Konspirasi Yahudi: Kisah Stalin dan Pemilik Modal Kacaukan Ekonomi Amerika dan Eropa
Sabtu, 16 Desember 2023 - 07:56 WIB
loading...
A
A
A
Kecuali itu, Nikita juga berbicara tentang pembantaian yang dilakukan oleh Stalin pada masa pemerintahannya.
Akibatnya, perekonomian Amerika dan Eropa ambruk, khususnya di bidang produksi pertanian dan peternakan. Barangkali Stalin mengharapkan pecahnya revolusi Komunis di Eropa Barat yang ditimbulkan oleh krisis ekonomi perubahan sosial dan gejolak politik.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Stalin, Ibu Tukang Cuci Ayah Pemabuk
Hanya saja, peristiwa berikutnya menunjukkan kesalahan dan keluguan perhitungan Stalin, sebagaimana dilukiskan oleh Nikita. Sedang para pemilik modal internasional adalah pihak yang berhasil mencapai tujuannya, yaitu menciptakan krisis ekonomi global di Amerika, Eropa dan dunia penghasil biji-bijian dan daging.
Dengan demikian, krisis ekonomi, sosial dan politik berkembang mewarnai kehidupan dunia secara umum. Kredit bank, sertifikat tanah, nota bank dan lain-lain yang dijadikan jaminan pada lembaga keuangan segera berpindah tangan kepada para pemilik modal internasional. Semua itu berkat kebijakan yang ditempuh Stalin dalam konspirasinya bersama mereka.
Selanjutnya kondisi mencekam seperti itu menyebabkan lembaga keuangan kecil terpaksa gulung tikar, di samping mengakibatkan timbulnya kerusuhan dan dekadensi moral di mana-mana. Masalah ini tidak menjadi pertimbangan bagi para pemilik modal selama mereka mendapat keuntungan besar.
Stalin telah berspekulasi dengan permainan berbahaya, dan menghancurkan nilai-nilai manusiawi di kalangan rakyatnya sendiri.
Krisis Besar
William G. Carr mengatakan untuk mengetahui lebih jelas lagi tentang langkah-langkah setan yang merancang krisis ekonomi dunia, kita perlu menengok kembali peristiwa menjelang meledaknya krisis besar ini pada tahun 1929 sampai 1930.
Baca juga: Perbandingan Batalion Storm Z pada Era Putin dan Stalin
Amerika, Eropa dan negara lain penghasil biji-bijian dan ternak mengalami kelesuan ekonomi yang sangat parah. Barang hasil produksinya terpaksa tertimbun dalam gudang, atau terbengkalai dalam kapal, tanpa bisa dikirim ke luar negeri untuk dipasarkan.
Akibatnya, perekonomian Amerika dan Eropa ambruk, khususnya di bidang produksi pertanian dan peternakan. Barangkali Stalin mengharapkan pecahnya revolusi Komunis di Eropa Barat yang ditimbulkan oleh krisis ekonomi perubahan sosial dan gejolak politik.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Stalin, Ibu Tukang Cuci Ayah Pemabuk
Hanya saja, peristiwa berikutnya menunjukkan kesalahan dan keluguan perhitungan Stalin, sebagaimana dilukiskan oleh Nikita. Sedang para pemilik modal internasional adalah pihak yang berhasil mencapai tujuannya, yaitu menciptakan krisis ekonomi global di Amerika, Eropa dan dunia penghasil biji-bijian dan daging.
Dengan demikian, krisis ekonomi, sosial dan politik berkembang mewarnai kehidupan dunia secara umum. Kredit bank, sertifikat tanah, nota bank dan lain-lain yang dijadikan jaminan pada lembaga keuangan segera berpindah tangan kepada para pemilik modal internasional. Semua itu berkat kebijakan yang ditempuh Stalin dalam konspirasinya bersama mereka.
Selanjutnya kondisi mencekam seperti itu menyebabkan lembaga keuangan kecil terpaksa gulung tikar, di samping mengakibatkan timbulnya kerusuhan dan dekadensi moral di mana-mana. Masalah ini tidak menjadi pertimbangan bagi para pemilik modal selama mereka mendapat keuntungan besar.
Stalin telah berspekulasi dengan permainan berbahaya, dan menghancurkan nilai-nilai manusiawi di kalangan rakyatnya sendiri.
Krisis Besar
William G. Carr mengatakan untuk mengetahui lebih jelas lagi tentang langkah-langkah setan yang merancang krisis ekonomi dunia, kita perlu menengok kembali peristiwa menjelang meledaknya krisis besar ini pada tahun 1929 sampai 1930.
Baca juga: Perbandingan Batalion Storm Z pada Era Putin dan Stalin
Amerika, Eropa dan negara lain penghasil biji-bijian dan ternak mengalami kelesuan ekonomi yang sangat parah. Barang hasil produksinya terpaksa tertimbun dalam gudang, atau terbengkalai dalam kapal, tanpa bisa dikirim ke luar negeri untuk dipasarkan.
Lihat Juga :