Kisah sebelum Umar bin Khattab Terbunuh: Ada yang Melempar Kepalanya saat Haji
Rabu, 13 Desember 2023 - 16:04 WIB
loading...
A
A
A
Suara ini juga yang kemarin meneriakkan: "Hai Khalifah! Khalifah!"
Juga Ibn Sa'd mengutip sumber dari Umm Kulsum putri Abu Bakar, dari adiknya Aisyah Ummulmukminin yang mengatakan: Waktu kami kembali dari Arafah melalui Muhassab, pada musim haji yang terakhir kali dilaksanakan oleh Umar itu bersama para Ummulmukminin, kami mendengar seseorang dari atas kendaraannya berkata: Mana Umar Amirulmukminin? Dan saya dengar yang lain berkata: Amirulmukminin ada di sini. Setelah itu ia menderumkan untanya dan mengangkat suaranya:
Salam bagimu dari seorang pemimpin
Dan Allah memberkati bumi yang sudah terkoyak-koyak
Barang siapa berusaha dan menunggang sayap burung unta
Akan mengerti apa yang kau kemukakan kemarin akan tersusul
Kau telah menyelesaikan berbagai hal
Kemudian kau meninggalkan berbagai bencana
Di kelopak bunga yang belum merekah
Penunggang unta itu tidak bergerak juga tidak dikenal siapa dia. Dalam percakapan kami bahwa dia dari jenis jin. Setelah Umar kembali dari menunaikan ibadah haji ia ditikam dan meninggal.
Baca juga: Sikap Umar Bin Khattab dalam Menjaga Kemuliaan Perempuan
Haekal mengatakan sukar sekali kita akan dapat memperkirakan bahwa inilah yang dikatakan dari jenis jin, dan yang mengatakan: "Sesudah tahun ini Umar tidak akan pernah lagi dalam keadaan begini, dan katanya konon dia seorang peramal dengan burung. Siapa yang tahu, apa yang berkecamuk dalam pikiran Fairuz dan orang yang bersekongkol dengan dia," katanya.
At-Tabari, Ibn al-Asir dan yang lain menceritakan, bahwa sepulang dari haji pada suatu hari ketika Umar sedang berkeliling di pasar Abu Lu'lu'ah menemuinya dan berkata kepadanya:
"Amirulmukminin, bicarakan soal saya dengan Mugirah bin Syu'bah, sebab pajak yang dikenakan kepada saya terlalu tinggi."
"Berapa pajak yang dikenakan kepada Anda?" tanya Umar.
"Dua dirham tiap hari," jawab orang itu.
"Pekerjaan Anda apa?" tanya Umar lagi, yang dijawabnya: "Saya tukang kayu, pemahat dan pandai besi."
Juga Ibn Sa'd mengutip sumber dari Umm Kulsum putri Abu Bakar, dari adiknya Aisyah Ummulmukminin yang mengatakan: Waktu kami kembali dari Arafah melalui Muhassab, pada musim haji yang terakhir kali dilaksanakan oleh Umar itu bersama para Ummulmukminin, kami mendengar seseorang dari atas kendaraannya berkata: Mana Umar Amirulmukminin? Dan saya dengar yang lain berkata: Amirulmukminin ada di sini. Setelah itu ia menderumkan untanya dan mengangkat suaranya:
Salam bagimu dari seorang pemimpin
Dan Allah memberkati bumi yang sudah terkoyak-koyak
Barang siapa berusaha dan menunggang sayap burung unta
Akan mengerti apa yang kau kemukakan kemarin akan tersusul
Kau telah menyelesaikan berbagai hal
Kemudian kau meninggalkan berbagai bencana
Di kelopak bunga yang belum merekah
Penunggang unta itu tidak bergerak juga tidak dikenal siapa dia. Dalam percakapan kami bahwa dia dari jenis jin. Setelah Umar kembali dari menunaikan ibadah haji ia ditikam dan meninggal.
Baca juga: Sikap Umar Bin Khattab dalam Menjaga Kemuliaan Perempuan
Haekal mengatakan sukar sekali kita akan dapat memperkirakan bahwa inilah yang dikatakan dari jenis jin, dan yang mengatakan: "Sesudah tahun ini Umar tidak akan pernah lagi dalam keadaan begini, dan katanya konon dia seorang peramal dengan burung. Siapa yang tahu, apa yang berkecamuk dalam pikiran Fairuz dan orang yang bersekongkol dengan dia," katanya.
At-Tabari, Ibn al-Asir dan yang lain menceritakan, bahwa sepulang dari haji pada suatu hari ketika Umar sedang berkeliling di pasar Abu Lu'lu'ah menemuinya dan berkata kepadanya:
"Amirulmukminin, bicarakan soal saya dengan Mugirah bin Syu'bah, sebab pajak yang dikenakan kepada saya terlalu tinggi."
"Berapa pajak yang dikenakan kepada Anda?" tanya Umar.
"Dua dirham tiap hari," jawab orang itu.
"Pekerjaan Anda apa?" tanya Umar lagi, yang dijawabnya: "Saya tukang kayu, pemahat dan pandai besi."
Lihat Juga :