Konspirasi Yahudi: Kisah Lahirnya Koran yang Menyuarakan Gerakan Komunisme internasional
Jum'at, 08 Desember 2023 - 14:41 WIB
loading...
A
A
A
Di samping itu hadir pula utusan dari gerakan Komunis Polandia di bawah pimpinan seorang wanita Yahudi bernama Roza Luxemburg, dan utusan partai Komunis Jerman di bawah pimpinan seorang Yahudi bernama Rafael Ivahamovich. Maka jumlah peserta pertemuan mencapai 312 orang.
Lenin kali ini diserang habis-habisan oleh para tokoh Manshevik dengan tuduhan telah menyalahgunakan dana dalam jumlah besar, tanpa menjelaskan dari mana diperoleh.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Buntut Pembunuhan Alexandr II, Organisasi Yahudi Dilarang di Rusia
Dalam pertemuan itu muncul seorang tokoh muda selain Lenin, bernama Stalin. Di antara keputusan yang diambil dalam pertemuan itu adalah keharusan untuk bekerja keras dan maju terus, di bawah satu komando yang ditopang dengan propaganda mass media secara luas dan terorganisir.
Pada tahun 1908 kelompok Bolshevik menerbitkan harian lain dengan nama PROLETARIA. Harian ini juga dimaksudkan untuk menyebarluaskan paham Komunis, dan sekaligus sebagai penyambung lidah mereka.
Lenin sendiri duduk sebagai pimpinan redaksinya, dibantu oleh Zenoviev dan Dovirovinsky. Sedang pihak kelompok Manshevik menerbitkan harian mereka sendiri dengan nama GOLOS SOSIAL DEMOKRATIS, yang pimpinan redaksinya dipegang oleh Bilichanov, Kslarud, Martov dan Martonov.
Baca juga: Konspirasi Internasional: Kisah Ironi Alexander II, Dibunuh karena Menolong Kaum Yahudi
Satu hal yang perlu diingat di sini adalah bahwa seluruh pimpinan redaksi kedua harian Komunis itu dipegang oleh para tokoh Yahudi Komunis senior, selain Lenin dan Bilichanov.
Adapun Trotsky, yaitu seorang Yahudi Komunis kenamaan telah memisahkan diri dengan jalan pikirannya sendiri pula. la menerbitkan sebuah harian yang diberi nama PRAVDA.
Pada tahun 1909 dua tokoh Yahudi di antara pimpinan redaksi surat kabar Proletaria bergabung dengan Lenin, yaitu Zenoviev dan Dovirovinsky, untuk kemudian membentuk kelompok tiga serangkai yang kelak memerintah Rusia, sampai saat Lenin meninggal dunia tahun 1924.
Baca juga: Konspirasi Yahudi Internasional: Kisah Terbunuhnya Presiden Abraham Lincoln
Lenin kali ini diserang habis-habisan oleh para tokoh Manshevik dengan tuduhan telah menyalahgunakan dana dalam jumlah besar, tanpa menjelaskan dari mana diperoleh.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Buntut Pembunuhan Alexandr II, Organisasi Yahudi Dilarang di Rusia
Dalam pertemuan itu muncul seorang tokoh muda selain Lenin, bernama Stalin. Di antara keputusan yang diambil dalam pertemuan itu adalah keharusan untuk bekerja keras dan maju terus, di bawah satu komando yang ditopang dengan propaganda mass media secara luas dan terorganisir.
Pada tahun 1908 kelompok Bolshevik menerbitkan harian lain dengan nama PROLETARIA. Harian ini juga dimaksudkan untuk menyebarluaskan paham Komunis, dan sekaligus sebagai penyambung lidah mereka.
Lenin sendiri duduk sebagai pimpinan redaksinya, dibantu oleh Zenoviev dan Dovirovinsky. Sedang pihak kelompok Manshevik menerbitkan harian mereka sendiri dengan nama GOLOS SOSIAL DEMOKRATIS, yang pimpinan redaksinya dipegang oleh Bilichanov, Kslarud, Martov dan Martonov.
Baca juga: Konspirasi Internasional: Kisah Ironi Alexander II, Dibunuh karena Menolong Kaum Yahudi
Satu hal yang perlu diingat di sini adalah bahwa seluruh pimpinan redaksi kedua harian Komunis itu dipegang oleh para tokoh Yahudi Komunis senior, selain Lenin dan Bilichanov.
Adapun Trotsky, yaitu seorang Yahudi Komunis kenamaan telah memisahkan diri dengan jalan pikirannya sendiri pula. la menerbitkan sebuah harian yang diberi nama PRAVDA.
Pada tahun 1909 dua tokoh Yahudi di antara pimpinan redaksi surat kabar Proletaria bergabung dengan Lenin, yaitu Zenoviev dan Dovirovinsky, untuk kemudian membentuk kelompok tiga serangkai yang kelak memerintah Rusia, sampai saat Lenin meninggal dunia tahun 1924.
Baca juga: Konspirasi Yahudi Internasional: Kisah Terbunuhnya Presiden Abraham Lincoln
(mhy)
Lihat Juga :