Kisah Konspirasi Yahudi Merekrut Narapidana untuk Melakukan Kerusuhan di Prancis
Minggu, 03 Desember 2023 - 05:25 WIB
loading...
A
A
A
Sebenarnya Mirabeau menentang perlakuan sadis terhadap raja Louis XVI. Dia tahu pula, bahwa mendiang raja sebenarnya orang yang lugu, baik hati dan berkemauan lemah, sehingga kurang waspada menanggapi kejadian di sekitarnya.
Mirabeau hanya menghendaki untuk menyingkirkan kekuasaan mutlak yang ada pada raja, untuk digantikan dengan raja yang memerintah berdasarkan konstitusi. Kemudian Mirabeau sendiri akan tampil sebagai penasihat raja.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Pembentukan The Blue Masonry untuk Menghapus Nama Tuhan
Oleh karena itu, ketika ia menyaksikan kekuatan Konspirasi bermaksud membunuh raja Louis XVI, Mirabeau berusaha untuk melarikan raja dari penjara Paris, dan memindahkan ke markas pasukan yang masih setia kepada raja.
Usaha Mirabeau ini gagal dan bahkan akan dibunuh oleh kekuatan Konspirasi. Berbagai fitnah dilancarkan untuk mencari alasan bisa menuntut Mirabeau ke pengadilan. Akhirnya pihak Konspirasi memakai cara dengan meracun Mirabeau, dengan kesan seolah-olah Mirabeau mati bunuh diri.
Setelah peristiwa demi peristiwa mengantar meletusnya revolusi Perancis, tibalah saatnya sebuah periode dikenal dalam sejarah Perancis dengan sebutan "Pemerintahan Teror".
Pada masa itu, para mangsa pergolakan digiring ketempat pembantaian dalam jumlah ribuan setiap hari seperti ternak. Sebagai algojo telah ditunjuk Robespierre (1758-1794) dan Danton (1759-1794).
Baca juga: Konspirasi Yahudi Internasional, Rothschild: Tidak Ada Kekuatan yang Bisa Menghancurkannya
Setelah kedua algojo ini menyelesaikan tugasnya, mereka berdua juga dibantai dalam usia yang relatif muda.
Seorang sejarawan Inggris Walter Scott mengetahui dengan pasti peran yang dimainkan oleh kekuatan terselubung, yang mendalangi peristiwa yang terjadi di Perancis. Dalam karya tulisnya berjudul 'Kehidupan Napoleon' kita bisa menemukan data-data yang cukup tentang keterlibatan Konspirasi Yahudi dalam revolusi Perancis itu, dan peristiwa besar lainnya di Eropa.
Walter Scott memaparkan bukti-bukti yang bisa menimbulkan tanda tanya dengan mengungkapkan, bahwa kebanyakan wajah yang tampil dalam revolusi Perancis tampak asing bagi alam Perancis.
Lebih lanjut ia mengungkapkan secara khas, bagaimana seorang majhul bernama Manuelle muncul seketika di permukaan umum, dan seketika itu pula bisa menempati posisi sebagai jaksa Agung di Paris.
Mirabeau hanya menghendaki untuk menyingkirkan kekuasaan mutlak yang ada pada raja, untuk digantikan dengan raja yang memerintah berdasarkan konstitusi. Kemudian Mirabeau sendiri akan tampil sebagai penasihat raja.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Pembentukan The Blue Masonry untuk Menghapus Nama Tuhan
Oleh karena itu, ketika ia menyaksikan kekuatan Konspirasi bermaksud membunuh raja Louis XVI, Mirabeau berusaha untuk melarikan raja dari penjara Paris, dan memindahkan ke markas pasukan yang masih setia kepada raja.
Usaha Mirabeau ini gagal dan bahkan akan dibunuh oleh kekuatan Konspirasi. Berbagai fitnah dilancarkan untuk mencari alasan bisa menuntut Mirabeau ke pengadilan. Akhirnya pihak Konspirasi memakai cara dengan meracun Mirabeau, dengan kesan seolah-olah Mirabeau mati bunuh diri.
Setelah peristiwa demi peristiwa mengantar meletusnya revolusi Perancis, tibalah saatnya sebuah periode dikenal dalam sejarah Perancis dengan sebutan "Pemerintahan Teror".
Pada masa itu, para mangsa pergolakan digiring ketempat pembantaian dalam jumlah ribuan setiap hari seperti ternak. Sebagai algojo telah ditunjuk Robespierre (1758-1794) dan Danton (1759-1794).
Baca juga: Konspirasi Yahudi Internasional, Rothschild: Tidak Ada Kekuatan yang Bisa Menghancurkannya
Setelah kedua algojo ini menyelesaikan tugasnya, mereka berdua juga dibantai dalam usia yang relatif muda.
Seorang sejarawan Inggris Walter Scott mengetahui dengan pasti peran yang dimainkan oleh kekuatan terselubung, yang mendalangi peristiwa yang terjadi di Perancis. Dalam karya tulisnya berjudul 'Kehidupan Napoleon' kita bisa menemukan data-data yang cukup tentang keterlibatan Konspirasi Yahudi dalam revolusi Perancis itu, dan peristiwa besar lainnya di Eropa.
Walter Scott memaparkan bukti-bukti yang bisa menimbulkan tanda tanya dengan mengungkapkan, bahwa kebanyakan wajah yang tampil dalam revolusi Perancis tampak asing bagi alam Perancis.
Lebih lanjut ia mengungkapkan secara khas, bagaimana seorang majhul bernama Manuelle muncul seketika di permukaan umum, dan seketika itu pula bisa menempati posisi sebagai jaksa Agung di Paris.
Lihat Juga :