَيۡٔا وَلَا يُنقِذُونِ
إِنِّيٓ إِذا لَّفِي ضَلَٰل مُّبِينٍ
ءَأَتَّخِذُ مِن دُونِهِۦٓ ءَالِهَةً إِن يُرِدۡنِ ٱلرَّحۡمَٰنُ بِضُرّ لَّا تُغۡنِ عَنِّي شَفَٰعَتُهُمۡ شَيۡٔا وَلَا يُنقِذُونِ
إِنِّيٓ إِذا لَّفِي ضَلَٰل مُّبِينٍ
"Mengapa aku tidak menyembah (tuhan) yang telah menciptakanku dan yang hanya kepada –Nya lah kamu (semua) akan dikembalikan? Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain nya jika (Allah) yang Maha Pemurah menghendaki kemudharatan terhadapku, niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku? Sesungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata". (QS Yaasin: 22-24).
Baca juga: Kisah Rasulullah SAW Membaca Surat Yasin Ayat 1-5 ketika Menghadapi Kaum Musyrik
Selanjutnya Allah ta’ala memerintahkan pada para utusan–Nya dengan firman-Nya:
Lihat Juga :