Kekeliruan Ahli Kitab Yahudi dan Nasrani Diabadikan dalam Al-Qur'an
Selasa, 12 Desember 2023 - 23:21 WIB
loading...
A
A
A
Mengatakan Isa Al-Masih anak Allah dan meyakini bahwa tiga oknum suci itu adalah hakikat Tuhan Yang Maha Esa, tidak dibenarkan oleh Allah dan tidak dapat diterima akal sehat. Belum ada satu agama Nabi-nabi sebelum itu menganut kepercayaan demikian. Allah menegaskan bahwa ucapan mereka seperti itu, tidak mempunyai hakikat kebenaran sedikit juga dan tidak ada satu dalil dan bukti yang nyata dapat menguatkannya.
Sejalan dengan ini Allah berfirman: "Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka hanya mengatakan (sesuatu) kebohongan belaka." (QS Al-Kahf: 5)
Di dalam kitab-kitab Perjanjian Baru sendiri tidak terdapat keterangan yang menyatakan bahwa Isa Al-Masih itu anak Allah. Sesungguhnya mereka sudah sesat jauh dari ajaran yang sebenarnya. Mereka meniru-niru ucapan orang-orang kafir sebelumnya, seperti orang-orang musyrik bangsa Arab yang mengatakan bahwa Malaikat-malaikat itu adalah puteri-puteri Allah. Na'udzubillah min dzalik.
Sejarah mencatat bahwa kepercayan "Tuhan beranak, Tuhan menjelma dalam tiga unsur berhakikat satu" adalah kepercayaan kaum Brahma dan Budha di India, kepercayaan bangsa-bangsa Jepang, Persia, Mesir, Yunani, dan Romawi zaman dahulu. Keadaan orang-orang Yahudi dan Nasrani mempercayai bahwa Allah beranak, belum pernah ada seorang pun dari bangsa Arab yang mengetahuinya, begitu pula orang-orang yang berada di sekitarnya.
Dan baru dengan turunnya Al-Qur'an, diketahui kerancuan pemahaman mereka terhadap hakikat Nabi Isa, Tuhan, dan Roh Kudus. Kalaulah tidak ada ayat yang mengoreksi kesalahan pemahaman ini, tentu kesalahan itu tidak disadari sampai saat ini. Ini adalah salah satu mukjizat Al-Qur'an.
Allah mengutuk mereka karena belum mau menginsafi dan menyadari kesesatannya. Apalagi para Rasul utusan Allah telah menjelaskan bahwa Allah itu Maha Esa, tidak beranak dan tidak diperanakkan. Namun mereka tidak mau kembali kepada akidah tauhid, bahkan tetap bertahan pada keyakinannya yang keliru, yaitu menganggap bahwa Uzair dan Isa Al-Masih adalah anak Allah. Padahal keduanya adalah manusia biasa dan hamba-Nya, seperti juga manusia lainnya, sekalipun diakui bahwa keduanya adalah manusia yang saleh, taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persangkakan.
Wallahu A'lam
Baca Juga: Asbabun Nuzul Surat An-Nisa Ayat 157-158, Kisah Nabi Isa dan Klaim Orang Yahudi
Sejalan dengan ini Allah berfirman: "Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka hanya mengatakan (sesuatu) kebohongan belaka." (QS Al-Kahf: 5)
Di dalam kitab-kitab Perjanjian Baru sendiri tidak terdapat keterangan yang menyatakan bahwa Isa Al-Masih itu anak Allah. Sesungguhnya mereka sudah sesat jauh dari ajaran yang sebenarnya. Mereka meniru-niru ucapan orang-orang kafir sebelumnya, seperti orang-orang musyrik bangsa Arab yang mengatakan bahwa Malaikat-malaikat itu adalah puteri-puteri Allah. Na'udzubillah min dzalik.
Sejarah mencatat bahwa kepercayan "Tuhan beranak, Tuhan menjelma dalam tiga unsur berhakikat satu" adalah kepercayaan kaum Brahma dan Budha di India, kepercayaan bangsa-bangsa Jepang, Persia, Mesir, Yunani, dan Romawi zaman dahulu. Keadaan orang-orang Yahudi dan Nasrani mempercayai bahwa Allah beranak, belum pernah ada seorang pun dari bangsa Arab yang mengetahuinya, begitu pula orang-orang yang berada di sekitarnya.
Dan baru dengan turunnya Al-Qur'an, diketahui kerancuan pemahaman mereka terhadap hakikat Nabi Isa, Tuhan, dan Roh Kudus. Kalaulah tidak ada ayat yang mengoreksi kesalahan pemahaman ini, tentu kesalahan itu tidak disadari sampai saat ini. Ini adalah salah satu mukjizat Al-Qur'an.
Allah mengutuk mereka karena belum mau menginsafi dan menyadari kesesatannya. Apalagi para Rasul utusan Allah telah menjelaskan bahwa Allah itu Maha Esa, tidak beranak dan tidak diperanakkan. Namun mereka tidak mau kembali kepada akidah tauhid, bahkan tetap bertahan pada keyakinannya yang keliru, yaitu menganggap bahwa Uzair dan Isa Al-Masih adalah anak Allah. Padahal keduanya adalah manusia biasa dan hamba-Nya, seperti juga manusia lainnya, sekalipun diakui bahwa keduanya adalah manusia yang saleh, taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persangkakan.
Wallahu A'lam
Baca Juga: Asbabun Nuzul Surat An-Nisa Ayat 157-158, Kisah Nabi Isa dan Klaim Orang Yahudi
(rhs)
Lihat Juga :