Tahun Abu: Kisah Umar bin Khattab Menangis dan Berdoa Meminta Allah Menurunkan Hujan
Senin, 18 Desember 2023 - 07:18 WIB
loading...
A
A
A
Orang-orang Arab pedalaman yang datang ke Madinah sudah tidak perlu lagi tinggal di sana. Kepada mereka Umar berkata: "Kembalilah kalian ke daerah asal masing-masing!"
Ia khawatir di antara mereka akan menetap di Madinah karena dikira hidup di kota lebih nyaman. Bahkan dia percayakan kepada orang-orang Arab pedalaman yang kembali ke daerah mereka itu dengan memberi bekal makanan dan hadiah-hadiah yang akan diangkut kendaraan sampai ke perkampungan mereka.
Kemudian mereka yang memerlukan bantuan dia sendiri yang akan menangani. Setelah sampai ke tempat-tempat tinggal mereka, kembali mereka seperti kehidupan biasa, meskipun dari pemberian hasil rampasan perang itu tak ada yang dapat membuat mereka hidup lebih nyaman.
Baca juga: Tahun Abu: Ini Penyebab Paceklik dan Kelaparan di Era Khalifah Umar bin Khattab
Memungut Zakat
Pada saat Umar sibuk menghadapi kelaparan di Semenanjung Arab, kepada semua pasukannya ia memperketat perintah-perintahnya untuk tidak memerangi musuh kecuali jika terpaksa untuk membela diri.
Selama Tahun Abu itu Umar tidak mengirim petugas-petugasnya memungut zakat; tetapi diundurkan sampai musim kemarau berlalu. Setelah orang kembali tenteram dalam kehidupannya dan bahan keperluan hidup kembali melimpah, baru ia memerintahkan pemungut-pemungut zakat itu untuk menjalankan tugasnya lagi dan kepada yang mampu dipungut dua kali bagian: bagian pertama untuk musim Tahun Abu dan bagian kedua untuk tahun berikutnya.
Salah satu bagian itu diberikan kepada mereka yang tidak mampu, dan yang didahulukan yang kedua. Dengan demikian akan makin meringankan beban kaum fakir miskin, dan tidak terlalu memberatkan dan memaksa pihak wajib zakat yang mampu.
Baca juga: Tahun Abu: Kisah Datangnya Bantuan dari Syam dan Irak ke Madinah dan Makkah
Ia khawatir di antara mereka akan menetap di Madinah karena dikira hidup di kota lebih nyaman. Bahkan dia percayakan kepada orang-orang Arab pedalaman yang kembali ke daerah mereka itu dengan memberi bekal makanan dan hadiah-hadiah yang akan diangkut kendaraan sampai ke perkampungan mereka.
Kemudian mereka yang memerlukan bantuan dia sendiri yang akan menangani. Setelah sampai ke tempat-tempat tinggal mereka, kembali mereka seperti kehidupan biasa, meskipun dari pemberian hasil rampasan perang itu tak ada yang dapat membuat mereka hidup lebih nyaman.
Baca juga: Tahun Abu: Ini Penyebab Paceklik dan Kelaparan di Era Khalifah Umar bin Khattab
Memungut Zakat
Pada saat Umar sibuk menghadapi kelaparan di Semenanjung Arab, kepada semua pasukannya ia memperketat perintah-perintahnya untuk tidak memerangi musuh kecuali jika terpaksa untuk membela diri.
Selama Tahun Abu itu Umar tidak mengirim petugas-petugasnya memungut zakat; tetapi diundurkan sampai musim kemarau berlalu. Setelah orang kembali tenteram dalam kehidupannya dan bahan keperluan hidup kembali melimpah, baru ia memerintahkan pemungut-pemungut zakat itu untuk menjalankan tugasnya lagi dan kepada yang mampu dipungut dua kali bagian: bagian pertama untuk musim Tahun Abu dan bagian kedua untuk tahun berikutnya.
Salah satu bagian itu diberikan kepada mereka yang tidak mampu, dan yang didahulukan yang kedua. Dengan demikian akan makin meringankan beban kaum fakir miskin, dan tidak terlalu memberatkan dan memaksa pihak wajib zakat yang mampu.
Baca juga: Tahun Abu: Kisah Datangnya Bantuan dari Syam dan Irak ke Madinah dan Makkah
(mhy)
Lihat Juga :