Antropolog Ini Sebut Politisi Anti-Islam Geert Wilders Mirip dengan Zombie

Senin, 18 Desember 2023 - 10:28 WIB
loading...
Antropolog Ini Sebut...
Geert Wilders. Foto/Ilustrasi; MEE
A A A
"Eropa tidak bisa dipertahankan,” kata penyair Martinik, Aime Cesaire, sebagaimana dikutip Sinan Çankaya, antropolog budaya. Martinik juga menulis: “Peradaban yang menggunakan prinsip-prinsipnya untuk melakukan tipu daya dan kebohongan adalah peradaban yang sedang sekarat.”

Saat ini, negara Eropa lainnya telah bangkrut secara moral, ketika Partai Kebebasan (PVV), yang dipimpin oleh populis Belanda Geert Wilders, memenangkan pemilihan umum terbaru. Partai anti-Islam yang dipimpinnya dikenal karena janjinya untuk melarang kewarganegaraan ganda, jilbab dan Al-Quran , dan juga bertujuan untuk menolak semua permohonan suaka baru.

PVV memenangkan 37 kursi dari 150 kursi pada pemilu bulan lalu, sebuah kemenangan telak.

Baca juga: Profil Geert Wilders, Penghina Nabi Muhammad dari Belanda

"Ini mungkin tidak memberikan banyak kepastian, tetapi sosok Wilders mirip dengan zombie yang muncul dan menyerang yang Lain saat Benua Eropa membusuk," tulis Sinan Çankaya dalam artikelnya berjudul "The rise of Geert Wilders: How European racism dehumanises Palestinians" yang dilansir Middle East Eye atau MEE, 11 Desember lalu.

Menurutnya, Eropa hampir tidak dapat mempertahankan diri melalui politik kematian di Laut Mediterania dan Palestina, dan ini adalah beberapa contohnya.

Apakah ada kelegaan jika sosok Wilders muncul dalam wujud berbeda di tempat lain, seperti Viktor Orban dari Hongaria atau Giorgia Meloni dari Italia? "Mungkin tidak," jawabnya.

Namun, kita tidak bisa terpaku pada sosok Wilders sebagai personifikasi kejahatan yang mudah dipahami dan terlalu sederhana. Memang benar, ia memperluas wacana yang “dapat diterima”, mengarahkan kita ke arah ujaran kebencian dan proposisi anti-demokrasi.

Namun penekanan yang berlebihan pada angka-angka tersebut merupakan tipuan yang menipu: "Politik Belanda telah lama terjerumus ke dalam jurang yang dalam dan menyeret kita ke dalamnya. Selama berpuluh-puluh tahun, kelompok sayap kanan tengah dan kelompok liberal telah melemahkan supremasi hukum, mengikis institusi-institusi yang mereka yakini harus mereka junjung," tambahnya.

Baca juga: 3 Fase Perkembangan Ideologi Geert Wilders sang Pembenci Islam
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Khotbah Iduladha di...
Khotbah Iduladha di Lapangan Masjid Agung Al Azhar, Din Syamsuddin Tekankan Pentingnya Persatuan Umat Islam
Mengenal 7 Masjid Terindah...
Mengenal 7 Masjid Terindah di Eropa, Ada yang Dibangun pada Abad 16 Masehi
Cara Orang Bisu Masuk...
Cara Orang Bisu Masuk Islam, Bagaimana Syahadatnya?
Promosi Islam ala Muslim...
Promosi Islam ala Muslim Asia Tenggara
Peran Strategis, Menag...
Peran Strategis, Menag Apresiasi Program Wanita Islam
Perbedaan Islam, Muslim,...
Perbedaan Islam, Muslim, dan Mukmin, Simak agar Tidak Keliru!
Rekomendasi
Mereka yang Menolak...
Mereka yang Menolak Hadiah Nobel, Ada Terpaksa maupun Sukarela
Es Antartika Tiba-tiba...
Es Antartika Tiba-tiba Mencair, Ilmuwan Mulai Panik
Dua Gunung Berapi Besar...
Dua Gunung Berapi Besar Diprediksi Akan Meletus pada 2025
Artikel Terkini
10 Muharram dan Kematian...
10 Muharram dan Kematian Firaun: Akhir Sang Raja yang Mengaku Tuhan
Puasa Asyura 2026: Jadwal,...
Puasa Asyura 2026: Jadwal, Dalil, dan Keutamaan Besarnya Menurut Hadis Nabi
Kisah Bulan Muharram...
Kisah Bulan Muharram : Nabi Yunus AS 40 Hari di Perut Ikan, dan Pelajaran tentang Kesabaran
Amalan Hari Asyura 10...
Amalan Hari Asyura 10 Muharram: Puasa Asyura, Sedekah, dan Meluaskan Rezeki Keluarga
Ingat Besok Jadwal Puasa...
Ingat Besok Jadwal Puasa Tasua, Ini Bacaan Niatnya!
Pahala Puasa Tasua dan...
Pahala Puasa Tasua dan Asyura: Benarkah Setara 10.000 Malaikat? Ini Penjelasannya
Infografis
Ilmuwan Sebut Luar Angkasa...
Ilmuwan Sebut Luar Angkasa Dipadati Gas Metana dari Bumi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved