Konspirasi Yahudi Internasional: Kisah Nathan Rothschild Mengancam Presiden Jackson
Selasa, 05 Desember 2023 - 10:18 WIB
loading...
Presiden AS Andrew Jackson. Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Tatkala pemilik modal Yahudi sukses mengontrol pencetakan mata uang Amerika mengakhiri satu tahap kegiatan Konspirasi di Amerika. William G. Carr dalam bukunya berjudul "Yahudi Menggenggam Dunia" (Pustaka Kautsar, 1993) menyebut langkah berikutnya yang ditempuh oleh para pemilik modal internasional adalah bagaimana menguasai perekonomian Amerika.
"Tahap ini dimulai dengan gerakan manuver amat meluas, yang dilakukan oleh kelompok Rothschild dengan mengeluarkan instruksi kepada agen-agen mereka di Amerika, agar mereka menggalakkan propaganda besar-besaran mengenai kemakmuran dan kesejahteraan bagi prospek bangsa Amerika," tulis William G. Carr.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Alexander Hamilton dan Robert Morris Menguasai Ekonomi Amerika
Instruksi itu juga ditujukan kepada para direktur Bank Amerika untuk memberikan pinjaman lunak, agar bangsa Amerika tergiur untuk memanfaatkan tawaran itu. Tidak ayal lagi, bangsa Amerika segera memanfaatkan pinjaman itu untuk membiayai proyek-proyek baru yang tumbuh seperti jamur di musim hujan.
Setelah perkembangan mencapai titik tertentu, kelompok Rothschild mengeluarkan instruksi rahasia, agar tawaran pinjaman itu segera dihentikan, dan agar jumlah uang yang beredar di pasaran dibatasi. "Tentu saja ini menyebabkan krisis ekonomi yang parah, dan mengakibatkan lumpuhnya perekonomian Amerika," ujar William.
Peristiwa ini bukan tidak mendapat tantangan dari rakyat Amerika. Tiga tokoh Amerika, yaitu John Adams, Thomas Jefferson dan Andrew Jackson, yang kelak menjadi presiden Amerika merupakan tokoh-tokoh terkemuka yang mempermasalahkan krisis ekonomi tadi.
Baca juga: Konspirasi Yahudi Internasional: Kisah Pertemuan Rothschild dengan Benjamin Franklin
Berikut ini adalah beberapa kalimat yang ditulis oleh Jefferson kepada Adams:
"Saya yakin sepenuhnya, bahwa lembaga-lembaga keuangan ini lebih berbahaya bagi kemerdekaan kita dari pada serbuan pasukan musuh. Lembaga keuangan itu juga telah melahirkan sekelompok aristokrat kaya yang kekuatannya mengancam pemerintah. Menurut hemat saya, kita wajib meninjau mencetak mata uang bagi lembaga keuangan ini, dan mengembalikan wewenang itu kepada rakyat Amerika sebagai pihak yang paling berhak."
Kritik terbuka seperti itu membuat para pemilik modal menjadi berang, dan mengingatkan kepada mereka tentang masa suram yang akan segera datang, berkenaan dengan masa perpanjangan wewenang Bank Amerika pada tahun 1811, apabila hal itu dibatalkan.
Baca juga: Kisah Konspirasi Yahudi: Strategi Licik Nathan Rothschild dalam Mengakuisisi Bisnis Inggris
Nathan Rothschild kemudian segera mengambil sikap dengan mengancam presiden Amerika secara pribadi, yang ketika itu dipegang oleh Andrew Jackson, yang isinya sebagai berikut:
"Hanya ada dua pilihan, yaitu memperpanjang wewenang atau menolak. Dan ketika itu Anda akan melihat Amerika Serikat terperosok ke dalam kancah peperangan yang dahsyat."
"Tahap ini dimulai dengan gerakan manuver amat meluas, yang dilakukan oleh kelompok Rothschild dengan mengeluarkan instruksi kepada agen-agen mereka di Amerika, agar mereka menggalakkan propaganda besar-besaran mengenai kemakmuran dan kesejahteraan bagi prospek bangsa Amerika," tulis William G. Carr.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Alexander Hamilton dan Robert Morris Menguasai Ekonomi Amerika
Instruksi itu juga ditujukan kepada para direktur Bank Amerika untuk memberikan pinjaman lunak, agar bangsa Amerika tergiur untuk memanfaatkan tawaran itu. Tidak ayal lagi, bangsa Amerika segera memanfaatkan pinjaman itu untuk membiayai proyek-proyek baru yang tumbuh seperti jamur di musim hujan.
Setelah perkembangan mencapai titik tertentu, kelompok Rothschild mengeluarkan instruksi rahasia, agar tawaran pinjaman itu segera dihentikan, dan agar jumlah uang yang beredar di pasaran dibatasi. "Tentu saja ini menyebabkan krisis ekonomi yang parah, dan mengakibatkan lumpuhnya perekonomian Amerika," ujar William.
Peristiwa ini bukan tidak mendapat tantangan dari rakyat Amerika. Tiga tokoh Amerika, yaitu John Adams, Thomas Jefferson dan Andrew Jackson, yang kelak menjadi presiden Amerika merupakan tokoh-tokoh terkemuka yang mempermasalahkan krisis ekonomi tadi.
Baca juga: Konspirasi Yahudi Internasional: Kisah Pertemuan Rothschild dengan Benjamin Franklin
Berikut ini adalah beberapa kalimat yang ditulis oleh Jefferson kepada Adams:
"Saya yakin sepenuhnya, bahwa lembaga-lembaga keuangan ini lebih berbahaya bagi kemerdekaan kita dari pada serbuan pasukan musuh. Lembaga keuangan itu juga telah melahirkan sekelompok aristokrat kaya yang kekuatannya mengancam pemerintah. Menurut hemat saya, kita wajib meninjau mencetak mata uang bagi lembaga keuangan ini, dan mengembalikan wewenang itu kepada rakyat Amerika sebagai pihak yang paling berhak."
Kritik terbuka seperti itu membuat para pemilik modal menjadi berang, dan mengingatkan kepada mereka tentang masa suram yang akan segera datang, berkenaan dengan masa perpanjangan wewenang Bank Amerika pada tahun 1811, apabila hal itu dibatalkan.
Baca juga: Kisah Konspirasi Yahudi: Strategi Licik Nathan Rothschild dalam Mengakuisisi Bisnis Inggris
Nathan Rothschild kemudian segera mengambil sikap dengan mengancam presiden Amerika secara pribadi, yang ketika itu dipegang oleh Andrew Jackson, yang isinya sebagai berikut:
"Hanya ada dua pilihan, yaitu memperpanjang wewenang atau menolak. Dan ketika itu Anda akan melihat Amerika Serikat terperosok ke dalam kancah peperangan yang dahsyat."
Lihat Juga :