Perang Melawan Zionis, Syaikh Al-Qardhawi: Bukan Perang Akidah Islam dan Yahudi
Selasa, 07 November 2023 - 10:05 WIB
loading...
Syaikh Yusuf Al-Qardhawi. Foto/Ilustrasi: Aljazeera
A
A
A
Perang melawan zionis Israel bukanlah perang akidah antara Yahudi dan Islam . "Jika kita memerangi Yahudi karena akidah maka konsekuensinya kita pun akan memerangi Nasrani juga," ujar Syaikh Yusuf al-Qardhawi dalam bukunya berjudul " al-Quds: Qâdhiyyah Kulli Muslim" yang dalam edisi Indonesia menjadi "Palestina: Masalah Kita Bersama" (Pustaka Al-Kautsar, 1999).
Dalam soal akidah dan syariah , Al-Qardhawi mengingatkan agama Yahudi lebih dekat dengan orang Islam daripada Nasrani. "Agama Yahudi lebih dekat ke agama Ibrahim, baik dalam hal akidah maupun syariah," katanya.
Agama Yahudi telah mengikuti sunah Ibrahim , dia mencontohkan, yaitu menyunati anak-anak mereka sebagaimana kaum Muslimin. Sedangkan Nasrani tidak melaksanakan hal tersebut.
Baca juga: Menikah dengan Perempuan Ahli Kitab Boleh, Ini Syaratnya!
Al-Qardhawi menambahkan, Yahudi telah mensyaratkan penyembelihan sebagai tanda halal bagi hewan-hewan dan burung-burung seperti yang dilakukan oleh orang Muslim, sedangkan orang Masehi tidak mensyaratkan hal tersebut, karena Paulus mengatakan bahwa segala sesuatu itu suci bagi orang-orang yang suci.
Selanjutnya, Yahudi mengharamkan babi sebagaimana kaum Muslimin mengharamkannya. Sedangkan Nasrani menghalalkannya. Yahudi mengharamkan patung-patung, sedangkan Nasrani tidak.
"Jadi jika kita memerangi Yahudi karena akidah maka konsekuensinya kita pun akan memerangi Nasrani Masehi juga," tandasnya.
Baca juga: Sisi Baik dan Buruk Ahli Kitab Menurut Al-Qur'an
Lepas dari itu, jejak hubungan Islam-Yahudi sangat buruk sejak dulu kala. Pada mulanya, Nabi Muhammad SAW menaruh harapan besar pada orang-orang Yahudi sebagai pendukung bagi agama yang sedang beliau dakwahkan. Beliau menganggap mereka memiliki basis keyakinan yang bersumber pada ajaran yang sejalan dengan agama yang beliau bawa.
Interaksi Nabi Muhammad SAW dengan kaum muslim di satu pihak, dengan pihak Yahudi di pihak lain kemudian menjadi intens, dan wahyu pun turun memberikan berbagai tanggapan, mengkritik dan pada akhirnya bahkan mengecam tindakan-tindakan mereka yang ternyata tidak seperti yang diharapkan, yakni justru menjadi penentang utama bagi risalah yang dibawa Nabi SAW.
Dalam soal akidah dan syariah , Al-Qardhawi mengingatkan agama Yahudi lebih dekat dengan orang Islam daripada Nasrani. "Agama Yahudi lebih dekat ke agama Ibrahim, baik dalam hal akidah maupun syariah," katanya.
Agama Yahudi telah mengikuti sunah Ibrahim , dia mencontohkan, yaitu menyunati anak-anak mereka sebagaimana kaum Muslimin. Sedangkan Nasrani tidak melaksanakan hal tersebut.
Baca juga: Menikah dengan Perempuan Ahli Kitab Boleh, Ini Syaratnya!
Al-Qardhawi menambahkan, Yahudi telah mensyaratkan penyembelihan sebagai tanda halal bagi hewan-hewan dan burung-burung seperti yang dilakukan oleh orang Muslim, sedangkan orang Masehi tidak mensyaratkan hal tersebut, karena Paulus mengatakan bahwa segala sesuatu itu suci bagi orang-orang yang suci.
Selanjutnya, Yahudi mengharamkan babi sebagaimana kaum Muslimin mengharamkannya. Sedangkan Nasrani menghalalkannya. Yahudi mengharamkan patung-patung, sedangkan Nasrani tidak.
"Jadi jika kita memerangi Yahudi karena akidah maka konsekuensinya kita pun akan memerangi Nasrani Masehi juga," tandasnya.
Baca juga: Sisi Baik dan Buruk Ahli Kitab Menurut Al-Qur'an
Lepas dari itu, jejak hubungan Islam-Yahudi sangat buruk sejak dulu kala. Pada mulanya, Nabi Muhammad SAW menaruh harapan besar pada orang-orang Yahudi sebagai pendukung bagi agama yang sedang beliau dakwahkan. Beliau menganggap mereka memiliki basis keyakinan yang bersumber pada ajaran yang sejalan dengan agama yang beliau bawa.
Interaksi Nabi Muhammad SAW dengan kaum muslim di satu pihak, dengan pihak Yahudi di pihak lain kemudian menjadi intens, dan wahyu pun turun memberikan berbagai tanggapan, mengkritik dan pada akhirnya bahkan mengecam tindakan-tindakan mereka yang ternyata tidak seperti yang diharapkan, yakni justru menjadi penentang utama bagi risalah yang dibawa Nabi SAW.
Lihat Juga :