Konspirasi Yahudi: Kisah Stalin, Ibu Tukang Cuci Ayah Pemabuk
Rabu, 13 Desember 2023 - 14:50 WIB
loading...
A
A
A
Bukan hanya sampai di sini. Wakil perdana menteri dalam pemerintahan Stalin yang merangkap menteri luar negeri, yaitu Molotov juga beristrikan wanita Yahudi.
Istri Molotov ini adalah adik kandung pemilik modal Yahudi internasional di Amerika Sam Carb, yang mewakili perusahaan impor-ekspor, berpusat di negara bagian Connecticut.
Sedang putri Molotov adalah tunangan putra Stalin sendiri, Fasili. "Demikianlah yang kita lihat. Politbiro akhirnya dipegang oleh tangan-tangan satu keluarga. Ini merupakan akibat wajar dari filsafat atheisme dalam bentuk komunisme, yang pada dasarnya merupakan anak yang lahir dari kandungan kehidupan lingkungan ghetto Yahudi di Eropa Timur," ujar William G. Carr.
Oleh karena itu, tidaklah mengherankan kalau kenyataan ini merupakan sisi gelap dari perkembangan mendasar yang terjadi di Rusia, dan dunia komunisme umumnya, sampai Stalin meninggal dunia.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Pembantaian Januari dan Revolusi Manshevik
Perkembangan ini ditandai dengan publikasi tentang kejahatan Stalin, dan pembantaian kaum tani yang dilakukannya. Mesin propaganda Komunis sebelumnya telah berusaha menggambarkan, bahwa kaum tani adalah pendukung terkuat sistem Komunisme. Dan Paham Komunisme masih akan terus berubah dan berkembang di seluruh dunia.
Pada mulanya Stalin adalah sosok yang dilahirkan oleh situasi. Ia muncul menjelang pecah revolusi Oktober 1917, pada saat tokoh-tokoh senior masih terkungkung dalam sel-sel penjara Czar.
Pada masa pemerintahan Lenin, Stalin belum memainkan peran berarti dalam partai Komunis Rusia, kecuali hanya beberapa saat ketika Lenin dalam keadaan sakit.
Stalin maju ke barisan terdepan setelah terjadi perselisihan tajam antara dia dan Trotsky. Maka sejak Trotsky bisa disingkirkan, Stalin terus berkuasa sebagai diktator Rusia tanpa tertandingi sampai matinya.
Tahap kenaikan bintang Stalin dalam kepemimpinan Komunis Rusia dimulai ketika Lenin jatuh sakit bulan Mei 1922, yaitu ketika sebuah dewan yang terdiri dari Stalin, Zenoviev, Kaminiev, Trotsky dan Bochorin meneruskan kepemimpinan Komunis Rusia.
Kemudian penyakit Lenin tidak bisa disembuhkan, yang akhirnya menyebabkan kematiannya. Zenoviev dan Kaminiev merupakan tangan kanan Lenin sejak awal kekuasaan Lenin, sehingga mereka berdua memandang dirinya sebagai pewaris yang paling layak untuk meneruskan kepemimpinan Lenin.
Baca juga: Jerman Akui Alasan Lambat Mempersenjatai Ukraina
Trotsky dalam bukunya yang berjudul Lenin pada halaman 37 dan 48 menyebutkan, bahwa Zenoviev diperlakukan oleh Stalin seperti budak, sedang Kaminiev sering dihina.
Trotsky memandang Zenoviev dan Kaminiev sebagai saingan yang mengancam kedudukannya, setelah Lenin meninggal dunia.
Sementara itu, Stalin memandang Trotsky dengan pandangan curiga, karena sikapnya yang meragukan terhadap Stalin. Zenoviev bagi kalangan atas partai Komunis Rusia dipandang sebagai calon kuat untuk menggantikan Lenin.
Pada kongres partai Komunis ke-12 ia diminta menyampaikan pidato pembukaan menggantikan Lenin yang sedang sakit. Lenin sendiri sudah menyatakan tidak mampu menyampaikan pidato sambutan seperti biasanya.
Kesempatan emas ini dimanfaatkan oleh Stalin dan bukan Zenoviev yang menggantikan Lenin. Setelah sidang ditutup, Stalin meraih kekuasaan dan kedudukan tinggi atas partai Komunis bersama kawan-kawannya, hingga pada saat Lenin meninggal dunia tahun 1924.
Istri Molotov ini adalah adik kandung pemilik modal Yahudi internasional di Amerika Sam Carb, yang mewakili perusahaan impor-ekspor, berpusat di negara bagian Connecticut.
Sedang putri Molotov adalah tunangan putra Stalin sendiri, Fasili. "Demikianlah yang kita lihat. Politbiro akhirnya dipegang oleh tangan-tangan satu keluarga. Ini merupakan akibat wajar dari filsafat atheisme dalam bentuk komunisme, yang pada dasarnya merupakan anak yang lahir dari kandungan kehidupan lingkungan ghetto Yahudi di Eropa Timur," ujar William G. Carr.
Oleh karena itu, tidaklah mengherankan kalau kenyataan ini merupakan sisi gelap dari perkembangan mendasar yang terjadi di Rusia, dan dunia komunisme umumnya, sampai Stalin meninggal dunia.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Pembantaian Januari dan Revolusi Manshevik
Perkembangan ini ditandai dengan publikasi tentang kejahatan Stalin, dan pembantaian kaum tani yang dilakukannya. Mesin propaganda Komunis sebelumnya telah berusaha menggambarkan, bahwa kaum tani adalah pendukung terkuat sistem Komunisme. Dan Paham Komunisme masih akan terus berubah dan berkembang di seluruh dunia.
Pada mulanya Stalin adalah sosok yang dilahirkan oleh situasi. Ia muncul menjelang pecah revolusi Oktober 1917, pada saat tokoh-tokoh senior masih terkungkung dalam sel-sel penjara Czar.
Pada masa pemerintahan Lenin, Stalin belum memainkan peran berarti dalam partai Komunis Rusia, kecuali hanya beberapa saat ketika Lenin dalam keadaan sakit.
Stalin maju ke barisan terdepan setelah terjadi perselisihan tajam antara dia dan Trotsky. Maka sejak Trotsky bisa disingkirkan, Stalin terus berkuasa sebagai diktator Rusia tanpa tertandingi sampai matinya.
Tahap kenaikan bintang Stalin dalam kepemimpinan Komunis Rusia dimulai ketika Lenin jatuh sakit bulan Mei 1922, yaitu ketika sebuah dewan yang terdiri dari Stalin, Zenoviev, Kaminiev, Trotsky dan Bochorin meneruskan kepemimpinan Komunis Rusia.
Kemudian penyakit Lenin tidak bisa disembuhkan, yang akhirnya menyebabkan kematiannya. Zenoviev dan Kaminiev merupakan tangan kanan Lenin sejak awal kekuasaan Lenin, sehingga mereka berdua memandang dirinya sebagai pewaris yang paling layak untuk meneruskan kepemimpinan Lenin.
Baca juga: Jerman Akui Alasan Lambat Mempersenjatai Ukraina
Trotsky dalam bukunya yang berjudul Lenin pada halaman 37 dan 48 menyebutkan, bahwa Zenoviev diperlakukan oleh Stalin seperti budak, sedang Kaminiev sering dihina.
Trotsky memandang Zenoviev dan Kaminiev sebagai saingan yang mengancam kedudukannya, setelah Lenin meninggal dunia.
Sementara itu, Stalin memandang Trotsky dengan pandangan curiga, karena sikapnya yang meragukan terhadap Stalin. Zenoviev bagi kalangan atas partai Komunis Rusia dipandang sebagai calon kuat untuk menggantikan Lenin.
Pada kongres partai Komunis ke-12 ia diminta menyampaikan pidato pembukaan menggantikan Lenin yang sedang sakit. Lenin sendiri sudah menyatakan tidak mampu menyampaikan pidato sambutan seperti biasanya.
Kesempatan emas ini dimanfaatkan oleh Stalin dan bukan Zenoviev yang menggantikan Lenin. Setelah sidang ditutup, Stalin meraih kekuasaan dan kedudukan tinggi atas partai Komunis bersama kawan-kawannya, hingga pada saat Lenin meninggal dunia tahun 1924.
Lihat Juga :