Konspirasi Yahudi: Kisah Tragis Perdana Menteri Inggris Asquith karena Memusuhi Zionisme
Sabtu, 09 Desember 2023 - 12:21 WIB
loading...
A
A
A
Pribadi Asquith pun tidak luput dari serangan tuduhan. Ia dituduh punya hubungan lama dengan beberapa penguasa Jerman, pada masa sebelum perang, di samping memberi dukungan kepada Kaisar Jerman Guillaume.
Sementara itu, gerakan bawah tanah menyebar data-data dan dokumen dari daftar hitam tentang kebejatan moral para tokoh politik dan pemerintahan Asquith yang telah terjaring dalam klub. Tujuannya tentu saja untuk membentuk opini umum, persis seperti yang terjadi menjelang revolusi Prancis.
Posisi Asguith dan pemerintahannya makin terjepit. Tak ada jalan lain baginya, kecuali mengundurkan diri bersama pemerintahan kabinetnya hanya sebulan berselang, setelah berita skandal moral diangkat ke atas permukaan, tepatnya pada bulan Desember 1916.
Kemudian Asquith digantikan oleh pemerintahan tiga serangkai, yaitu Lloyd George sebagai perdana menteri, Balfour sebagai menteri luar negeri, dan Churchill sebagai menteri pertahanan.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Dendam Lenin setelah Kakaknya Dihukum Mati
Data seperti di atas juga dialami oleh Admiral William Guy Carr penulis buku "Yahudi Menggenggam Dunia". Ia adalah salah satu agen rahasia Inggris berpangkat admiral yang memiliki pengalaman khusus dalam dunia rahasia.
Ia mengatakan :"Aku pernah bertugas dalam berbagai operasi sebagai perwira agen rahasia selama perang Dunia I. Aku merasa berkewajiban untuk mengatakan hakikat yang sebenarnya tentang ekor peristiwa menyedihkan yang menimpa ketiga perwira angkatan bersenjata Inggris tadi. Aku sangat terkejut dan hampir tidak percaya, ketika aku mendapat sebuah laporan mengenai klub itu dan keterlibatan ketiga perwira tersebut dalam sebuah pertikaian tajam. Mereka bertiga telah dicantumkan dalam catatan militer Inggris, bahwa mereka bertiga telah terbunuh dalam sebuah operasi militer, sedang wanita Australia tadi bersama sopirnya ditangkap dan ditahan selama masa perang. Ia dikeluarkan setelah perang usai tanpa diajukan ke pengadilan, dengan dalih berdasarkan undang-undang darurat perang kerajaan.
Anggota parlemen yang telah membeberkan rahasia skandal itu tiba-tiba menghilang dari arena politik tanpa meninggalkan alasan sedikit pun.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah di Balik Pembunuhan Raja Charles I
Datanglah giliranku pribadi, setelah aku bisamengetahui secara mendalam tentang rahasia itu. Aku ditugaskan oleh pemerintah Lloyd George dalam operasi militer di kapal selam. Dengan kata lain, aku dimutasikan dari dinas inteligen ke bidang persenjataan kapal selam pada jajaran angkatan laut Inggris.
Selama operasi, kami kehilangan 33% perwira yang bertugas. Aku termasuk salah satu orang yang selamat, berkat keajaiban belaka."
Dari pengalaman William G. Carr ini sendiri tampak jelas, bagaimana kebijakan yang ditempuh oleh pemerintahan tiga serangkai di Inggris waktu itu, dalam usahanya membunuh orang-orang yang dianggap membahayakan kepentingan kekuasaan terselubung.
Sedang kaki-tangan mereka diselamatkan dengan cara seolah-olah dipenjarakan, untuk mengelabui masyarakat umum, seperti nasib wanita Australia dan sopirnya itu. Ada dalang yang memainkan wayang tiga serangkai dari balik layar.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Comte De Mirabeau dalam Pelukan Nurani
Sementara itu, gerakan bawah tanah menyebar data-data dan dokumen dari daftar hitam tentang kebejatan moral para tokoh politik dan pemerintahan Asquith yang telah terjaring dalam klub. Tujuannya tentu saja untuk membentuk opini umum, persis seperti yang terjadi menjelang revolusi Prancis.
Posisi Asguith dan pemerintahannya makin terjepit. Tak ada jalan lain baginya, kecuali mengundurkan diri bersama pemerintahan kabinetnya hanya sebulan berselang, setelah berita skandal moral diangkat ke atas permukaan, tepatnya pada bulan Desember 1916.
Kemudian Asquith digantikan oleh pemerintahan tiga serangkai, yaitu Lloyd George sebagai perdana menteri, Balfour sebagai menteri luar negeri, dan Churchill sebagai menteri pertahanan.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Dendam Lenin setelah Kakaknya Dihukum Mati
Data seperti di atas juga dialami oleh Admiral William Guy Carr penulis buku "Yahudi Menggenggam Dunia". Ia adalah salah satu agen rahasia Inggris berpangkat admiral yang memiliki pengalaman khusus dalam dunia rahasia.
Ia mengatakan :"Aku pernah bertugas dalam berbagai operasi sebagai perwira agen rahasia selama perang Dunia I. Aku merasa berkewajiban untuk mengatakan hakikat yang sebenarnya tentang ekor peristiwa menyedihkan yang menimpa ketiga perwira angkatan bersenjata Inggris tadi. Aku sangat terkejut dan hampir tidak percaya, ketika aku mendapat sebuah laporan mengenai klub itu dan keterlibatan ketiga perwira tersebut dalam sebuah pertikaian tajam. Mereka bertiga telah dicantumkan dalam catatan militer Inggris, bahwa mereka bertiga telah terbunuh dalam sebuah operasi militer, sedang wanita Australia tadi bersama sopirnya ditangkap dan ditahan selama masa perang. Ia dikeluarkan setelah perang usai tanpa diajukan ke pengadilan, dengan dalih berdasarkan undang-undang darurat perang kerajaan.
Anggota parlemen yang telah membeberkan rahasia skandal itu tiba-tiba menghilang dari arena politik tanpa meninggalkan alasan sedikit pun.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah di Balik Pembunuhan Raja Charles I
Datanglah giliranku pribadi, setelah aku bisamengetahui secara mendalam tentang rahasia itu. Aku ditugaskan oleh pemerintah Lloyd George dalam operasi militer di kapal selam. Dengan kata lain, aku dimutasikan dari dinas inteligen ke bidang persenjataan kapal selam pada jajaran angkatan laut Inggris.
Selama operasi, kami kehilangan 33% perwira yang bertugas. Aku termasuk salah satu orang yang selamat, berkat keajaiban belaka."
Dari pengalaman William G. Carr ini sendiri tampak jelas, bagaimana kebijakan yang ditempuh oleh pemerintahan tiga serangkai di Inggris waktu itu, dalam usahanya membunuh orang-orang yang dianggap membahayakan kepentingan kekuasaan terselubung.
Sedang kaki-tangan mereka diselamatkan dengan cara seolah-olah dipenjarakan, untuk mengelabui masyarakat umum, seperti nasib wanita Australia dan sopirnya itu. Ada dalang yang memainkan wayang tiga serangkai dari balik layar.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Comte De Mirabeau dalam Pelukan Nurani
(mhy)
Lihat Juga :