Tahun Abu: Kisah Datangnya Bantuan dari Syam dan Irak ke Madinah dan Makkah
Minggu, 17 Desember 2023 - 08:39 WIB
loading...
A
A
A
Umar mengangkat beberapa orang untuk membagikan makanan dan pakaian ke kota-kota dan pedalaman kawasan itu, dan dia sendiri bertugas mengurus makanan penduduk Madinah dan orang-orang yang datang mengungsi ke sana.
Utusan-utusan Umar itu segera berangkat ke segenap penjuru Semenanjung untuk meringankan penderitaan penduduk.
Para wakil yang ditugasi membagi-bagikan makanan yang dikirim Sa'd bin Abi Waqqas itu bertemu di pintu masuk ke Irak. Mereka menyembelih hewan kemudian membagikannya kepada warga, begitu juga tepung dan pakaian. Maka dengan pertolongan Allah sekarang mereka terangkat dari bencana yang selama ini menimpa mereka.
Baca juga: Tahun Abu: Ini Penyebab Paceklik dan Kelaparan di Era Khalifah Umar bin Khattab
Begitu juga yang dikerjakan oleh utusan-utusan yang bertugas sepanjang Makkah dan Madinah.
Umar berkata kepada utusannya yang dikirim untuk menemui kafilah dari Syam: "Mengenai makanan yang Anda terima bagikanlah kepada penduduk pedalaman, pembungkusnya dapat dijadikan selimut, begitu juga unta agar disembelih, dagingnya untuk makanan mereka dan lemaknya dapat mereka bawa dan jangan menunggu sampai mereka mengatakan, dengan itulah kami mengharapkan kelapangan hidup. Mengenai tepung dapat mereka olah dan mereka simpan sampai nanti Allah memberikan jalan keluar kepada kita."
Umar sendiri menguruskan makanan penduduk Madinah dan mereka yang mengungsi ke sana. Ia mengolah roti dengan zaitun untuk dijadikan roti kuah. Beberapa hari sekali ia menyembelih hewan untuk lauk pauk roti kuah, lalu dimakan bersama-sama dengan orang banyak.
Sesudah unta yang dari Irak dan Syam datang setiap hari disembelih dua puluh ekor untuk makan mereka. Setiap malam mereka berkumpul dan melaporkan kepadanya segala yang mereka alami siangnya.
Selesai salat isya ia menyuruh orang menghitung jumlah mereka yang makan di sana dalam beberapa hidangan. Jumlah mereka mencapai tujuh ribu orang.
Baca juga: Bidadari Hitam Manis untuk Umar Bin Khattab
Utusan-utusan Umar itu segera berangkat ke segenap penjuru Semenanjung untuk meringankan penderitaan penduduk.
Para wakil yang ditugasi membagi-bagikan makanan yang dikirim Sa'd bin Abi Waqqas itu bertemu di pintu masuk ke Irak. Mereka menyembelih hewan kemudian membagikannya kepada warga, begitu juga tepung dan pakaian. Maka dengan pertolongan Allah sekarang mereka terangkat dari bencana yang selama ini menimpa mereka.
Baca juga: Tahun Abu: Ini Penyebab Paceklik dan Kelaparan di Era Khalifah Umar bin Khattab
Begitu juga yang dikerjakan oleh utusan-utusan yang bertugas sepanjang Makkah dan Madinah.
Umar berkata kepada utusannya yang dikirim untuk menemui kafilah dari Syam: "Mengenai makanan yang Anda terima bagikanlah kepada penduduk pedalaman, pembungkusnya dapat dijadikan selimut, begitu juga unta agar disembelih, dagingnya untuk makanan mereka dan lemaknya dapat mereka bawa dan jangan menunggu sampai mereka mengatakan, dengan itulah kami mengharapkan kelapangan hidup. Mengenai tepung dapat mereka olah dan mereka simpan sampai nanti Allah memberikan jalan keluar kepada kita."
Umar sendiri menguruskan makanan penduduk Madinah dan mereka yang mengungsi ke sana. Ia mengolah roti dengan zaitun untuk dijadikan roti kuah. Beberapa hari sekali ia menyembelih hewan untuk lauk pauk roti kuah, lalu dimakan bersama-sama dengan orang banyak.
Sesudah unta yang dari Irak dan Syam datang setiap hari disembelih dua puluh ekor untuk makan mereka. Setiap malam mereka berkumpul dan melaporkan kepadanya segala yang mereka alami siangnya.
Selesai salat isya ia menyuruh orang menghitung jumlah mereka yang makan di sana dalam beberapa hidangan. Jumlah mereka mencapai tujuh ribu orang.
Baca juga: Bidadari Hitam Manis untuk Umar Bin Khattab
Lihat Juga :