5 Pesan Haedar Nashir pada Milad Muhammadiyah di Jakarta
Minggu, 03 Desember 2023 - 14:20 WIB
loading...
A
A
A
Rangkul masyarakat sebanyak mungkin. Bangkitkan etos jamaah dan warga masyarakat untuk menjadi komunitas yang relijius, bersosial, cerdas, berilmu, dan berdaya dalam berbagai aspek kehidupan.
Kembangkan kerjasama dan ta’awun antar-warga dan jamaah sehingga menjadi insan kolektif yang mau saling berbagi dan peduli.
Ketiga, Haedar mengingatkan, Muhammadiyah hadir dengan amal usaha di bidang pendidikan, sosial, kesehatan, ekonomi, dan lainnya. Maka tingkatkan kualitas amal usaha yang ada itu. Lalu kembangkan ke amal usaha itu lebih baik lagi, misalnya dengan memperkuat bidang ekonomi dst.
Keempat, revitalisasi pergerakan. Haedar berpesan, harus ada pembaruan tata kelola organisasi. Sistem organisasi harus dikembangkan menjadi organisasi modern yang senantiasa menyesuaikan perkembangan ilmu dan teknologi. "Jangan jadul," ujarnya.
Baca juga: Makna Khair al-Ummah Menurut Prof Haedar Nashir
Kelima, transformasi sumber daya manusia. Maknanya, Muhammadiyah hendaknya senantiasa mengayomi dan mengasuh anak-anak muda kita. Merekalah nantinya yang akan menjadi masa depan Muhammadiyah.
Muhammadiyah tercatat telah tersebar di 35 provinsi di Indonesia dan bahkan memiliki cabang di 30 negara. Amal usaha yang dimiliki Muhammadiyah antara lain 172 perguruan tinggi (terdiri dari 83 universitas, 53 sekolah tinggi, 36 bentuk lainnya), 122 rumah sakit (plus 20 RS dalam proses pembangunan), 231 klinik, 5345 sekolah/madrasah, 440 pesantren, 1.012 Aumsos (panti asuhan, dll), 20.465 aset wakaf, dan sedikitnya lahan seluas 214.742.677 m2.
"Semua ini adalah untuk kejayaan umat Islam sekaligus untuk mencerdaskan bangsa. Maju mundurnya bangsa ini antara lain tergantung pada Muhammadiyah,"ujar Haedar Nashir.
Kini, Muhammadiyah berusia 111 tahun. Rasa syukur hanya kepada Allah karena atas anugerah-Nya organisasi Islam warisan berharga Kyai Haji Ahmad Dahlan ini terus dijaga ruh gerakannya dalam menjalankan misi utama dakwah dan tajdid menuju terwujudnya Khaira Ummah.
Baca juga: Haedar Nashir: Politik Harus Jadi Pilar Pemersatu Bangsa
Kembangkan kerjasama dan ta’awun antar-warga dan jamaah sehingga menjadi insan kolektif yang mau saling berbagi dan peduli.
Ketiga, Haedar mengingatkan, Muhammadiyah hadir dengan amal usaha di bidang pendidikan, sosial, kesehatan, ekonomi, dan lainnya. Maka tingkatkan kualitas amal usaha yang ada itu. Lalu kembangkan ke amal usaha itu lebih baik lagi, misalnya dengan memperkuat bidang ekonomi dst.
Keempat, revitalisasi pergerakan. Haedar berpesan, harus ada pembaruan tata kelola organisasi. Sistem organisasi harus dikembangkan menjadi organisasi modern yang senantiasa menyesuaikan perkembangan ilmu dan teknologi. "Jangan jadul," ujarnya.
Baca juga: Makna Khair al-Ummah Menurut Prof Haedar Nashir
Kelima, transformasi sumber daya manusia. Maknanya, Muhammadiyah hendaknya senantiasa mengayomi dan mengasuh anak-anak muda kita. Merekalah nantinya yang akan menjadi masa depan Muhammadiyah.
Muhammadiyah tercatat telah tersebar di 35 provinsi di Indonesia dan bahkan memiliki cabang di 30 negara. Amal usaha yang dimiliki Muhammadiyah antara lain 172 perguruan tinggi (terdiri dari 83 universitas, 53 sekolah tinggi, 36 bentuk lainnya), 122 rumah sakit (plus 20 RS dalam proses pembangunan), 231 klinik, 5345 sekolah/madrasah, 440 pesantren, 1.012 Aumsos (panti asuhan, dll), 20.465 aset wakaf, dan sedikitnya lahan seluas 214.742.677 m2.
"Semua ini adalah untuk kejayaan umat Islam sekaligus untuk mencerdaskan bangsa. Maju mundurnya bangsa ini antara lain tergantung pada Muhammadiyah,"ujar Haedar Nashir.
Kini, Muhammadiyah berusia 111 tahun. Rasa syukur hanya kepada Allah karena atas anugerah-Nya organisasi Islam warisan berharga Kyai Haji Ahmad Dahlan ini terus dijaga ruh gerakannya dalam menjalankan misi utama dakwah dan tajdid menuju terwujudnya Khaira Ummah.
Baca juga: Haedar Nashir: Politik Harus Jadi Pilar Pemersatu Bangsa
(mhy)
Lihat Juga :