Konspirasi Yahudi: Kisah Tragis Perdana Menteri Inggris Asquith karena Memusuhi Zionisme
Sabtu, 09 Desember 2023 - 12:21 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Konspirasi Internasional: Kisah Rothschild Mengumpulkan Konglomerat Yahudi
Pada suatu senja di bulan November 1916 terjadi suatu peristiwa yang unik. Seorang menteri pemerintah Inggris mendapat surat yang isinya memohon, agar ia berkenan menghadiri sebuah acara yang akan diadakan oleh klub itu. Sang menteri memenuhi undangan itu dengan mobil khusus. Sopirnya disuruh menunggu di luar.
Seorang penyambut mengantarnya masuk ke dalam, dan tibalah ia di sebuah ruangan remang-remang. la ditinggal sendirian oleh penyambutnya. Sesaat kemudian datanglah seorang wanita muda dengan busana sangat minim yang segera menggandeng sang menteri.
Betapa terkejut wanita itu setelah tahu, bahwa yang digandeng itu adalah suaminya sendiri. Sementara itu, sang menteri juga sangat terkejut dan marah bukan kepalang. Seorang pengawas klub segera mendatangi sang menteri dan memperlihatkan daftar hitam mengenai istrinya, bahwa istrinya telah lama bergabung dalam klub itu.
Sang istri pun tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali berusaha menutupi aib keluarganya dengan meninggalkan tempat itu dengan penuh kecewa. Sang menteri baru menyadari, bahwa klub itu tidak lain adalah perangkap yang sengaja dipasang oleh kekuatan terselubung.
Daftar hitam itu adalah kumpulan data milik klub dari anggota pria maupun wanita, usaha terselubung dari Konspirasi. Tidak jarang hal-hal semacam itu sengaja diangkat dalam media massa, disertai komentar provokatif, sehingga opini umum segera menyebarluas mengenai kebobrokan kalangan atas di pemerintahan.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Rothschild Mengacaukan Ekonomi Amerika
Sementara itu Inggris masih terlibat dalam perang besar yang mengorbankan ribuan putra-putranya. Pada bulan November 1916 seorang anggota parlemen mengucapkan pidato dengan mengecam keras dan terbuka masalah klub ini. la menuntut agar pemerintah segera mengambil langkah penyelidikan secara tuntas. Ia mendapat informasi lengkap tentang kegiatan klub itu dari tiga orang perwira angkatan darat Inggris, yang sebelumnya pernah mendukung berdirinya klub itu, setelah mempertimbangkan tujuan baik yang tercantum dalam proposal.
Ketiga perwira tergiur dan akhirnya terperangkap di dalamnya tanpa sadar. Data-data mengenai belang mereka telah tercatat oleh para pengawas klub. Pihak klub juga berusaha menggali informasi tentang rahasia militer dari ketiga perwira dengan cara pemerasan.
Namun mereka bertiga tetap tidak menyerah setelah yakin, bahwa klub itu merupakan sarang mata-mata musuh.
Selain itu, ketiga perwira tersebut juga memberitahukan kepada anggota parlemen itu, bahwa di sana terdapat seorang wanita terkenal dari Australia yang tidak disebutkan namanya, beserta seorang sopir dari London, sejumlah istri dan gadis-gadis anak beberapa tokoh politik dan pemerintah, yang terlibat sebagai anggota klub.
Pihak pemerintah tidak segera bisa menjernihkan masalah, karena negara dalam keadaan perang. Apalagi beberapa catatan hitam telah sempat bocor ke dalam parlemen, dan beberapa surat kabar telah memuat berita hangat tentang skandal yang melibatkan beberapa tokoh politik, sehingga membentuk opini umum yang luas.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Setan Berjubah Pastor Bernama Rasputin
Tidak lama kemudian media massa yang dikuasai oleh Konspirasi mulai menyerang pemerintah Asquith dan berbagai kementeriannya, dengan memuat nama mereka yang dilingkari dengan tanda tanya besar mengarah kepada tuduhan.
Pada suatu senja di bulan November 1916 terjadi suatu peristiwa yang unik. Seorang menteri pemerintah Inggris mendapat surat yang isinya memohon, agar ia berkenan menghadiri sebuah acara yang akan diadakan oleh klub itu. Sang menteri memenuhi undangan itu dengan mobil khusus. Sopirnya disuruh menunggu di luar.
Seorang penyambut mengantarnya masuk ke dalam, dan tibalah ia di sebuah ruangan remang-remang. la ditinggal sendirian oleh penyambutnya. Sesaat kemudian datanglah seorang wanita muda dengan busana sangat minim yang segera menggandeng sang menteri.
Betapa terkejut wanita itu setelah tahu, bahwa yang digandeng itu adalah suaminya sendiri. Sementara itu, sang menteri juga sangat terkejut dan marah bukan kepalang. Seorang pengawas klub segera mendatangi sang menteri dan memperlihatkan daftar hitam mengenai istrinya, bahwa istrinya telah lama bergabung dalam klub itu.
Sang istri pun tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali berusaha menutupi aib keluarganya dengan meninggalkan tempat itu dengan penuh kecewa. Sang menteri baru menyadari, bahwa klub itu tidak lain adalah perangkap yang sengaja dipasang oleh kekuatan terselubung.
Daftar hitam itu adalah kumpulan data milik klub dari anggota pria maupun wanita, usaha terselubung dari Konspirasi. Tidak jarang hal-hal semacam itu sengaja diangkat dalam media massa, disertai komentar provokatif, sehingga opini umum segera menyebarluas mengenai kebobrokan kalangan atas di pemerintahan.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Rothschild Mengacaukan Ekonomi Amerika
Sementara itu Inggris masih terlibat dalam perang besar yang mengorbankan ribuan putra-putranya. Pada bulan November 1916 seorang anggota parlemen mengucapkan pidato dengan mengecam keras dan terbuka masalah klub ini. la menuntut agar pemerintah segera mengambil langkah penyelidikan secara tuntas. Ia mendapat informasi lengkap tentang kegiatan klub itu dari tiga orang perwira angkatan darat Inggris, yang sebelumnya pernah mendukung berdirinya klub itu, setelah mempertimbangkan tujuan baik yang tercantum dalam proposal.
Ketiga perwira tergiur dan akhirnya terperangkap di dalamnya tanpa sadar. Data-data mengenai belang mereka telah tercatat oleh para pengawas klub. Pihak klub juga berusaha menggali informasi tentang rahasia militer dari ketiga perwira dengan cara pemerasan.
Namun mereka bertiga tetap tidak menyerah setelah yakin, bahwa klub itu merupakan sarang mata-mata musuh.
Selain itu, ketiga perwira tersebut juga memberitahukan kepada anggota parlemen itu, bahwa di sana terdapat seorang wanita terkenal dari Australia yang tidak disebutkan namanya, beserta seorang sopir dari London, sejumlah istri dan gadis-gadis anak beberapa tokoh politik dan pemerintah, yang terlibat sebagai anggota klub.
Pihak pemerintah tidak segera bisa menjernihkan masalah, karena negara dalam keadaan perang. Apalagi beberapa catatan hitam telah sempat bocor ke dalam parlemen, dan beberapa surat kabar telah memuat berita hangat tentang skandal yang melibatkan beberapa tokoh politik, sehingga membentuk opini umum yang luas.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Setan Berjubah Pastor Bernama Rasputin
Tidak lama kemudian media massa yang dikuasai oleh Konspirasi mulai menyerang pemerintah Asquith dan berbagai kementeriannya, dengan memuat nama mereka yang dilingkari dengan tanda tanya besar mengarah kepada tuduhan.
Lihat Juga :