Tahun Abu: Begini Teladan Umar bin Khattab Saat Negara Menghadapi Bencana
Senin, 18 Desember 2023 - 07:26 WIB
loading...
A
A
A
Umar telah mencapai dua tujuan itu begitu cemerlang, hal yang belum pernah dicapai oleh seorang kepala negara dan bangsa mana pun.
Umar melihat bahwa kewajiban pertama seorang kepala negara membuat hidupnya sendiri setingkat dengan kehidupan kebanyakan rakyat bangsanya.
Baca juga: Tahun Abu: Kisah Umar bin Khattab Menangis dan Berdoa Meminta Allah Menurunkan Hujan
Sungguhpun begitu ia membiarkan orang yang mampu untuk mengembangkan modalnya serta mengeksploitasi tanah untuk memanfaatkan hasilnya yang terbaik, untuk menambah dengan itu hasil komoditas dengan mengandalkan pada kecermatan kerja agar produksi dan hasil bumi berlipat ganda.
Akibatnya, rakyat jelata umumnya makin cinta kepada kepala negaranya, makin tertarik pada kebijakannya. Mereka bersedia berkorban demi kebijakan yang semacam itu.
Kedudukan kepala negara terasa makin agung di mata mereka yang mampu dan berkedudukan, karena mereka melihat bagaimana ia begitu dekat di hati rakyat dan sangat mencintai mereka. Tak terlintas dalam pikiran siapa pun hendak menentangnya atau mengadakan perlawanan.
Haekal mengatakan hubungannya dengan segenap lapisan masyarakat yang beraneka ragam itu bertambah erat juga adanya, sebab hubungan kepala negara dengan semua lapisan seperti hubungan jantung dengan badan, membagi aliran keperluan hidup dengan sangat adil, dan semuanya diarahkan ke suatu tujuan demi kebaikan bersama.
Baca juga: Kisah Umar bin Khattab Ketika Madinah Mengalami Paceklik
Umar melihat bahwa kewajiban pertama seorang kepala negara membuat hidupnya sendiri setingkat dengan kehidupan kebanyakan rakyat bangsanya.
Baca juga: Tahun Abu: Kisah Umar bin Khattab Menangis dan Berdoa Meminta Allah Menurunkan Hujan
Sungguhpun begitu ia membiarkan orang yang mampu untuk mengembangkan modalnya serta mengeksploitasi tanah untuk memanfaatkan hasilnya yang terbaik, untuk menambah dengan itu hasil komoditas dengan mengandalkan pada kecermatan kerja agar produksi dan hasil bumi berlipat ganda.
Akibatnya, rakyat jelata umumnya makin cinta kepada kepala negaranya, makin tertarik pada kebijakannya. Mereka bersedia berkorban demi kebijakan yang semacam itu.
Kedudukan kepala negara terasa makin agung di mata mereka yang mampu dan berkedudukan, karena mereka melihat bagaimana ia begitu dekat di hati rakyat dan sangat mencintai mereka. Tak terlintas dalam pikiran siapa pun hendak menentangnya atau mengadakan perlawanan.
Haekal mengatakan hubungannya dengan segenap lapisan masyarakat yang beraneka ragam itu bertambah erat juga adanya, sebab hubungan kepala negara dengan semua lapisan seperti hubungan jantung dengan badan, membagi aliran keperluan hidup dengan sangat adil, dan semuanya diarahkan ke suatu tujuan demi kebaikan bersama.
Baca juga: Kisah Umar bin Khattab Ketika Madinah Mengalami Paceklik
(mhy)
Lihat Juga :